Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
103.


__ADS_3

" Uang saku??" Rony terhenyak.


" Please Pa, okey?" pinta Liona sambil mengedip - ngedipkan matanya.


Sungguh memang, mata Liona sangat cantik. Bentuknya bulat, dengan bulu mata yang lentik. Bola mata yang bening membuat semua orang yang melihatnya akan tersihir akan pesonanya.


" Ah.. menyusahkan.. " ucap Rony pura - pura.


" Hey.. kelinci kecil.. Sudahlah.. kamu mau jajan apa? nanti kakak belikan" ucap Rayina.


" Kakak, ini kan sudah kewajiban Papa. Aku juga minta hakku" rengek Liona.


" Ahhh ayolah... inii lihatlah" ucap Rayina.


Rayina menunjukkan blackcard kepada Liona. Dan Liona tahu apa arti kartu itu.


" Papa, aku juga mau yang seperti kakak" teriak Liona.


" Buat apa Liona? Kamu saja diberi kartu yang biasa tidak pernah kamu pakai. Apalagi yang biasa. Kamu suka uang cash bukan?" ucap Rony.


" Papa, sekarang aku asisten CEO loh Pa. So aku mau itu. Please Pa" rengek Liona.


" Ah.. baiklah. Ini semua untukmu" ucap Rony dengan memberikan satu dompet berisi kartu- kartu ajaib.


" Papa aku hanya minta satu. Kenapa Papa berikan aku sebanyak ini?" ucap Liona.


" Memang ini sudah Papa siapkan untukmu" ucap Rony.


" Tidak Pa, terimakasih. Aku ambil yang hutam aja. Ya sudah, kami pamit ya Pa. Doakan kamu" pamit Liona.


" Kami pamit Om. Assalamualaikum " ucap Rayina.


Mereka berdua menyalami Rony dengan takdzim. Mereka kemudian berlalu untuk melajukan kuda besinya ke gedung mewah milik Ayden.


Ayden yang sudah berada di bandara. Dia memasuki kantor ruang kerjanya. Melihat dan meneliti semua alat dan mesin yang ada. Semua fasilitas penerbangan akan dia lihat kondisinya. Agar tidak terjadi kesalahan seperti yang sudah berlalu.


" Mr. Ayden... Good morning" ucap Salah satu anak buahnya.


" Ohh.. ya.. Good morning" jawab Ayden dengan tersenyum ramah.


" Pak, laporan dari hari kemarin saat bapak tidak masuk. Saya letakkan di emja bapak" ucap anak buahnya.


" Baiklah. Terima kasih. Nanti saya periksa" ucap Ayden.


Dia masih sibuk dengan alat dan semua yang harus dia kerjakan saat ini. Belum lagi semua dibawah kendalinya. Termasuk anak buahnya.


Ayden kembali duduk di kursi kerjanya. Dia membuka laporan satu demi satu dengan teliti. Ayden terhenyak dia melupakan istrinya yang hari ini bekerja sebagai CEO di perusahaan miliknya.


📨 Selamat bekerja my CEO 😙🥰 ( kirim)


Ayden mengirimkan pesan untuk istronya sebagai penyemangat pagi ini. Eebenarnya Ayden meminta besok memulainya. Tetapi Rayina sangat menginginkan segera bekerja.


" Kenapa belum di balas" batin Ayden.

__ADS_1


Sementara Rayina dan Liona menikmati perjalanannya. Berbekal dari laporan Devran yang sangat komplit. Liona mempelajari dan membacanya. Rayina mendengarkan dan menyimak.


Setelah mereka sampai di kantor. Rayina di sambut sekertaris kepercayaan Devran. Ya, sekertaris itu sudah menjadi kepercayaan keluarga Ayden dulu.


Tak.. Tak... Tak...


Semua mata tertuju kepada sumber suara. Langkah kaki yang pasti sudah berjalan diiringi orang - orang kepercayaan. Desas - desus pengambil alihan kepada CEO baru sudah menyebar luas di seluruh perusahaan.


Hei.. apakah ino CEO baru kita? Cantik sekali dan siapa yang berada di belakangnya? Dan sekretaris jo juga masih ada di belakangnya.


Bisik- bisik seluruh karyawan kantor melihat kedatangan Rayina dan Liona. Mereka memasang wajah dinginnya. Sengaja melakukan seperti itu karena mereka ingin memberi jarak dan tembok tinggi dengab karyawannya.


Tujannya yaitu agar tidak banyak yang tahu sepak terjangnya melakukan semua misinya. Pak Jo sudah paham dengan bosnya yang baru. Sesuai arahan dari Ayden, Jo melaksanakannya dengan sangat baik.


" Nyonya, silahkan" ucap Jo saat lift terbuka.


" Pak Jo, apa agenda saya hari ini?" tanya Rayina.


" Semua pekerjaan sebelumnya saya yang akan handle nyonya. Hari ini ada pertemuan dengan X -one corps. Sepertinya mereka akan membahas kerja sama" terang Pak Jo.


" Apakah perusahaan ini belum pernah bekerja sama dengan mereka sebelumnya?" tanya Rayina.


" Belum pernah nyonya. Bahkan mereka adalah saingan kita" terang Pak Jo.


" Liona, atur semua. Kamu paham kan?" perintah Rayina.


" Iya Bos" jawab Liona.


" Bagaimana Liona?" tanya Rayina.


" Hmmm.. saya ikut saja Pak Jo. Tidak satu ruanga tidak apa. Satu ruangan akan membuat lebih mudah untuk segera menjalankan misi" jawab Liona.


Pak Jo segera merogoh saku celananya dan segera mendial nomor seseorang.


" Siapkan meja kerja di ruang CEO. Ya. seperti itu" perintah Pak Jo.


Tringgg...


Suara lift terbuka, Mereka segera melangkahkan kaki dengan penuh keyakinan. Dan segera memasuki ruangan yang dituju.


" Silahkan nyonya, nona... Ini ruangannya. Semoga betah" ucap Pak Jo.


" Pak Jo, saya tidak mau memperkenalkan diri sebagai CEO di sini. Saya akan mengatakan jika itu diperlukan saja. Dan, saya ingin pergerakan kerja saya tidak dibatasi" ucap Rayina.


" Baik nyonya. Saya permisi" pamit Pak Jo.


" Ya. Thank you Pak Jo" jawab Rayina.


Liona dan Rayina segera merasakan meja kerja barunya. Menghirup dalam - dalam aroma kantor baru tempat kerjanya. Mereka saling pandang dan saling terseyum.


" Kak, kita atur sekarang" ucap Liona.


" Sadap semua nomor saat mereka sudah tiba. Tanpa terkecuali. Jangan biarkan ada yang lolos" pinta Rayina.

__ADS_1


Liona dengan terampil segera membuat akses data untuk peretasan semua nomor telepon dan penyadapan apapun data dan lain sebagainya.


Rayina juga mengecek beberapa laporan yang sudah dikirimkan melalui email. Dia lupa bahwa suaminya mengirimi pesan.


☎️ Ayden


*Ishhh kenapa ni orang telponin aku? Kenapa juga tidak telpon istrinya?


"Ya, halo. Apa bang? Kakak? Ada. Ya uda nanti aku sampaikan." jawab Liona*.


" Siapa Liona?" tanya Rayina.


" Suami kakak, kirim pesan katanya. Kakak nggak bales- bales" jawab Liona.


" Ya Allah.. kakak belum buka ponsel. Wait.." jawab Rayina.


📨 Thank you sayang, Selamat bekerja juga my hubby. I Love you 😙🥰 ( kirim ).


☎️ hubby call


" *Assalamualaikum sayang, ya.. maaf ya. Aku belum membuka ponsel. Iya ini masih coba cek laporan. Nanti sepertinya langsung memulai misi. Ya, kerja sama. Dia ready" ucap Rayina.


" Ya sudah, ati - ati ya sayang. Jaga kesehatan. Jaga diri. Iya, love you more " jawab Rayina*.


Liona tidak merasa risih dengan percakapan suami istri itu. Walaupun di telepon atau di nyata mereka sama saja. Bagi mereka bermesraan hanya privasinya. Saat di muka umum hanya hal - hal kecil romantisme saja.


" Kak, ready. Persiapkan semua proposal yang ada kak " pinta Liona.


Tok..


Tok...


Tok...


" Masuk" jawa Rayina.


" Nyonya ini keperluan pertemuan dengan X- One Corps siang ini. Semua sudah lengkap sesuai dengan kebutuhan. Nanti saya sendiri yang langsung mendampingi nyonya. Dan nona Liona bisa menjalankan tugasnya" terang Pak Jo.


Rayina dan Liona berbinar senang. Mereka langsung mendekat dan memeluk Pak Jo. Bagi mereka Pak Jo sudah seperti Ayah mereka sendiri.


" Sudah- sudah.. ayo kembali bekerja.. semangat. Nyonya vitamin dan pelindung kandungan sudah siap?" tanya Pak Jo.


" Ready Pak Jo" jawab Rayina nyengir.


" Ohh... wait.. Kak, sepertinya data - data disini banyak yang mencuri. Pak Jo bisa jelaskan?" tanya Liona.


" Keuangan bukan?" tanya Pak Jo.


" Ya.. " jawab Liona.


" Hacker" jawab Pak Jo tegas.


" Baiklah Pak Jo. Kemarilah.. kita akan berselancar..." ucap Liona senang.

__ADS_1


__ADS_2