Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
12 Lari Pagi


__ADS_3

Rayina hanya menggerutu lirih 'Ahh malah aku yang disuruh sama Mbak. Hahaha'. Rayina hanya bercanda seperti itu karena baginya Mbak sudah seperti keluarga sendiri, saudara sendiri. Susah senang selalu menemani Rayina.


Sejak kehadiran Ganesha, Rayina sudah meminta Mbak membantunya. Awalnya Mbak hanya membantu mengurus Ganesha. Tapi ternyata Mbak orangnya ringan tangan. Apapun dia kerjakan selama Ganesha dalam pengawasannya.


Rayina kemudian keluar membawa teh hangat dan pisang goreng wijen dengan saus madu yang sudah siap di nampan.


Rayina : "Mas, silahkan di minum tehnya. Sekalian kudapannya".


Rayina tiba - tiba keluar mengagetkan Rizky yang sedang memandangi sebuah foto di layar ponselnya. Seketika ponsel Rizky jatuh kebawah. Rayina jadi tidak enak hati .


Rayina :" Maaf mas, jika mengagetkan. Ponselnya ada yang rusak?".


Rizky :" I'ts Okay Rayi, tak apa lah. Oke saya cicipi ya".


Rayina :" Iya mas, Silahkan".


Rizky :" Anak ganteng dimana Rayi? Dia ikut kan?"


Rayina :" Iya mas, masih siap- sama Mbak".


Kemudian Rizky dan Rayina menikmati teh hangat dan cemilannya. Sembari menunggu Mbak yang siap- siap dengan anak lelaki satu - satunya Rayina.


Mbak :" Bu, kita sudah siap. Mari Bu, Pak".


Rayina :" Mas, ayo.. "


Rizky :" Oke. Goo... Semua dikunci dulu Rayi."


Mbak :" Bu, Ganesha sama Ibu dulu, saya akan mengecek semuanya dulu dan mengunci semua pintu".


Rayina :" Ah.. baiklah nyonya. Hahaha".


Rayina hanya terkekeh geli dengan sikap Mbaknya itu. Memang Mbak nya itu seperti itu. Rizky yang hanya memeperhatikan kedua wanita ini hanya tersenyum.


Ternyata dia tidak salah memilih dan menjatuhkan hati kepada Rayina yang sangat baik dan tidak membedakan dirinya dengan Mbaknya itu.


Mereka kemudian segera berjalan mengelilingi komplek tempat tinggal Rayina. Di sebelah barat komplek ada sebuah danau buatan yang sangat indah. Biasanya setiap weekend banyak sekali orang yang berolahraga dan hanya duduk menikmati pemandangan.


Rayina juga kadan menikmati sore bersama anak kesayangannya itu di danau tersebut. Selain pemandangan hijau asri ada berbagai macam permainan anak - anak.


Mereka kemudian memutari danau untuk memulai aktifitas olah raga ringan tersebut. Sesekali Rizky bertanya ringan tapi serius. Sedangkan Mbak dan Ganesha menunggu di taman bermain saja.


Mbak sudah menyiapkan sarapan untuk jagoan Rayina tersebut dan susu kesukaannya juga. Mbak sangat perhatian terhadap Ganesha. Kasih sayangnya pun seperti untuk anaknya sendiri.


Rizky : " Rayi, apakah kamu tahu artinya Rayi ?".


Rayina :" Tentu saja mas, Kenapa dengan namaku mas?".


Rizky : " Tidak ada maksud apapun. Makannya saya selalu memanggilmu dengan nama Rayi. Bukan Rayina seperti yang lainnya. Kamu paham maksudku?"

__ADS_1


Rayina :" Iya mas, sangat paham. Terserah mas mau panggil saya apa. Yang penting sesuai dengan nama saya ".


Rizky :" Baiklah Rayiku "


Rayina hanya melongo mendengar dia diapanggil dengan sebutan " Rayiku". Sesaat Rayina melupakan Ayden yang sudah bersinggah di hatinya. Bagina Rizky adlaah teman barunya yang enak diajak ngobrol. Rayina juga belum tahu pasti tentang karakter Ayden.


Rayina adalah orang yang diam tetapi mengamati. Dia juga bukan wanita yang ceroboh dalam memilih. Rayina hanya realistis dalam pilihannya itu.


Setelah mereka merasa cukup untuk olah raga pagi. Segera mereka menghampiri Ganesha yang masih menikmati sarapan paginya dengan Mbak. Ganesha tampak lahap menikmati sarapannya itu.


Rayina :" Hay boy, sudah selesai makannya ?"


Mbak : " Tunggu sebentar lagi bunda, dedek belim abis mamamnya".


Cicit mbak yang menirukan suara anak kecil.


Rayina :" Baiklah".


Tiba - tiba Rizky sudah hilang entah kemana. Rayina mencari kesetiap sudut danau tak nampak seorang Rizky di matanya. Seketika ada seseorang menepuk bahunya.


Rizky :" Nyari siapa Rayiku? hmm?".


Rayina :" Mas dari mana? Kok tiba - tiba menghilang?".


Rizky :" Nih.. minum biar seger".


Rizky menyodorkan air mineral kepada Rayina.


Tring


Tring*


Ponsel Rizky berdering, tetapi masing - masing sibuk mencari ponsel di saku celananya. Karena nada dering keduanya tanpa sengaja sama.


Rayina :" Bukan punya saya mas ".


Rayina mengangkat ponselnya dan menunjukkan kepada Rizky.


Rizky :" Ahaaa... punyaku berati Rayiku".


Kemudian Rizky tampak berbincang serius.


Rizky :" Baiklah, nanti gantian saja. Semoga lekas sembuh ya".


Kemudian Rizky menutup telponnya.


Rayina :" Kenapa mas?".


Rizky :" Tukar jam kerja Rayi. Temenku istrinya sakit. Dia cuti dan bagian kami tukar jadwal piket".

__ADS_1


Rayina :" Oh.."


Rizky :" Hanya itu saja Rayiku?".


Rayina :" Terus?".


Rizky :" Besok pulang kerja aku jemput. Aku ajak jengukin istri temenku ya? Kamu keberatan tidak?"


Rayina :" Insyaallah mas, liat besok ya?".


Rizky :" Baiklah. Hay boy, kamu sudah selai makan? kita pulang ya. Sudah lumayan capek nih".


Ganesha :" He em".


Semua hanya tertawa mendengar jawaban dari Ganesha. Dia juga ternyata sudah ingin kembali kerumah.


Mereka segera pulang kerumah dan Rizky kemudian pamit pulang. Agar bisa istirahat sebentar. Karena jam kerjanya ganti.


Rayina kemudian melanjutkan aktifitas rutinnya. Dia setiao hari minggu selalu mempercantik taman mungilnya atau entah kegiatan apapun yang dia lakukan.


Karena hari ini hari minggu, Mbak agak sedikit beristirahat karena bisa bergantian menjaga Ganesha dengan Juragannya itu.


Rayina juga tidak keberatan kalau Mbaknya itu santai di hari libur. Karena sesuai kesepakatan jika hari libur Mbak bisa cuti untuk pergi bertemu dengan teman atau sahabat atau pacarnya.


Rayina bukan seorang majikan yang selalu mengekang pembantunya. Tetapu dia menempatkan diri sebagai Mbaknya itu. Jika seseorang juga butuh privasi.


Rayina :" Mbak, nggak keluar gitu? Ini kan libur. Sana jalan!"


Perintah Rayina kepada Mbaknya itu.


Mbak :" Tidak Bu, hari ini tidak ada jadqal kencan sama temen. Ibu mau jalan atau mau kemana?"


Rayina :" Ah.. Baiklah. Nanti sore kita nonton aja Mbak. Sekalian jalan- jalan. Atau kita makan diluar saja. Bagaimana?"


Mbak :" Baiklah Bu, sekarang Ibu kalau mau mainan tanah silahkan. Saya jaga jagoan saja. Nanti temenin Ibu di depan".


Rayina :" Ayo Mbak. Bolehlah kalau begitu".


Rayina sangat menyukai kegiatan menanam. Selain hobbt dia juga ingin seuprit lahan tanahnya ditumbuhi bunga kesukaannya, bunga Ester.


Rayina sangat suka jika sudah berhubungan dengan tanaman. Suka lupa waktu jika memandangi tanaman itu. Dia selalu mengajak bicara tanamannya bagai orang gila.


Mbaknya juga paham, jika tanaman dirawat dengan hati dan dijaga dengan sayang, tanaman itu akan tumbuh dengan sangat baik dan menghasilkan tanaman yang terbaik.


Itulah yang dilakukan Rayina. Seketika adzan Dzuhur berkumandang. Rayina baru menyadarinya bahwa dia sudah hampir 3 jam berkutat di taman. Merawat bunga - bunga kesayangannya itu.


Rayina :" Alhamdulillah, adzan dzuhur Mbak. Kita bereskan semua saja. Toh juga sudah selesai, Ganesha juga sudah mulai ngantuk tuh".


Mbak :"Baiklah Bu, mari saya bereskan. Ibu masuk saja bu".

__ADS_1


Rayina :" Baiklah. Terimakasih ya Mbak sudah membantu saya. Ganesh... Ayo masuk sama Bunda".


Mbak :" Sama - sama Ibu Rayina yang cantik "


__ADS_2