
" Ya Papa, Is there any problem?" tanya Rayina kepada Irfan.
Rayina merasa sangat ketakutan. Karena selama ini Papa mertuanya begitu baik kepadanya. Dan hari ini Papa mertuanya seperti sedang tidak suka dengannya. Ataukah marah dengannya?
" Hahaha... This is very tasty and delicious, according to the tongue of Papa. Do you know? Your homemade Nasi Lemak is exactly what Ayden's grandmother made. Exactly. And this makes Papa touched. Thank you, you have given your best. Miss Papa and Papa's parents got a little better ( Ini sangat enak dan lezat, sesuai dengan lidah papa. Apakah kamu tahu? Nasi lemak buatan kamu sangat persis dengan nenek Ayden buat. Persis. Dan ini membuat Papa terharu. Terima kasih, kamu sudah memberikan yang terbaik. Rindu Papa dengan orang tua Papa sedikit terobati)" terang Papa.
Rayina sedikit kaget dengan tawa Irfan. Tetapi setelah tahu kenapa mertuanya tertawa dia menjadi tersanjung sekaligus terharu. Dia merasa mendapatkan pujian yang berlebih.
" Youre welcome Papa. Thank you all the compliments for me. I feel so happy. And please enjoy it again, hopefully it can treat a little miss ( Sama- sama Pa. Terima Kasih semua pujiannya untuk saya. Saya merasa sangat senang. Dan silahkan dinikmati lagi, semoga bisa sedikit mengobati rindu)" ucap Rayina.
Mama yang melihat adegan tersebut sangat terharu, sehingga menitikkan air mata. Rayina yang melihatnya segera menghampiri Mama mertuanya dan memberikan pelukan kasih untuk menenangkannya.
Semua yang ada di meja makan merasa sangat terharu dengan kedekatan antara menantu dan mertua. Semua terlihat nyata tanpa di buat. Farhan dan Mbak Rum selalu mengambil foto secara sembunyi - sembunyi.
Farhan mengambil foto untuk dikirimkan tuannya sebagai laporan. Sedangkan Mbak Rum mengutip foto untuk kenang - kenangan. Dia selalu melakukan itu semua dari awal bekerja dengan Rayina.
Mereka segera melanjutkan makan malam yang sangat nikmat. Semua orang yang makan masakan Rayina tidak bisa berkata apapun hanya bisa diam dan menikmati. Sesekali mereka memejamkan mata menikmati dan hanya mengangguk - anggukkan kepalanya.
Rayina yang menyaksikan itu semua hanya tersenyum. Semua masakannya lolos uji coba.
Kedua lelaki kecil yang sangat tampan pun terlihat menikmati masakannya. Masakan kesukaan merekapun kandas tak tersisa.
'Alhamdulillah sukses' batin Rayina.
" Rayina, papa have a surprise for you" ucap Papa.
" Really Papa? But finish eating first Pa. Please?" pinta Rayina.
" Okay sayang" ucap Irfan dengan penuh kebahagiaan.
" Mama, come on eating first" ucap Rayina.
__ADS_1
" Okay sayang" jawab Mama lembut.
Farhan yang sudah mengirim momen yang mengaharukan tadi kepada bosnya. Dia hanya menunggu laporan dan perintah selanjutnya.
Setelah semua selesai makan malam, masing - masing segera melanjutkan tugasnya. Mbak Rum dan Siti segera membereskan meja makan. Setelah itu mereka membawa bos kecilnya kembali ke kamar untuk tidur.
" Mbak sebelum itu pastikan semua peralatan sekolah Ben lengkap. Dan jadwal sudah saya siapkan di meja belajarnya. Tolong di cek kembali" perintah Rayina kepada Mbak Rum.
" Baik Bu. Tuan besar, Nyonya besar kami permisi " ucap Mbak Rum dengan agak sedikit membungkuk.
" Okay Mbak. Good night ya, have good a rest" ucap Irfan.
" You too Tuan, Nyonya" jawab Mbak.
Setelah mereka bergegas dengan perintah Rayina, Rayina segera menemani Papa dan mama mertuanya di ruang keluarga. Mereka duduk berdampingan.
Rayina membuatkan smoothie berry untuk mereka . Cocok untuk orang yang sehabis makan berlemak. Dan itu sangat membantu menghilangkan rasa penuh di perut.
" Okay sayang" jawab Mama.
" Ohh ya, what is surprise Pa?" tanya Rayina.
" Surprisenya apa ya? Papa juga bingung. Emmmb" Irfan mengucapkan kata - kata itu dengan sedikit cepat.
Rayina sangat terperanjat mendengarnya. Dia sampai melongo dan melihat mimik wajah Papa mertuanya itu. Dia tidak menyangka bahwa surprise itu adalah Papanya bisa berbahasa Indonesia. Dan dia sampai menutup mulutnya karena saking tidak percayanya.
" Papa benarkah ini? Saya tidak salah dengar bukan?" tanya Rayina kembali.
" Tentu tidak sayang" jawab Irfan.
"Ya sayang, Papa berusaha keras untuk mempelajari bahasa anda. Dia teruja untuk lebih dekat dengan menantunya tanpa jarak. Boleh bertutur secara langsung dengan bahasa yang sama. Dan Papa menjadi lebih berminat apabila Ayden dapat berbahasa Indonesia ( Ya sayang, Papa berusaha belajar dengan giat bahasa kamu. Dia sangat antusias bisa lebih dekat dengan menantunya tanpa jarak. Bisa berbicara langsung dengan bahasa yang sama. Dan Papa semakin tertarik ketika Ayden sudah bisa bahasa Indonesia)" jawab Mama meyakinkan.
__ADS_1
Rayina semakin kaget lagi, ternyata Mama mertuanya bisa bahasa melayu.
"Mama, you can speak malay?" tanya Rayina.
" Yes sayang. Mama sudah lama dapat berbahasa Melayu. But, kerana Papa tidak dapat, Mama mengerti bahasa yang Papa dapat (Mama sudah lama bisa berbahasa melayu. Tetapi Karena Papa tidak bisa, Mama jadi ikut bahasa yang Papa bisa)" jelas Mama.
" Baiklah. Mama bisa belajar bahasa Indonesia slowly. Karena bahasa melayu hampir sama dengan bahasa Indonesia. Dan sepertinya itu tidaklah sulit. Right?" terang Rayina.
" All right sayang" jawab Mama.
" Okay lah Ma, Pa.. Silahkan di nikmati smootienya. Nanti kalau sudah mau beristirahat kamar Papa dan Mama sudah disiapkan. Saya mau melihat anak - anak dulu. Permisi ya Ma, Pa" ucap Rayina.
" Okay sayang. Good night. Selamat istirahat dan mimpi indah" ucap Irfan.
" You too Ma, Pa. Permisi" ijin Rayina.
Rayina segera menuju kamar anak - anaknya. Memastikan kembali keperluan sekolah Ben dan memastikan juga anaknya sudah meraih selimutnya. Dan sudah bermimpi indah di tidurnya.
Setelah memastikan itu semua, Rayina juga memastikan Farhan. Dia yang bertugas menjaga pintu depan. Mengganti sebagai satpam. Memastikan pula semua pintu sudah tertutup rapat.
Semua di kroscek Rayina tanpa terkecuali. Hal itu terlihat dari cctv pantauan Farhan.
" Nyonya memang berbeda, dia sangat perduli dengan orang - orang terdekatnya. Tidak membedakan status sosial juga. Ahh.. sangat berbeda dengan nyonya yang dulu. Pantas Bos sangat over protektif" gumam Farhan.
Farhan sudah melihat nyonyanya akan keluar, Farhan segera keluar untuk menyapa dan meyakinkan semua sudah beres. Tanggung jawabnya berjaga sudah dilaksanakan. Semua keamanan sudah di perketat dengan lapisan pengaman.
Karena memang mansion ini di lengakapi fasilitas canggih yang di buat untuk pengaman super ketat tetapi tidak mengganggu kenyamanan sang pemilik rumah.
Rayina segera kembali masuk kamar. Dirabanya kasur sebelahnya. Dia merasa sangat merindukan suaminya. Dia hanya bisa merasakan aroma tubuh suaminya yang menempel di bantal.
Rayina hanya bisa memeluk bantal sebagai obat rindu kepada suaminya. Tetapi kemudian dia memakai piyama tidur suaminya yang hanya menempel beberapa menit di tubuhnya. Belum lama dipakai tetapi sudah dilepas kembali. Dan hanya menggunakan selimut sebagai penutup tubuhnya.
__ADS_1
Rayina memakainya dan memeluk bantal yang di pakai suaminya. Dia kemudian terlelap...