Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
73.


__ADS_3

" Baiklah, kami akan segera memproses laporan bapak dan ibu. Ibu dan Bapak bisa pulang terlebih dahulu. Kami akan segera memberitahu kelanjutannya" tutur Polisi.


" Baiklah. Terimakasih." jawab Ayden sambil berjabat tangan.


" Mari pak" ucap Rayina selanjutnya dan berjabat tangan pula.


" Maaf bu, kalau ada lowongan detektif di lembaga kami. Ibu bisa ikut mendaftarkan diri" ucap Polisi.


" Ya. Pak.. Terima kasih. Tetapi sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ibu dengan empat orang anak. Saya rasa pekerjaan dirumah sudah sangat banyak. So, saya tidak mau dia terlalu capek. Terimakasih atas tawarannya" ucap Ayden


Mereka kemudian bergegas pulang. Rayina hanya menanggapinya dengan senyuman. Rayina tahu bahwa suaminya saat ini dilanda badai marah.


Terlihat dari wajah tampannya yang selalu di tekuk. Membuat Rayina semakin gemas dengan kelakuan bayi tuanya itu.


" Why sayang? Dia kan hanya menawarkan. Bukan menginginkan. Kenapa cemburu?" tanya Rayina lembut sembari berjalan menuju mobil yang sudah diparkirnya.


" Seperti memaksa kamu untuk tetap berada di lembaga itu. Aku tidak suka. Banyak basa - basi" cerocos Ayden dengan penuh kejengkelan.


" Ya sudah lah, toh kamu sudah menjawab dengan telak. Tidak usah diperpanjang. Dan aku akan menjadi Ibu dengan empat orang anak. Right?" tanya Rayina meledek.


" Hihihi... sayang... " jawab Ayden melembut dan manja.


" Sayang bagaimana keadaan rumah? Dan untuk penjagaan bagaimana? Kamu sudah menugaskan pengawalan rumah kan?" tanya Ayden beruntun.


" Sudah, sebenarnya..." jawab Rayina.


Flash back on


Saat Rayina dan Ayden menuju ke kantor polisi. Rayina masih membuka ponselnya. Dan itu tidak disadari oleh Ayden.


Rayina membuat tak tik pengamanan di rumah. Masing - masing pengawal sudah mempunyai ID card elektrikyang bisa dipantau melalui ponselnya. Jadi setiap pergerakan sudah diketahui oleh Rayina.


Rayina hanya mengatur letak dan tatanan pengamanan. Kemudian mentransfer ke kepala pengaman. Dia hanya memantau dari ponsel canggihnya.


" Sudah siap?" tanya Rayina.


" Sudah nyonya" jawab Kepala pengaman.


" Bagus ! perketat penjagaan. Jangan sampai kecolongan lagi" perintah Rayina.


Flash back off

__ADS_1


" Begitulah kiranya mas, aku memang tidak pernah melepas ponsel ini dari genggamanku. Aku tidak tahu kenapa aku selalu menjaga keamanan rumah semenjak pindah ke negara ini. Sepertinya kamu bukan orang biasa saja. Apakah ada yang mas sembunyikan dariku?" tanya Rayina menyelidik.


" Embb.. tentu tidak dong sayang. Oh.. jadi kamu tadi telpon dengan kepala pengaman?" tanya Ayden mengalihkan pembicaraan.


" Ya, seperti yang mas lihat tadi" jawab Rayina.


Ayden memang masih merahasiakan bahwa dia juga bekerja sebagai CEO di perusahaannya sendiri. Dia memang lebih berkecimpung di dunia penerbangan.


Passionnya adalah menjadi flight engineer yang profesional. Dan itu sudah terbukti.


Apa itu pilot and flighr engineer?


Pilot and Flight Engineer atauΒ FEΒ memiliki tiga buah garis pangkat yang biasanya agak sedikit berbeda. Kebanyakan perusahan penerbangan menambahkan garis bayangan berwarna ungu diantara garis pangkat pada seragam Flight Engineer.


Flight Engineer duduk di belakang Captain dan First Officer, menghadap pada tombol-tombol penting yang mengatur system pada pesawat.


Walaupun Flight Engineer tidak menerbangkan pesawat seperti Captain dan First Officer, Flight Engineer memiliki tugas yang sama pentingnya yaitu memonitor dan mengoperasikan serta bertanggung jawab atas bekerjanya system pesawat tersebut.


Pekerjaan yang menuntutnya itu terkadang dibutuhkan apabila dalam keadaan yang mendesak. Jika tidak Ayden hanya berada di kantor dan mengawasi sistem dari kantornya. Selebihnya dia mengatur ponsel canggihnya untuk mengawasi perusahaan yang dia punya.


Perusahaan yang dia dirikan sendiri tanpa bantuan Irfan sang Papa. Dia belajar dari nol. Dia sadar suatu saat pasti dia akan meninggalkan pekerjaannya saat ini dan kembali memegang penuh perusahaan Papanya.


Perusahaannya saat ini masih di kelola oleh Devran. Itupun tanpa sepengetahuan Papa dan Mamanya. Mereka selalu kompak untuk urusan bisnis.


Di dalam mobil hanya ada dua orang yang saling diam menatap jalanan. Masing - masing bergelut dengan pemikiran maisng - masing. Entah apa itu, baik Ayden maupun Rayina sungkan untuk mengungkapnya.


Sesampainya di rumah. Tanpa meminta bantuan orang rumah. Rayina membuka akses pintu rumah untuk masuk. Sensor yang sudah dipasang tetap dikatifkan agar dapat dikenali dan dapat masuk kerumah.


Ayden merasa sangat lelah hari ini. Setelah beberapa kejadian yang membuatnya berpikir dalam. Tetapi dengan mudahnya wanitanya mematahkan masalah itu dengan sangat cepat dan sempurna.


Mereka kemudian masuk rumah.


" Assalamualaikum " ucap Rayina dan Ayden bersamaan.


" Mbak, tolong buatkan saya jus jeruk dan buatkan saya jahe anget. Antarkan ke kamar" perintah Rayina.


Ayden hanya menurut saja dengan ucapan Rayina. Dia tidak tahu mengapa istrinya meminta dibuatkan dua minuman dengan berbeda jenis sekaligus.


Mama, Papa dan Devran menunggu di ruang keluarga. Rayina tahu akan hal itu. Rayina kemudian mendekat.


" Ma, Pa Dev" sapa Rayina diausul Ayden dan kemudian mereka mencium tangan kedua mertuanya itu.

__ADS_1


" Ma, Pa istirahatlah. Urusah hari ini sudah clear. Polisi segera bekerja. Kita tunggu hasilnya. Tidak perlu khawatir. Istirahatlah dengan tenang" pinta Rayina lembut.


" Oh ya, anak - anak sudah tidur Ma? apakah mereka merepotkan Mama? Apakah Ben sudah belajar dan menyiapkan keperluan sekolahnya?" tanya Rayina memberondong.


" Finished all sayang. Tidak perlu khawatir akan hal itu" jawab Mama lembut.


" Baiklah kalau begitu. Papa kembali ke kamar dengan Mamamu" ijin Papa.


" Silahkan Pa, Ma" jawab Ayden.


" Saat pertama kali melihatnya hanya mampu berkata 'cantik' dan dipikiranku hanya seorang wanita yang sudah menaklukkan gunung es. Seorang wanita yang hanya bisa memenuhi kebutuhan anak dan suaminya saja. Kelembutannya membuat semua orang melunak bagai terkena sihirnya. Seorang Ibu rumah tangga pada umumnya yang tidak ada kelebihan sama sekali. Kali ini aku menyaksikan sendiri Kakak iparku yang begitu perfect bisa mendampingi abangku yang hanya bisa bertindak ceroboh. Ya Tuhan.. sisakan untukku wanita yang seperti ini, please" guman Devran dalam hati.


" Dev, istirahatlah. Besok kita lanjutkan lagi. Pasti kamu lelah. Perjalan ke rumah ini saja sudah memakan waktu dan istirahatmu bukan? Ditambah lagi tadi dengan insiden yang sudah terjadi" pinta Rayina.


" Baiklah kakak ipar aku pamit. Bang aku masuk kamar dulu" pamit Devran.


" Okay bro.. selamat malam, selamat istirahat" jawab Ayden.


" Ayo sayang, kita masuk" pinta Ayden dengan mengulurkan tangannya.


Direngkuhnya pinggang langsing istrinya itu. Rayina langsung bersandar di lengan suaminya karena suaminya yang tinggi atau dia yang pendek.


Mereka segera masuk ke kamarnya. Sebelum mereka merebahkan tubuhnya, Rayina selalu membiasakan diri untuk segera membersihkan diri dan merawat tubuhnya.


" Mas, airnya aku siapkan dahulu" ucap Rayina.


" Kita bareng kan?" tanya Ayden menggoda.


" Embbbbb..... aku pikirkan" jawab Rayina.


Tiba - tiba Ayden mendekati Rayina dengan cepat dan segera menggendong istrinya dan masuk ke kamar mandi.


" Aaaahhhhhh massss... turunkan aku.." teriak Rayina.


Hai... hai... readers...


Jangan lupa Vote, like dan komennya ya...


Terima kasih sudah setia dan menunggu up nya...


happy reading ya...

__ADS_1


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


__ADS_2