
" Liona.. Papa memang bukanlah Papa yang baik. Tapi, Papa akan berusaha menjadi lelaki pertama yang selalu ada untukmu. Walaupun anak gadis Papa suka nakal, bawel dan banyak tingkah.. Ya itu memanglah Lionaku, singa kecilku" ucap Papa.
" Dev... Jika kamu sudah tidak mau dengan Liona. Jangan pernah sakiti dia, jangan pernah buat menangis. Kembalikan kepadaku dengan cara yang sama. Seperti kamu dan keluargamu meminta anak gadisku secara baik - baik"
" Teruntuk abangku, Irfan. Sekarang kita bukan lagi abang dan adik. Melainkan besan. Jangan pernah membedakan anak perempuan kita. Karena sekarang kita mempunyai dua anak perempuan".
" Terimakasih untuk kakak ipar yang selalu mau menjadi tempat bercurahnya hati untuk anak perempuanku satu - satunya. Terimakasih untuk keluarga ini, yang selalu menjadi rumah kedua bagi putriku"
" Teruntuk anak perempuanku yang baru saja aku temui beberapa menit yang lalu, Rayina. Papa tahu kamu menyaksikan ini dari atas sana, terimakasih sudah bersedia menjadi putri Papa dan menjadi kakak Liona, Rayina putri Papa lain yang selalu keren dimata Papa. Doa terbaik untuk keluarga kalian, semoga diberikan kelancaran dalam persalinan nanti. Thank you so much for all" ucap Rony dengan berserai air mata.
Rayina yang menyaksikan di monitor ikut menangis mendengarkan pesan dan doa.
" Terimakasih Papa Rony, doa terbaik untuk Papa juga " ucap Rayina lirih.
Ayden yang mendengarkan di samping istrinya ikut terharu. Diusapnya kepala istrinya dengan penuh kasih.
" Sayang, kita belum beli hadiah untuk mereka bukan? Nanti setelah kamu sudah merasa baikan, kita jalan - jalan" ucap Ayden memberikan semangat.
" Hmmm iya mas... Tapi.." jawab Rayina menggantung.
" Tapi apa?" tanya Ayden.
__ADS_1
" Bo..." jawab Rayina.
Ketika akan menjawab pertanyaan Ayden. Ternyata monitor memperlihatkan Devran yang sudah siap untuk mengungkapkan hatinya.
" Teruntuk kakak iparku yang cantik" ucap Devran menggema.
Ayden yang tadinya menyimak percakapan istrinya kini mereka saling memandang monitor yang menshoot muka Devran. Alhasil mereka menyimak Devran.
" Kakak, maaf untuk kesalah pahaman yang sudah terjadi. Dan, terimakasih untuk hadiah terindahnya. Kakak dan Abang pasti tahu apa yang aku inginkan. Banyak wanita yang mau menjadi pacarku, bahkan rela mengejarku. Tapi, Dia .. Dia yang tidak pernah mau berkata jujur dengan perasaannya selama ini. Membuat benteng tinggi untuk pertahanannya"
" Aku begitu mendambanya dari dulu. Dan ketika mengenal kakak ipar, aku jadi semakin ingin memilikinya. Karena kalian seperti kakak beradik. Perbedaannya, istri kecilku ini terlalu absurd".
" *Hahahaha"
" Liona... Liona*" teriak para undangan yang hadir.
" Ya begitulah kiranya istri kecilku.Semua juga sudah tahu mengenai dirinya. Tetapi, hari ini saya benar - benar meminta kepada Papa. Papa Rony, yang sekarang menjadi mertuaku. Aku tidak mau berjanji untuk membahagiakan anak Papa. Tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk anak Papa ini"
" Teruntuk kedua orang tuaku, Papa dan Mama. Terimakasih yang tidak terhingga, sudah membesarkanku dengan penuh cinta. Tidak membedakan aku dan Abang. Cinta kalian benar - benar adil untuk kami. Hanya doa yang setiap hari aku panjatkan untuk kalian. Tiada kata yang mampu mengungkap dan tiada hati yang tak bersyarat. Semua yang sudah Papa dan Mama berikan tak bisa aku membalas dengan materi berlimpah. Aku hanya akan menjadi anak yang berbakti dan tentu saja aku akan selalu menjadi anak lelaki kalian yang terkecil"
" Mama, cinta Mama yang membuatku menjadi manusia seperti saat ini. Terima kasih so much. I Love You Papa. I Love you Mama"
__ADS_1
" Untuk Abangku, teman hidupku. Tempat berlindungku, terimakasih atas posisi yang Abang berikan di rumah ini. Abang tidak pernah menganggapku orang lain. Dan Abang selalu membelaku ketika aku salah dihadapan Papa. Sampai detik ini pun, kebahagiaan untukku dia berikan tanpa syarat. Abang yang ada di sana, I Love you. Jaga ponakan- ponakan ku yang sangat aku sayang. Dan aku akan menunggu twins lahir" ucap Devran panjang lebar.
" Selanjutnya untuk Papa dan Mama tuan Devran, dipersilahkan" ucap MC.
" Terimakasih atas kesempatan yang sudah diberikan. Saya mewakili keluarga meminta maaf kepada semua tamu yang sudah hadir saat ini. Karena ada sedikit drama keluarga kecil ini. Dan saya juga mewakili istri saya. Lihatlah... dia menangis di tempatnya. Aku tidak tega membuat wanitaku sedih. Hahaha" canda Irfan.
" Teruntuk Rayina, kecintaan kami. Terimakasih sudah menjadi bagian terpenting dalam keluarga ini. Dan menjadi menantu kesayanganku dan mungkin akan mendapatkan saingan lagi. Ya, ada menantuku yang baru menjadi sainganmu. Tapi, cinta Papa untuk kalian tidaklah beda. Bagi kami selaku orang tua, menantu sama dengan anak. Dan tidak membedakan antara menantu dan anak. Apalagi menantu dengan menantu. Semua sama" ucap Irfan menegaskan.
" Dev... Gadis kecil itu datang ke keluarga kita sendiri. Bahkan dia akan bertahan di dalam keluarga kita tanpa adanya kedua orang tuanya ataupun saudaranya. Jadi, jangan pernah membuat dia terasing di keluarga ini. Dan kami akan selalu membentangkan kedua tangan ini ketika kalian membutuhkan sandaran. Bukan lagi bahu kami, agar kami bisa memeluk kami mendekati jantung hati kami. Karena karian berada di sini" ucap Irfan dengan menunjuk dadanya.
" Untuk Devran dan Liona, Papa dan Mama sangat mencintai kalian. Bangunlah rumah tangga kalian dengan sebaik mungkin. Doa dan harapan terbaik untuk kalian adalah yang selalu kami ucapkan ketika bersujud PadaNya. Sekali lagi, selamat menempuh hidup baru. Kehidupan nyata menanti kalian. Thank you" ucap Irfan menutup percakapan.
" Terimakasih Mr. Dan selanjutnya ada sesuatu untuk kita semua disini. Semua hisa melihat dilayar besar yang ada di sana" ucap MC sembari menunjuk layar yangbdi maksud.
" Assalamualaikum wr.wb. Maaf untuk semua tamu hadirin yang sudah hadir atas insiden tadi. Saya Rayina, menantu tertua dikeluarga ini. Saya mengucapkan selamat menempuh hidup baru untuk Devran dan Liona. Adik- adikku yang sangat aku sayangi. Terimakasih sudah menjadi adik kami yang terbaik. Maaf, untuk kekacauan yang sudah kakak buat untuk kalian"
" Kakak akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kalian. Jangan pernah lepaskan genggaman tangan kalian. Dayunglah bersama kapal yang kalian kemudikan. Jangan pernah menyerah dengan ombak dan badai. Karena semua itu hanya sesaat. Kebahagiaan akan selalu menanti di depan. Allah tidak akan menghianati janjinya. Semoga kalian akan sampai ke jannahNya. Amin"
" Teruntuk kedua Papaku, Papa irfan dan Papa Rony. Terimakasih untuk cinta yang kalian berikan untukku. Aku juga mencintai kalian. Teruntuk Mama, Jangan menangis lagi okay? I love you so much Ma" ucap Rayina tulus.
" Aku hanya akan menambahi sedikit saja, karena semua sudah diungkapkan oleh istriku tercinta. Dev, hadiah sudah kami siapkan. Selebihnya siapkan jiwa raga kalian saja. Hahaha.. "
__ADS_1
" Dan yang terpenting, kami mencintai kalian semua..." tutup Ayden dengan penuh kebahagiaan.