Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
158.


__ADS_3

" Baiklah.. sepertinya sudah banyak tamu yang akan merasa jenuh dengan menunggu kita. Ayo, cepat sedikit" ucap Devran.


Semua segera merapatkan langkah kakinya untuk segera ke tempat pelaminan yang sudah dirancang sangat epik oleh tim WO.


" Waowwww" ucap Liona terkejut.


" Ini benar seperti impianku" ucapnya lagi.


" Ya, Rayina yang meminta dekorasinya seperti ini" ucap Irfan menimpali.


" Kakak sungguh mengerti semua yang aku mau!!" seru Liona bahagia.


" Dan yang kamu butuhkan, right?" ucap Rony menimpali.


" Ayo, sayang " ucap Devran sembari mengulurkan tangannya.


Liona dengan senang hati segera meraih tangan itu dan segera menuju ke pelaminan. Disana sudah ada tantenya, yang kini menjadi Mama mertuanya. Dan itu menjadikan Liona sangat bahagia.


" Ma, akhirnya aku punya Mama..." seru Liona saat menghampiri Mamanya di pelaminan.


" Bukankah dari dulu juga Mama adalah Mama kamu sayang??" jawab Mama menimpali.


" Beda Ma, sekarang rasanya sangat berbeda. Mama jadi Mamaku sesungguhnya" jawab Liona dengan berbinar - binar.


" Baiklah sayang, terserah padamu. Tapi ingat !!! jaga anak bandel Mama yang satu ini. Jika nakal hajar saja. Okey?" pesan Mama.


" Hahaha, siap Ma !!" jawab Liona terkekeh seraya memberi hormat kepada Mama mertuanya.


" Ma.." ucap Devran.


Devran segera meraih tangan lembut yang selama ini membesarkannya. Diraihnya kemudian diciumnya dengan penuh hikmad. Setelah mencium tangan Mamanya kemudian mengecup kening Mama dan memeluknya.


" Thank you so much Ma, Tidak ada yang bisa aku ungkapkan dan aku balas untuk Mama. Hanya cinta dan kasih sayang tulus serta pengabdianku pada Mama. Mama terimakasih sudah menjadi Mama yang terbaik dan terhebat untukku" ucap Devran.


Seketika buliran air sudah membasahi pipi yang kini tak kencang lagi. Dengan penuh haru memberikan sentuhan di punggung anak lelakinya.


" Ya, sama - sama sayang.I Love you so much" ucap Mama.

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan kepada istriku Dev? Kau membuatnya menangis?? Dasar anak nakal!!" seru Irfan.


Sengaja Irfan mengalihkan suasana haru itu dengan candaannya. Dan sukses, semua yang mendengar ungkapan Devran yang awalnya terharu kini tertawa dengan sangat keras.


" Oh.. Papa. Thank you so much. And I Love you so much" ucap Devran yang kemudian memeluk Irfan.


" Jadilah suami yang baik dan bijak. Jaga anak perempuan Papa yang sangat cantik ini" pesan Irfan.


" Kepada hadirin sekalian, diharapkan segera berkumpul ke depan pelaminan. Dan sudah disediakan tempat duduk di depan pelaminan. Mohon segera untuk menempati tempat yang sudah di sediakan" ucap MC acara.


Semua tamu segera berkumpul di depan pelaminan dan duduk di kursi yang sudah di sediakan. Sedangkan sang pengantin dan orang tua sudah berada di tempat pelaminan dan kursi yang sudah di sediakan pula.


" *Baiklah, untuk acara selanjutnya adalah ungkapan cinta dari masing - masing mempelai kepada orang tua. Dan selanjutnya orang tua yang menjawab ungkapan cinta tersebut" ucap mc.


" Dimulai dari mempelai wanita, selanjutnya mempelai pria dan orang tua baim dari mempelai pria atau wanita" ucap Mc kemudian*.


Liona segera berpikir keras apa yang akan dia katakan. Sedangkan selama ini dia cukup cerewet dan ketua kepada Papanya. Menurutnya itu adalah hal menye - menye yang dia lakukan. Terlalu memble menurutnya.


" Baiklah, silahkan nona" ucap Mc lagi.


Liona memegang microphone seketika keringat dingin telah membekukan tubuhnya. Dia merasa kaku dan kelu di bibirnya. Untuk mengucapkan kata saja dia tidak mampu.


" Emmm"


" Haahh" embusan nafas kasarnya terdengar di microphone.


Devran tahu, saat ini istri kecilnya itu sedang sangat gugup. Karena ini bertolak belakang dengan tingkahnya yang cuek dan ketus. Devran kemudian beranjak dari pelaminan dan mendekati istri kecilnya itu.


Diraihnya tangan mungil agar lebih tenang. Dan mengusap lembut bahunya. Serta memberikan kecupan di keningnya. Seketika tamu yang ada sangat terkejut dan bersorak - sorai.


Sedangkan sang pengantin tidak menyadari akan teriakan dan sorakan tersebut. Liona merasakan seperti sengatan listrik saat dikecup keningnya oleh Devran.


Aliran darahnya seperti sangat lancar mengalir dan membuat semua menjadi ringan. Liona kini menatap mata coklat milik suaminya itu. Dan dia memberikan kedipan dan anggukan tanda untuk meyakinkan. Liona menjawab pula dengan anggukan dan senyuman termanisnya.


" Ah.. manisnya" bisik Devran.


blushhh

__ADS_1


Seketika pipi pucat yang tadinya mendominasi kini menjadi semburat merah yang menjadikan wajah itu begitu merona.


" Ayo... you can do it !! semangat sayang" ucap Devran memberikan dopping.


Liona menjawab dengan tersenyum kembali dan memgangguk. Dia kemudian membalikkan badan menghadap seseorang.


" Teruntuk cinta pertamaku, Papa. Terlepas dari ketidak perdulianku padamu, tetapi sejauh ini setiap hatiku hanya ada kita. Terimakasih atas segala cinta, perhatian, pengorbanan dan kasih sayang yang telah engkau berikan"


" Cinta pertamaku, begitu banyak aku menorehkan luka untukmu tapi, engkau selalu hadir untuk memeluk dan membimbingku. Semua orang mengatakan aku sangat mirip dengan Mama, tetapi aku hanya ingin menjadi sepertimu. Lelaki yang bertanggung jawab dan dapat membimbingku menjadi seperti saat ini"


" Terimaksih cinta luar biasa Papa untukku. Disaat anak lain memanggil Mama dengan keceriaannya. Tetapi Papa dengan lantang akan menjadi Mama dan Papa dengan sangat baik. Thank you so much my love"


" Liona tidak dapat mengungkapkan banyak. Yang aku tahu, Papa mencintaiku hingga akhir hayat. Begitupun denganku, Papa cinta pertama dan terakhirku dalam hidupku. Walaupun akan ada cinta yang lain diantara kita. Namun, aku pastikan cinta ini tidak sama. Papa, I love you so much" ucap Liona menutup percakapan.


Rony yang speechless mendengar anak gadisnya mengungkapkan kalimat terindah itu tak kuasa menahan tangisnya. Dia kemudian mendekat dan langsung mengecup pucuk kepala Liona.


Tanpa MC pandu, Rony segera membalas ucapan anak gadisnya itu.


" Oh.. God !! Thank you, Sudah memberikan anak gadis ini bisa melunak" ucapnya dengan mimik muka yang konyol.


Semua tamu yang menyaksikan sangat terkejut dengan ucapan Rony. Suasana yang tadinya haru dan sunyi kini menjadi riuh rendah dengan suara tawa tamu undangan karena kekonyolan Rony.


" Papa..." rengek Liona manja.


" *Mertuaku ini, dari dulu tidak berubah !! lucu sekali. Hihihi. Bagaimana aku akan hidup dengan serius kalau begini? Tapi karakternya memang sangat cocok denganku" batin Devran.


" Hmm.. tidak berubah dari dulu. Selalu menggoda anak gadisnya" batin Irfan.


" Rony, kamu sangat pintar memainkan hatimu. Dulu juga terjadi saat kalian ditinggalkan oleh Mama Liona untuk selama - lamanya. Kamu 3mnyimpan kesedihan itu sangat baik. Bahkan kamu terlihat kuat agar kamu bisa menatap kedepan dan untuk kebaikan putrimu ini" ucap Mama*.


" Sayang... My Princess" ucap Rony kembali.


Hai.. readers... jangan kemana - mana yaaa author akan kembali.


So, jangan lupa komen, like dan vote ya..


thank you...

__ADS_1


happy reading yaa..


💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖


__ADS_2