Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
153.


__ADS_3

" Papa, wajah Papa begitu pucat. Papa semoga Papa tenang di sana ya. Terima kasih Papa bersedia hadir dan melihat anak Papa ini. Maafin Liona yang belum bisa membahagiakan Papa. Bahkan di saat terakhir Papa tidak bisa melihatku bahagia" batin Liona.


Liona tidak berkata apapun. Ingin mengatakan bahwa Papanya ada di depan matanya dan duduk sebagai wali. Tetapi, dia tidak mampu. Hanya dapat meneteskan air mata.


Sedangkan Devran kaget bukan kepalang. Dia juga tidak berkata apapun hanya diam tanpa berkedip dan tidak bisa bergerak. Seakan tubuhnya kaku dan tidak bisa digerakkan sama sekali. Sedangkan lidahnya kelu dan tak dapat berbicara bak orang gagu.


" Ohhh... God !!! Help me please. Siapa saja tolong aku. kenapa aku tak mampu berbicara apapun? Kenapa Om Rony ada di depanku? Menatap tajam diriku. Apakah dia tidak rela jika anak perempuannya aku nikahi?? please Om, jangan menatapku seperti ini. Tenanglah disana Om. Restui hubungan kami" batin Devran.


Semua orang yang berada di dalam ruangan hanya bisa diam tanpa ekspresi. Entah apa yang ada di benak masing - masing tamu.


" Kenapa Devran jadi diam seribu bahasa? Biasanya juga nyerocos tidak menentu" batin Ayden.


Rayina hanya memegang tangan suaminya. Ingin rasanya segera usai semua ini. Rasanya sudah tidak sanggup lagi menahannya.


" Devran !!!" panggil Om Rony.


" Hhhh" helaan yang tercekat dari Devran.


Liona yang hanya menatap Papanya hanya diam dan menyaksikan saja. Karena kesedihannya yang begitu mendalam. Seolah - olah apa yang ada di depan matanya adalah kebenaran yang nyata.


Dia juga mendengar dan menyaksikan panggilan Papanya kepada Devran. Si pemilik hatinya yang kini menjadi pilihan hidupnya.


" Devran !! Kamu siap?" tanya Om Rony lagi.


Devran tidak menjawab hanya dengan angguka berarti mengiyakan. Sedangkan semua orang hanya diam dan diam. Bahkan mereka Devran memperhatikan wajah orang - orang di sekitarnya hanya diam.


" Apa hanya aku yang melihat ini semua? Kenapa semua oranf diam dan seperti tidak mengetahui? Ah, mungkin halusinasiku saja" batin Devran.


Kini penghulu yang menikahkan sudah ada di depan mata. Om Rony segera bertindak sebagai wali kedua mempelai. Ya, pernikahan mereka hanya pernikahan secara islam.


Pernikahan secara negara akan segera menyusul. Dikarenakan semua adalah dadakan. Ide mendadak, persiapan mendadak, jebakan juga mendadak.


Ya, semua ini karena ulah kedua bocah tengil yang kini masih bingung denga keberadaan Om Rony di meja pernikahan itu.

__ADS_1


Devran berulang kali mencubit dan menampar wajahnya sendiri untuk menyadarkan bahwa semua yang dia lihat adalah nya.


Tangan Devran dan Om Rony segera bertaut untuk ikrar ijab qobul.


" Ini seperti nyata!! genggaman tangan om Rony tampak nyata. Ya Tuhan, restu ini benar adanya. Bahkan Om Rony tampak nyata. Hanya dengan sedikit pucat di wajahnya" batin Devran.


" Saya nikahkan engkau dengan anak kandung saya, Liona Rorencia binti Rony Fahrezi dengan mas kawin sebuah cincin berlian dibayar tunai" ucap Om Rony lantang.


" Saya terima nikahnya Liona Rorencia dengab mas kawin tersebut dibayar tunai " jawab Devran.


" *Sah!!!"


" Sah!!!"


" Sah*!!"


Semua orang yang hadir di tempat berkata Sah. Doa segera dikumandangkan. Wejangan - wejangan segera di berikan. Dan tak luput semua bergembira.


Wajah yang awalnya sendu kini menjadi cerah dan sumringah. Ayden segera manu menuju meja pernikahan dan segera membawa Om Rony untuk berganti pakaian.


" Kenapa???" tanya Ayden santai.


" Abang ??? Abang lihat Papa?? Orang - orang semua melihat Papa??" tanya Devran masih dalam keadaan shock.


" Ya, of course!!" jawab Ayden santai.


" Apa maksud abang? Apa abang membohongiku?" Teriak Liona seketika.


Mendengar Liona kini berteriak kepada Ayden. Orang - orang yang riuh rendah kini diam dan memperhatikan pertikaian itu.


" Ya. Tentu saja!!" jawab Rayina dengan gamblangnya.


" Kakak ipar??? Kenapa kalian begitu jahat sama aku?" teriak Liona histeris.

__ADS_1


" Abang benar - benar gak punya hati. Mempermainkan perasaan Liona sesuka hatinya. Abang dan Kakak ipar kenapa sejahat itu?" timpal Devran yang tidak kalah tingginya.


Ayden sudah mulai meradang. Mukanya nampak meremang, rahang pun sudah mulai menggeretak tak karuan. Bola mata itu kini mulai memerah. Rayina yang melihat itu seketika menghalau dengan satu gerakan tangannya. Dan, Ayden mulai diam.


" Jahat?????" tanya Rayina santai.


" Kakak ipar benar- benar tidak punya hati!! Kurang apa kami membantumu kak?? Bahkan kakak mempermainkan perasaan kami !!" ucap Devran membentak Rayina.


Kini, Ayden sudah tidak bisa bersabar. Melihat dan mendengarnya secara langsung saat istrinya dibentak oleh orang lain hatinya begitu sakit. Apalagi yang membentak adalah adikknya sendiri.


" Kenapa?? Istriku jahat? Istriku melukai kalian? Mempermainkan hati kalian?? Lalu apa yang kalian lakukan sebelum ini? Lelucon?? Jawab !!!!" teriak Ayden yang tak kalah emosinya.


Suara menggelegar di setiap ruangan kini sudah sangat menggema. Semua aktifitas orang terhenti begitu saja saat mendengar gelegar suara itu.


" Liona, aku bertanya padamu. Selama ini apakah ada kewajiban dan lain sebagainya dalam pekerjaan yang tidak pernah Rayina berikan untukmu? Apakah Rayina selalu bersikap tidak baik kepadamu? Dan apakah Rayina selalu menekanmu di dalam pekerjaan? Tidak bukan?"


" Dan kau Devran, apakah selama ini kakakmu kurang baik terhadapmu? Bahkan saat kamu mendapatkan hukuman yang sangat berat dari Papa. Siapa yang menolongmu memberikam keringanan? Rayina istriku.


" Dan kalian ingat !!! apa yang kalian lakukan sebelum kejadian ini berlangsung??" tanya Ayden emosi.


" Kalian membuat drama sampah yang membuatku sangat muak !!! "


" Kalian tahu, Istriku yang merencanakan membuat kejutan untuk kalian. Agar kalian bisa meneruskan hubungan yang lebih serius. Istriku juga yang mengatir semua ini. Keperluan kalian juga semua yang menyiapkan istriku. Disaat kehamilannya yang seharusnya istirahat cukup, dia susah payah menyiapkan ini semua!!"


" Kau Devran !! kamu diperintahkan ke Indonesia untuk menengok perusahaan tapi apa yang kamu lakukan? Apakah kamu berpikir, apa ada orang tua yang begitu menyayangi anak perempuan satu - satunya akan menyakitinya!!"


" Kau tidak paham arti cinta seorang ayah Devran. Dan kamu tahu apa yang Papa lakukan untukmu? Papa bertandang ke rumah Om Rony untuk melamar anak kesayangannya, kamu Liona" tunjuk Ayden berkobar - kobar.


" Tapi kalian merusak rencana kami. Dengan seenaknya merancang drama murahan kalian. Dan sekarang aku tunjukkan ini drama yang aku buat untuk membuat kalian jera!!"


" Kamu tidak berpikir, istriku akan bertaruh nyawa untuk menyelamatkan kalian bukan? Karena kalian yang sebenarnya tidak punya hati!!"


" Jadi, simpanlah sunpah serapah dan ocehan kalian yang memainkan drama sesuka hati kalian dengan mempertaruhkan nyawa orang lain dan berkata dengan entengnya. Bahkan kalian menyandra seseorang yang bisa diselesaikan dengan masalah dingin"

__ADS_1


" Aku kecewa dengan kalian !!" ucap Ayden melemah.


__ADS_2