
Dirumah orang tua Rizky.
" Ya Allah nak, apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu begini? Siapa yang melakukan ini semua?" papar Bu Wati kepada Rizky.
" Ingat!! Jauhi nona kami. Jangan pernah kembali atau mengacaukan semuanya. Jaga anak anda. Jangan pernah berurusan dengan tuan kami" anak buah Ayden memberikan peringatan.
Ponsel dari salah satu anak buah Ayden berbunyi. " Boss" dia segera mengangkatnya.
" Beres bos!!" jawab anak buah.
Ayden mendapat jawaban yang memuaskan dari anak buahnya itu. Saat ini dia masih dengan hati yang sudah mulai membaik. Melihat kebahagiaan di wajah cantik wanitanya dan anak - anaknya itu. Semua membuat lupa akan amarahnya yang beberapa menit yang lalu.
Orang tua Rizky semakin penasaran. Siapa yang melakukan ini semua kepada anaknya? Selama ini anaknya tidak pernah mempunyai masalah dengan orang. Kenapa dia sekarang bermasalah?
" Cari tahu siapa yang melakukan ini kepada Rizky" perintah Hendra kepada anak buahnya.
Dia berpikir yang berbuat adalah rival bisnisnya yang sengaja menjatuhkannya lewat anaknya.
" Ma, bawa masuk anak kita" perintah Hendra kepada Wati.
Bu Wati masih tidak habis pikir, apa yang sebenarnya terjadi kepada anak semata wayangnya itu. Apakah rival bisnis suami atau orang yang memang tidak suka dengan Rizky.
" Pa, lakukan sesuatu untuk anak kita" pinta Bu Wati kepada Hendra suaminya.
" Tenang lah Ma, tanpa kamu memintapun. Aku sudah melakukannya. Sabar dulu" jawab Hendra.
" Ma, Pa.. tidak usah. Ini urusanku. Aku bisa menyelesaikan sendiri. Aku bukan anak kecil lagi" ucap Rizky.
" Bagi kami, kamu tetap anak kecil kami yang selalu kami lindungi. Siapa yang melakukannya?" tanya Bu Wati.
" Ma, sudahlah.. Aku sudah dewasa. Aku bisa menyelesaikan masalahku sendiri. Dan aku tetap akan memperjuangkan Rayina. Aku sudah sangat mencintainya Ma" ucap Rizky.
" Rayina? Lelaki itu? Kamu ??" Bu Wati nampak kaget karena lelaki itu yang melakukannya.
" Mama sudah tahu? " tanya Rizky.
" Yang mengantar Rayina ke kantor kemarin kan? Sepertinya dia lelaki yang biasa saja nak. Tidak ada anak buah yang selalu dia bawa" papar Bu Wati.
" Ma, dia bukan orang sembarangan. Dia bukan hanya seorang pilot enggineer juga. Papa, aku minta tolong dong.. Cari tahu siapa orang tuanya? Aku penasaran Pa. Bisa Pa?" pinta Rizky.
" Iya, sabarlah. Papa akan melakukannya. Tunggu laporannya".
__ADS_1
Mereka kemudian memanggil dokter keluarganya untuk mengobati luka Rizky. Semua merasa ngilu melihat luka yang ada pada tubuh Rizky.
Di lain tempat.
" Bos, mereka menyuruh orang untuk mencari tahu tentang bos" ucap anak buah Ayden.
Ayden yang menerima telepon dari abak buahnya hanya tersenyum penuh arti.
" Biarkan saja" jawab Ayden santai.
Rayina merasa ada yang aneh dengan Ayden. Ayden orang yang penuh misteri. Terkadang galak, terkadang romantis, terkadang lembut baik hati. Susah dicerna dengan sikapnya.
" What happen Ay?" tanya Rayina.
" Nothing sayang.. Don't worry ya?" jawab Ayden santai dengan tersenyum manis.
Ayden hanya ingin memastikan wanita dan anaknya bahagia dan aman. Semua protokol keamanan sudah disiapkan oleh Ayden. Tanpa mereka sadari anak buah Ayden sudah menyebar.
Ayden kemudian menelpon Papanya. Memberi sedikit peringatan kepada Papanya. Ayden sudah sangat paham dengan kekejaman Papanya. Perintah apapun akan segera dilaksanakan anak buahnya. Dan dia tahu apa yang selanjutnya harus di lakukan.
" Papa, ada orang yang akan sedikit menggelitikimu. Bersiaplah. hahaha" ucap Ayden kepada Papanya.
" Kamu melibatkan Papa rupanya?" ledek Irfan.
" Anak itu kebiasaan, siapapun pasti akan tahu kamu anak siapa Ayden. Dasar anak nakal. Seenaknya saja Papanya yang sudah tua ini bermain - main. Hahaha" gerutu Irfan dengan senyuman.
Irfan merasa dia masih dibutuhkan dalam menentukan hidup anak lelaki kesayangannya itu. Semua pundak perusahaan besokknya akan di berikan kepada Ayden. Entah kapan Ayden akan bersedia menjadi pemimpin perusahaan. Hanya Ayden yang tahu.
Ayden kemudian meminta semua untuk segera pulang. Takut akan terjadi sesuatu yang diluar kendalinya, lebih baik mengajak mereka pulang kerumah.
Rumah Ayden yang saat ino ditempati belum ada yang tahu. Untuk itu sementara mereka diungsikan ke rumah Ayden.
" Sebaiknya kalian berada di mansion saja. Rumah kosongkan dulu sayang. Kamu harus paham dengan keadaan kita. Aku tidak mau terjadi sesuatu kepada kalian diluar kendaliku" terang Ayden.
" Apakah sangat bahaya Ay?" tanya Rayina.
" Of course sayang. be patient lah. Semoga segera selesai masalahnya. okay?" ucap Ayden dengan mengelus lembut pipi Rayina.
" Baiklah Ay, if you want it" ucap Rayina.
Ponsel berdering dan tentu saja itu bukan ponsel Ayden. Ayden segera membuka siapa yang menelpon.
__ADS_1
" Hahaha, curut telpon sayang. Angkat dan loudspeaker. Paham?" ucap Ayden dengan tatapan tajamnya.
" Heem" jawab Rayina singkat.
Padahal Rayina sudah sangat malas berhubungan dengan Rizky. Tetapi perintah bos besarnya itu dia harus mengikuti perintahnya.
" Hallo?" Rayina.
" Rayi, kenapa kamu begitu. Hatiku terasa sangay sakit Rayi. Aku tidak bisa hidup tanpamu Rayi. Kamu sudah menempati sisi hatiku yang terdalam. Tolong lah Rayi tinggalkan dia" Rizky.
" Sudah saya katakan kepada anda. Saya tidak mempunyai perasaan apapun kepada anda. Tolong pahami keputusan saya. Jauhi saya. Pergi dari hidup saya" Rayina.
" Tolong lah Rayi. Aku akan mencari tahu siapa Ayden itu. Saya akan menghancurkannya. Lihat saja Rayi. Kamu akan menangisi saat dia aku siksa" ancam Rizky.
" Crazy man!!" ucap Rayina dan segera menutupnya.
Ayden yang mendengar telepon dari Rizky hanya tersenyum mengejek. Ternyata wanitanya memang tidak menyukai Rizky dari awal. Dia merasa lega telah mengetahui keputusan Rayina. Tetapi juga waspada kepada dirinya dan orang - orang sekitarnya.
" Come here your ponsel sayang" pinta Ayden.
Rayina tanpa menyangkal langsung memberikannya kepada Ayden. Apapun yang di lakukan oleh Ayden pasti yang terbaik untuknya dan untuk anak - anak.
" Let's the game Curut... hahaha" ucap Ayden.
Rayina hanya melihat muka Ayden dan menggelengkan kepalanya. Dia hanya bisa diam dan mengamati apa yang akan di lakukan oleh Ayden. Permainan apa yang akan di lakukannya.
Ayden kemudian mendial nomor Irfan.
" Start the game Papa... hahaha" ucap Ayden.
" Okay.. I'm waiting this game boy" balas Irfan.
" Ay??" ucap Rayina penuh pertanyaan dan penjelasan.
" Don't worry sayang.. enjoy this game sayang.. hahaha" ucap Ayden santai.
Ayden kemudian menelpon anak buahnya.
"Create multiple layers of security for my wife and kids now ( Buat keamanan yang berlapis untuk istri dan anak-anak saya)" perintah Ayden kepada anak buahnya.
"it looks like you have to follow this game a little sayang (seprtinya kamu harus sedikit mengikuti permainan ini sayang)" ucap Ayden kepada Rayina.
__ADS_1
Rayina hanya mengernyitkan dahinya dan berpikir. Rencana apa lagi yang dia rencanakan. Sehingga Rayina harus ikut dalam permainan ini.