
Ayden kini sudah berada di dalam pesawat. Pekerjaannya sudah menanti. Dan kini dia akan terbang kembali ke negaranya. Menemui sang pujangga hati.
Hatinya dalam keadaan yang tidak menentu. Menginginkan peluk dan kasih dari yang perindu. Memejamkan mata sekejap untuk penghilang dahaga kasihnya.
" Huuuufffttt" hembusan kasarnya sudah keluar.
Menerpa seluruh mulutnya, menghilangkan sejenak pikiran kacaunya. Ya, wajah itu. Wajah nan ayu dan teduh yang selalu memporak - porandakan hatinya ketika jauh. Rasa labil yang menyelimuti hatinya yang sudah berada diambang batasnya.
Kini burung besi sudah mulai mengepakkan sayapnya. Melintasi berbagai negara untuk kembali ke negara asalnya. Hati membuncah bagaikan rasa yang berbunga. Menyusun romantisan kata yang diunjung nada.
Lelaki tegap nan gagah kini mulai berseri. Menyiratkan hati yang kian tak terkendali. Menyusuri seluruh relung hati untuk berdamai dalam hati.
Burung besi kini sudah mendarat dengan pasti. Semua silih berganti berlalu lalang menuju pilihan hati. Semua orang bersibuk ria untuk segera meninggalkan lapangan burung besi.
Tak terkecuali si empunya hati. Dia semakin bersemangat menyambut hari ini. Diraihnya semua pekerjaan agar segera selesai dan dapat beradu padang dengan sang pemilik hati.
Setelah selesai menjalankan tugasnya. Dia kemudian menemui Antony. Dua mengungkapkan apa yang sudah terjadi di Dubai saat pendaratannya. Dia menceritakan semua kronologisnya sehingga salah tanggap dari Xano kepadanya.
Dia juga meminta maaf jika kedepannya akan ada masalah yang menerpanya. Ayden juga menyiapkan semua anak buahnya untuk berjaga melindungi Anthony dari kejauhan agar tidak mencolok.
Antony yang tahu akan situasi itu dia juga menyiapkan orang - orang terbaiknya untuk menjaga dan bersiap.
Setelah menyampaikam semua yang ada di pikirannya, dia kemudian pulang. Sengaja tidak memberitahukan kepada istrinya. Dia ingin memberikan surprise kepada wanitanya itu.
Setelah dirasa cukup keperluan dengan hubungan pekerjaannya. Ayden kemudian segera melajukan kendaraannya. Kini yang ada di pikirannya hanya istrinya dirumah yang sedang menanti. Dia terus melajukan dengan kecepatan full.
Malam sudah menyelimuti negara ini, jalanan nampak sepi. Dia semakin menggila mengendarai kuda besinya.
" Saya sangat menyukai moment yang seperti ini. Inilah diriku yang sebenarnya. Tapi sepertinya akan tergantikan oleh dua jagoanku" gumam Ayden dengan mengembangkan senyumnya.
Farhan yang sudah diberitahu Bosnya segera membukakan garasi rahasianya. Dia sudah siap di pintu masuk garasi. Farhan orang yang sangat dipercaya Ayden dari dulu.
Farhan segera menutupi mobil yang sudah di parkirkan Ayden. Sebelum itu dia membersihkannya dulu. Farhan sudah paham dengan kebiasaan Bosnya itu.
" Farhan, istriku ada dirumah?" tanya Ayden memastikan.
" Bos bisa cek cctv" jawab Farhan drngan mode datarnya.
" Ah... kenapa aku jadi pelupa. Okay. Thank's Farhan" ucap Ayden.
__ADS_1
" Sama - sama bos" jawab Farhan singkat.
Farhan segera menyelesaikan pekerjaannya. Dia segera menemani Aruni. Pekerjaan dia yang sebelunnya sudah digantikan orang lain. Dia kini menjalankan sesuai perintah nyonyanya.
Ayden segera masuk melalui lift yang menuju ke kamar utamanya. Ditekannya tombol menuju kamarnya. Dan...
triiingggg...
Pintu lift terbuka, dia masuk melalui ruang ganti yang ada di kamarnya. Dan istrinya masih bergulung di dalam selimut.
Dia berjalan mendekati tanpa menimbulkan suara. Didengarkannya keluh kesah sang istri.
" Mas.. I Miss you so much. Aku sebenarnya tidak merelakan kamu pergi jauh dariku. Tetapi karena tugas, kewajiban dan tanggung jawabmu mas harus pergi jauh dariku. Mas... aku kangeenn banget. Hikss... Mas, aku pengin dipeluk. Tidur denganmu walah hanya dalam pelukanmu. Hikss" rintih Rayina dalam kegelapan.
Ayden terus berjalan perlahan tanpa menimbulkan suara. Didekatkan dirinya ke ranjang yang berukuran besar tersebut. Di dekatkan tubuhnya ke sang pemuja hatinya itu. Direngkuhnya tubuh ringkih kedalam pelukannya.
Seketika sang pemilik tubuh menyebutkan namanya.
" Mas.." ucapnya.
" Andai ini benar - benar kamu mas.. aku pasti mimpi bukan?" ocehnya dengan mata yang terpejam.
Rayina terhenyak kaget. Seperti ada seseorang yang memeluk dan mengecupnya.
" Siapa kamu!!! Beraninya kamu masuk ke kamar ini???" teriak Rayina masih dalam kegelapan.
" Ssstttttt diamlah. Biarkan seperti ini dulu" ucap Ayden.
" Mas... mas.... mass benarkah kamu mas?" tanya Rayina memastikan.
" Siapa lagi yang bisa masuk ke kamar ini jika bukan penghuninya sayang? Sudah diamlah. Mas merindukanmu sayang" ucap Ayden.
" Mas... kenapa tidak memberikan kabar? And... wait... jadi mas dari tadi mendengar ocehanku?" tanya Rayina.
" Hehe.. kemarilah sayang" jawab Ayden.
" Ahhhh.... shittt... masss aku maluuu" jawab Rayina lirih.
" Kemarilah... sini.. " pinta Ayeen dengan menyalakan lampu malam di kamarnya.
__ADS_1
" Mas, aku siapkan air buat mandi dulu. Nanti jika sudah bersih aku tunggu di sini. Tolong pengertiannya mas. Karena ada dua bocil disini yang butuh steril" ucap Rayina dengan mengelus perutnya.
" Baiklah sayang... siapkan airnya. Aku akan ke dapur buat minuman" ucap Ayden.
" No mas... disinilah.. mas mandi aku buatkan minuman" ucap Rayina.
Rayina segera menyiapkan air mandi untuk suaminya. Baju tidurpun sudah dia siapkan. Kini dia menuju dapur untuk membuatkan minuman untuk suaminya dan membawa beberapa kue buatannya.
Di bawanya kedalam nampan. Tak lupa dia membawa segelas jus jeruk yang sepertinya sudah melambaikan untuk segera meluncur ke tenggorokannya.
Dia menunggu suaminya yang masih di dalam kamar mandi. Ayden selalu mandi dengan waktu yang sangat lama. Entah apa saja yang dia kerjakan di dalam sana.
Sembari menunggu sang suami dibukanya cctv seluruh penjuru rumahnya. Cctv area kamar anaknya yang paling utama. Dia selalu mengeceknya ketika terbangun malam hari.
Semua gerak- gerik terpantau dengan sangat cepat. Semua gerakan dapat terbaca. Semua orang yang bertugas pun juga sedang berjaga. Bahkan ninja yang berada diatas pohon yang dia sewa pun dalam posisi siap.
" Semua bekerja dengan sangat baik. Aku akan memberikan bonus untuk mereka semua" gumam Rayina.
" Siapa sayang?" ucap Ayden yang membuyarkan gumamannya.
" Ini mas, semua orang suruhan jita bekerja dengan sangat baik. Tidak ada yang bermalas - malasan. Mereka bekerja dengan sangat maksimal" terang Rayina.
" Tentu saja!! Bayaran mereka tidak murah sayang!!" jawab Ayden.
" Emmbbb... berapa mas menggaji mereka?" tanya Rayina menyelidik.
" Seharga satu motor sport" jawab Ayden santai.
" Whaattt???" pekik Rayina.
" So, aku tidak perlu memberikan mereka kompensasi lagi dong mas?" ucap Rayina.
" Berikanlah sebagai hadiah untuk anak istri mereka. Bisa?" ucap Ayden.
" Good Idea!!" jawab Rayina girang.
" Sayang.. kenapa kamu menghabiskan jus itu?" tanya Ayden.
" Lho?? mas mau? Tapi aku emmbuatkan mas susu jahe. Itu !!" ucap Rayina dengan menunjuk segelas susu jahe hangat.
__ADS_1
" Sayang, tapi jus jerukmu sangat menggoda tenggorokanku. Bolehkah minta sedikit?" pinta Ayden.