Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
72.


__ADS_3

Rayina menunggu Farhan membawa yang ia perintahkan. Tidak menunggu waktu lama, Farhan sudah berada tepat di samping nyonyanya itu.


" Farhan, cepat taburkan bedak di seluruh permukaan bungkus barang itu !" perintah Rayina.


Empat pasang mata dengan seksama menyaksikan apa yang di lakukan wanita itu. Tanpa bertanya dan berisik, mereksa seolah telah membuat kesepakatan untuk bungkam dan tidak menjadi perusuh dalam hal ini.


" Nyonya, sudah" ucap Farhan.


" Okay Farhan, tolong ambilkan box itu" perintah Rayina.


Tanpa menjawab Farhan segera bergegas mengambil box warna hitam yang berada di samping Tuannya.


" Ini nyonya" ucap Farhan.


" Buka, selanjutnya kamu ikuti perintahku" perintah Rayina.


Hanya anggukan yang menjadi jawaban dari Farhan.


" Sudah ratakan semua bedaknya Farhan?" tanya Rayina.


" Sudah nyonya " jawab Farhan cepat.


Sebenarnya untuk mengambil sidik jari seseorang biasanya menggunakan bubuk sidik jari. Bubuk sidik jari adalah bubuk yang sangat halus berwarna hitam atau putih. Bubuk putih digunakan untuk mengangkat sidik jari dari benda-benda yang berwarna gelap sedangkan bubuk hitam digunakan untuk mengangkat sidik jari dari benda-benda berwarna.


Biasanya pejabat pemerintah menggunakan bubuk putih berbahan dasar talk atau bubuk hitam berbahan dasar grafit. Kadang, ketika harus mengangkat sidik jari yang sulit atau sidik jari yang melekat di benda berwarna-warni atau bertekstur, mereka menggunakan bubuk khusus yang berpendar di bawah sinar hitam.


Apabila tidak mempunyai bubuk khusus sidik jari bisa menggubakan bedak, tepung jagung atau bubuk coklat.


" Farhan ambilkan kuas yang halus" perintah Rayina.


" Baik nyonya" jawab Farhan cepat.


Kuas dengan serabut yang kecil dan halus sangat dibutuhkan dalam hal ini. Kuas rias atau kuas lukis kecil adalah pilihan yang baik. Pastikan serabutnya halus dan tidak kaku setelah dibilas dalam air dan kembali seperti semula.


" Farhan Perekat" pinta Rayina.


" Oke nyonya" jawab Farhan.

__ADS_1


Gunakan perekat transparan. Kamu bisa menggunakan perekat seperti yang digunakan untuk membungkus paket. Jangan gunakan perekat berwarna, seperti perekat lukis warna-warni atau lakban. Perekat ini akan digunakan untuk mengangkat sidik jari setelah bubuk ditaburkan di atas sidik jari.


"Farhan kertas" pinta Rayina.


" Siap nyonya" jawab Farhan.


Rayina segera menyiapkan kertas. Jika akan menggunakan bubuk butih, pilih kertas konstruksi hitam sehingga pola sidik jari terlihat kontras di atasnya dan mudah dilihat. Jika menggunakan bubuk gelap (bubuk cokelat atau bubuk hitam), cukup gunakan kertas putih polos.


" Farhan ambilkan mikroskop" pinta Rayina.


" Ini nyonya" jawab Farhan.


Rayina kemudian menggunakan permukaan kaca objek mikroskop yang lembut dan datar. Kaca objek mikroskop adalah alat yang sempurna untuk meletakkan sidik jari.


Rayina kemudian dapat menemukan hasil sidik jari tersebut.


" Farhan simpan sidik jari itu sebagai bukti dan barang haram ini. Kita bisa jadikan bukti konkrit. Berbekal dengan bukti cctv polisi akan tahu kebenarannya" perintah Rayina.


" Mas, segera buat laporan untuk kasus ini. Aku tidak mau menundanya. Karena ini adalah kriminalitas yang terjadi. Segera di selesaikan" pinta Rayina.


" Farhan, bereskan semua alat dan simpan di tempat biasa. Selanjutnya tugas kamu adalah mengisi amunisi dan bersiap. Jagalah rumah dan semua anggota keluarga" perintah Rayina kembali.


" Ma, Pa, saya mau minta tolong. Papa dan Mama jaga rumah dan anak - anak. Jangan biarkan pintu terbuka sedikitpun. Farhan akan berjaga diluar. Nanti anak buah Papa akan aku atur penjagaannya. Agar tidak mencolok" papar Rayina.


" Thomas mempunyai modus untuk memfitnah keluarga ini dan jika ada buktinya pekerjaan mas akan menjadi taruhannya. Karena maskapai mas tidak menerima alasan apapun terkait karyawannya yang dengan sengaja atau tidak memakai dan ataupun mengedarkan barang haram tersebut akan dikenai sanksi penalti alias pemecatan tanpa hormat" terang Rayina.


Semua orang yang mendengarkan penjelasan Rayina semakin melongo dibuatnya. Bagaimana mungkin wanita sekecil ini bisa mendapatkan pemikiran sebesar ini. Bahkan tanpa ada keraguan dalam menjalankan aksinya itu.


Papa, Mama, Devran dan Ayden seperti tersihir dengan permintaan nyonya rumah ini. Semua yang dikatakan Rayina memang benar adanya.


"Apakah ini menantuku, Rayina?" batin Irfan.


" Rayinaku? benarkah? secerdas ini?" Ayden.


" Wanita luar biasa" batin Mama tersenyun.


" Aku benar - benar tidak menyangka. Kakak iparku bahkan mempunyai ide yang sangat briliant. Ternyata jauh dari dugaanku. Ku pikir dia hanya seorang wanita lembut pilihan abang. Tapi ternyata pemikiran dan idenya sangat keren" batin Devran.

__ADS_1


Mereka larut dalam pikiran masing - masing. Semua yang diperintahkan Rayina segera dilaksanakan. Sedangkan Rayina dan Ayden segera menyiapkan dan mengumpulkan bukti.


Mereka kemudian menuju kantor polisi. Guna melaporkan kegaduhan kecil yang sudah di buat Thomas.


Sebenarnya Rayina masih ingin bermain - main dengan Thomas sedikit lebih lama. Tetapi jika menyangkut barang haram, Rayina tidak mau menunda.


Semua penjagaan rumah dijaga dengan ketatnya. Semua akses masuk dan keluar juga dalam pantauan. Walaupun alat - alat yang digunakan belum terlalu sempurna, itu sudah bisa menolong Rayina memantau kondisi rumah.


Rayina kini tahu ada keterkaitan antara Aleena dan Thomas. Dari awal Aleena memberikan sepucuk surat. Kemudian mencerna dari cerita yang sudah berlalu dan sekarang Thomas meletakkan kokain untuk memfitnah Ayden.


" Sebenarnya apa yang dia mau?" tanya Ayden.


" Kamu dan seluruh hartamu mas" celetuk Rayina.


Kini Rayina dan Ayden sudah berada di dalam mobil. Kantor polisi lumayan jauh dari posisi mansion tempat tinggal mereka. Butuh waktu kurang lebih lima belas menit untuk sampai ke kantor polisi.


Sesampainya di kantor polisi, Rayina tanpa ragu masuk dan melaporkan semua kejadian. Untuk saksi - saksi bisa dipanggil jika diperlukan. Tetapi bermodal dengan cctv polisi lebih percaya. Karena bukti sudah cukup.


" Maaf bu saya mau bertanya kepada anda " tanya Pak polisi


" Ya. kenapa?" jawab Rayina.


" Apakah istri saya melakukan kesalahan?" tanya Ayden.


" Oh.. tidak Pak, bu. Siapa yang membantu anda mengambil sidik jari?" tanya Pak polisi.


" Istri saya pak" jawab Ayeen tegas.


" Bagaimana anda bisa berpikir sejauh ini. menyiapkan segala bukti yang ada dengan sangat komplit. Apakah anda dulu adalah seorang detektif?" tanya polisi.


" Maaf Pak, saya bukan seorang detektif. Dan saya hanya ibu rumah tangga biasa. Apakah tindakan saya menyalahi aturan yang ada?" tanya Rayina balik.


" Embb.. bukan begitu nyonya. Hanya orang yang cerdas yang bisa berbuat demikian" ucap Polisi.


" Terimakasih Pak" jawab Rayina.


Betapa bangga dan bahagianya Ayden mendengar kecerdasan istrinya yang di nilai oleh pihak kepolisian. Apalagi rahasia yang disimpan dalam diri Rayina?

__ADS_1


Ayden selalu merasakan kejutan - kejutan yang tak terduga. Apakah akan selalu begitu? Membuat kejutan berulang?


__ADS_2