Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
78.


__ADS_3

" Kakak ipar tenanglah, tunggulah sebentar lagi aku kan menyelesaikan jaringannya. So, kakak ipar tolong benahi dulu rancangan model yang aku pilih. Kakak ipar setuju atau tidak dengan model yang aku rancang" pinta Devran.


" Okey lah. Dev, kamu jangan melanggar aturan yang ada ya!" peringatan dari Rayina.


" Siap kakak ipar" jawab Devran santai.


Rayina kemudian langsung memeriksa model yang sudah Devran buat. Sepertinya Rayina setuju dengan modelnya. Karena dipakai untuk laki - laki maupun wanita cocok.


" Mas, bagaimana menurut mas?" tanya Rayina kepada Ayden.


" Okey juga sayang. Dev, kamu yang buat?" tanya Ayden kepada Devran..


" Iya bang. Bagaimana menurutmu? Abang biasa lebih detil dalam masalah model" tanya balik Devran.


" Cocok! bisa dipakai wanita atau lelaki Dev. Seprtinya kita pakai model ini saja sayang" terang Ayden.


" Oke. Dev, untuk model abangmu sudah cocok. Kakak juga oke. Tinggal masalah peretasan. Bagaimana? sudah selesai?" tanya Rayina.


" Sudah kakak ipar. Lihatlah" jawab Devran.


Rayina kemudian mendekati Devran untuk memeriksa jaringan yang sudah diretasnya.


" Dev, lacak nomor telpon Aleena. Dari situ kita akan mendapatkan banyak informasi" pinta Rayina.


" Oke kakak ipar. Titahmu dilaksanakan" kekeh Devran.


" Ini kak nomor telpon Aleena" ucap Devran.


" Retas !!!" perintah Rayina.


Ayden tidak menyangka istrinya ternyata snagat tegas dalam memimpin sebuah pekerjaan. Dia bersikap tegas kepada Devran agar segera terselesaikan misi yang ada di otakknya.


" Sadap maksud kakak" tanya Devran.


" Retas dulu Devran. Kita lihat apa saja yang ada di dalam ponselnya. File dan lain halnya. Apakah kita dapat menemukan sesuatu yang perlu kita sadap. Untuk berjaga- jaga" terang Rayina.


" Baiklah" jawab Devran.


Segera Devran melaksanakan perintah Rayina. Secepat mungkin dia dapat meretas data ponsel Aleena.


" Kakak ipar, dapat !!" teriak Devran kegirangan.


" Sadap semua Dev. Jangan lupa siapa saja yang dia hubungi semuanya kamu sadap" perintah Rayina.


" Oke kakak ipar. Waiiiitttt !!!" Devran terhenyak.

__ADS_1


" Apa Dev? " tanya Ayden dan Rayina berbarengan.


" Mr. X??" Devran tampak berfikir.


Selama dia bekerja di dunia hacker. Banyak orang yang sering dia ketahui. Dan tak sedikit dari mereka adalah mafia kelas kakap.


" Dev, kamu tahu?" tanya Ayden penasaran.


" Aku tidak tahu bang. Terasa asing di dunia mafia" jawab Devran cepat.


" Ya sudah, sadap semua percakapan baik pesan ataupun telepon. Data dan file pendukungnya juga Dev. Kita akan cari tahu setelah ini" ucap Rayina.


" Okay kakak ipar. Sepertinya sudah selesai kita meretas" jawab Devran.


" Segera kita selesaikan alat kita. Sempurnakan sebaik mungkin. Selanjutnya kita akan memperbanyak untuk seluruh pasukan yang sudah di siapkan" terang Rayina.


Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang. Rayina menyadari bahwa suaminya mulai resah untuk meninggalkan keluarganya. Terlebih Papanya saat ini masih dalam pemulihan. Hanya kepada Devran dia mempercayai semua ini.


" Dev, kakak akan menyiapkan keperluan abangmu. Kamu selesaikan rakitannya nanti setelah selesai aku akan memeriksanya. Bisakan?" tanya Rayina.


" Serahkan saja kepadaku kakak ipar" jawab Devran.


" Mas, aku akan memeriksa keperluan yang akan dibawa. Jadi aku akan kembali ke kakamar. Ganesh ayo sama bunda. Ganesh harus bobok siang dulu sama mbak ya" pinta Rayina.


" Mas, ada sesuatu yang kurang? Apa lagi yang akan mas bawa?" tanya Rayina.


" Tolong cek ulang sayang" pinta Ayden.


Rayina kemudian mengecak kembali koper yang akan dibawa kerja oleh suaminya. Dia sibuk menata dan membolak balikkan apa saja yang kurang. Selesai itu dia kemudian menyiapkan seragam yang akan dipakai suaminya.


Kebutuhan Ayden selama mempunyai istri selalu terpenuhi. Penampilannya juga lebih terekspose. Karena memang dalam pekerjaannya penampilan sangat menunjang.


" Mas, bersiaplah. Semua sudah ready. Aku siapkan makan siangnya" pinta Rayina.


" Baiklah sayang" jawab Ayden malas.


Semua sibuk dengan persiapan masing - masing. Ayden masih tampak malas. Libur seharinya sangat kurang untuk keluarganya.


" Andai saja itu adalah perusahaanku, aku bisa seenak jidat mengatur semuanya" batin Ayden.


Selesai bersiap Ayden kemudian menyeret kopernya menuju ruang keluarga. Ruang keluarga masih menyatu dengan meja makan. Karena memang Ayden sengaja tidak memberi sekat di sana. Agar terlihat lega.


" Mas, ready?" tanya Rayina yang masih menyiapkan makan siangnya.


" Kemarilah. Duduklah. Sudah aku siapkan" pinta Rayina.

__ADS_1


" Sayang, ini bekalku?" tanya Ayden.


" Emb.. mas nggak mau bawa bekal ini? Jika mas tidak mau ya uda tidak apa mas" jawab Rayina.


" Tentu saja mau dong sayang. Walaupun di sana pasti makanan sudah disediakan sedemikian rupa. Tetapi aku lebih memilih masakan istriku ini" jawab Ayden sangat bahagia.


" Sayang, boleh tidak bekalku di tambah?: tanya Ayden.


" Apakah mas mampu menghabiskan semuanya?" tanya Rayina keheranan.


" Bukan begitu. Aku akan membagikan kepada rekan kerjaku. Boleh?" pinta Ayden sambil menikmati makan siangnya.


" Tentu saja boleh mas, ini juga sudah aku siapkan. Tidak perlu khawatir" jawab Rayina dengan menyiapkan bekal suaminya.


Ayden sudah siap akan berangkat. Farhan baru saja pulang menjemput bos kecilnya. Ben yang melihat ayahnya menenteng koper dan memakai seragam sudah paham dengan itu.


" Ayah..." teriak Ben.


" Are you go now? Do you go to work now ayah?" tanya Ben.


" Yes sayang. Why?" tanya Ayden.


" Okay lah . Hati - hati ayah. Aku akan menjaga bunda dan adik dengan baik di rumah" jawab Ben yakin.


" Thank you sayang.." jawab Ayden.


" Mas, take care and take health ya. Jangan lupa makan. Jaga diri, jaga hati karena masah ada hati yang masih dijalani " canda Rayina.


" Iya sayang. Kamu juga hati - hati juga sayang. Jaga diri kamu juga" pamit Ayden.


Rayina dan Ben segera mencium tangan suami dan ayahnya dengan takdzim. Berharap pulang dengan selamat dan sehat.


Ayden kemudian mengrluarkan mobil Porsche Taycan nya. Dia tidak mau diantarkan oleh Farhan. Dia tahu Farhan masih sangat lelah karena bekerja seharian. Ayden membiarkan Farhan beristirahat sebentar dan dia berangkat bekerja sendiri.


Dengan wajah yang ganteng, postur tubuh yang sempurna dan dengan kendaraan yang menunjangnya. Wanita mana yang tidak tertarik dengannya. Rayina yang sudah menjadi istrinya saja masih selalu mengagumi suaminya yang begitu sempurnanya.


Rayina selalu bersyukur sudah ditemukan Ayden yang begitu sempurna. Menjadi suami dan menjadi ayah yang sangat baik.


" Ben, ayo kita masuk. Bunda sudah menyiapkan makan siang kesukaan kamu. Ben mau?" tanya Rayina riang kepada Ben.


" Of course bunda.. Masakan bunda snagat lezat" jawab Ben semangat.


Mereka berdua kemudian masuk rumah. Rayina menyiapkan makanan. Ben segera masuk kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.


Tak lupa Rayina menyuruh mbaknya untuk memanggil Mama dan Papa mertuanya yang sedang istirahat. Semua pekerjanya juga disuru berhenti untuk beristirahat. Devran yang masih berada di ruang kerja di telponlah oleh Rayina untuk bergabung di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2