
" Baiklah... Ayo Farhan" jawab Rayina tanpa bantahan.
Dia menyadari akan kondisinya saat ini, sepanjang perjalanan dua bocah kecil selalu bertanya dan menanyakan apapun yang mereka lihat. Dan mbak dengan sabar dan telatennya menjawab dan menjelaskan sebatas pengetahuannya.
Sedangkan Ayden memantau ponsel tentang pekerjaannya. Sesekali dia mengirimkam pesan kepada anak buahnya, untuk memantau semua yang ada. Sisanya dia akan melihat dan memeriksanya kembali.
" Farhan, bagaimana dengan Aruni? Apakah kamu siap menikahinya?" tanya Rayina dengan frontalnya.
Farhan terkaget dengan pertanyaan dari Nyonyanya itu. Dia terlihat nampak berpikir dan sepertinya dia sangat berhati - hati ketika akan menjawabnya.
" Maaf nyonya, untuk itu.. saya harus meminta persetujuan Aruni untuk memastikannya" jawab Farhan.
" Jangan terlalu lama Farhan ! Tidak baik berlama - lama" ucap Ayden menimpali.
" Nah tu..." ucap Rayina membenarkan.
" Maaf tuan, nyonya. Apakah Aruni bersedia atau tidak bersanding dengan saya?" tanya Farhan.
" Aneh kamu !! harusnya bertanyalah langsung kepada yang bersangkutan Farhan. Bukan dengan kami" ucap Ayden.
" Bergini saja Farhan. Utarakan perasaanmu dulu kepadanya. Bagaimana responnya.Dan jika dia merespon dengan baik. Dia pasti akan menerimamu dengan baik. Dan aju yakin dia pasti bisa menjaga hati seseorang dengan baik" terang Rayina.
" Embb.. baik nyonya. Terimakasih atas sarannya" ucap Farhan.
" Dan.. Mbak, bagaimana dengan yang di Indonesia? Apakah dia akan menikahimu?" tanya Rayina.
" Hehe.. Maaf bu, sudah tidak berhubungan sejak saya memutuskan ikut Ibu ke sini" jawab Mbak denga berat.
" Ups.. maaf Mbak. Saya tidak bermaksud untuk memisahkan kalian. Maaf ya mbak, tapi jika mbak akan kembali dengannya. Mbak boleh kok kembali Ke Indonesia. Karena aku tidak mau menghancurkan hubungan seseorang" ucap Rayina dengan penuh penyesalan.
" It's okay Bu... hehe" jawab Mbak singkat.
" Baiklah..." ucap Rayina menyudahi.
" What???" pekik Rayina.
__ADS_1
Semua orang yang berada di dalam mobil diam membisu dan memandang ke sumber suara. Yang tadinya masih bercerita dan ada yang sibuk dengan ponselnya seketika mengalihkan pandangan ke sang empunya.
Bagaimana tidak, keadaan sedang santai dan seperti biasa. Tiba - tiba suara teriakan sembari terpekik bersuara dengan lantangnya.
Jari jemari sang empunya suara masih sibuk dan masih mengkomat kamitkan sesuatu yang entah apa yang dirapalkannya itu. Lelaki dengan kharismatiknya itu kemudian memegang pergelangan tangan wanitanya.
" Why sayang?" tanya lelaki itu denga lembut.
" Lihatlah mas..." pinta Rayina.
Dilihatnya sebuah notice dari seseorang yang dia kenal. Dibacanya berulang kali dengan mencerna kedalm pikirannya yang tidak masuk akal menurutnya. Membelalakkan mata dengan sangat tidak percaya akan hal itu.
" Kenapa dia begitu?" tanya Ayden kembali.
" Aku tidak tahu mas... Apa lagi yang akam dia rencanakan??" ucap Rayina.
" Ya sudah, aku akan mengcancled pekerjaanku. Aku akan menemani kalian" ucap Ayden.
" Em..em.. em.." dehem Rayina dengan menggoyangkan jari telunjuknya pertanda " tidak".
" Baik nyonya" jawab Farhan tanpa membantah.
" Mas, bolehkah aku memakai mobil itu again?" ijin Rayina.
" No sayang... kalian setelah mengantarkan mas harus pulang Okay? Jangan membuat suasana hatiku semakin khawatir. Please" pinta Ayden.
"Baiklah.." jawab Rayina dengan menunduk.
Ayden merasa tidak tega melihat wajah sedih istri kesayangannya itu. Wajah nan ayu kini berubah menjadi kelabu karena tidak mendapatkan izinnya.
" Maaf sayang, mas tidak mau terjadi apapun kepada kalian. Mas merasa rumah adalah tempat berlindung yang paling aman untuk kalian saat ini. Jika saja... kamu belum mengandung twins mas akan mengizinkanmu tanpa batasan. Karena kamu tahu bagaimana marwahmu sebagai seorang istri" batin Ayden.
" Oh.. maaf sayang... mas cuma mau kalian aman. Mas rasa rumah adalah tempat yang paling aman dan paling nyaman bukan? Beristirahatlah dulu. Nanti setelah lebih baik lagi, kamu bisa membalasnya sesuai keinginanmu. Itung- itung kamu siapkan strategi menghadapi musuhmu" ucap Ayden memberikan alasan.
" Mas ingin kalian aman dan mas bisa bekerja dengan nyaman juga. Okay? Promise ?" tanya Ayden kembali.
__ADS_1
" Hmmm" jawab Rayina agak berat hati.
Ayden yang mendapat jawaban berat hati sang istri merasa sangat bersalah. Tapi dia harua tetap pada pendiriannya. Di tatapnya wajah nan ayu itu kemudian dibawa bahu nan mungil ke dalam dekapannya.
" Jangan bersedih. Mas tahu, kamu bisa memantaunya melalui Liona. Kalian sudah menjadi tim yang solid bukan? Untuk urusan kantor ada Dev dan Pak Jo bukan? " ucap Ayden kembali.
" Ah.. baiklah mas.. Aku hanya khawatir Liona akan menghadapinya sendiri. Aku takut dia dalam keadaan yang membahayakannya. Tapi, kalau ada Dev aku yakin Dev akan melindungi kelinci kecilku itu" terang Rayina.
" Betulll sekali sayang.." jawab Farhan dengan menoel hidung mungil Rayina.
Tak terasa, perdebatan kecil yang berakhir dengan solusi yang sudah disepakati kini telah usai dan sang tuan kini sudah berada di tempat kerjanya.
Farhan kemudian turun untuk mengampil koper dan keperluan yang dibawa tuannya itu. Tak luput dari itu, Rayina keluar dari mobil dan mengantar suaminya masuk ke dalam bandara. Diikuti oleh dua bocah kecil yang menjadi pusat perhatian banyak orang.
Bagaimana tidak !! Dua bocah kecil nam modis, dengan penampilan yang mempesona. Wajah nan tampan kedua bocah itu sangat dominan. Kulit putih hidung mancung dan mata belok keduanya sangat menggemaskan semua mata memandang.
Tak luput dari itu, wanita anggun nan ayu dengan penutup kepalanya yang biasanya disebut hijab itupun tak kalah menarik perhatian banyak orang. Hijab penutup kepalanya tidak menutupi kecantikan dan kemodisan yang pemilik.
Style mereka sangat keren dan membuat semua orang memandangnya dengan terpesona. Apalagi dinegara ini jaranf orang berhijab, karena mayoritasnya beragama nonmuslim.
Sang pemilik nan tampan itupun menggenggam erat tangan lembut wanitanya dengan rasa bangganya. Farhan yang sudah memarkirkan mobilnya seperti biasa ditempat tuannya parkir, kino dia menyusul tuan dan nyonyanya dengan membawa koper milik sang tuan.
" Kemarilah sayang, aku akan mengenalkan kepada teman - temanku" ucap Ayden.
" Ah.. baiklah" jawab Rayina lembut.
" Ayo sayang, ikuti Ayah dan bunda" ucap Rayina.
Dua bocah itu berjalan layaknya model. Sedangkan mbak berjalan dibelakang sang bocah. Mbak hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang ada didepannya. Kebiasaan yang selalu diabadikannya adalah mengambil foto keluarga ini. Diambilnya kamera dan segera memotret mereka.
" Morning gaes.. " sapa Ayden.
" Morning Mr. maaf ini siapa Mr?" tanya salah satu anak buahnya.
" Ya.. kemarilah sayang.. Kenalkan ini adalah wanita yang membuatku payah akhir - akhir ini" ucap Ayden.
__ADS_1
Kata - kata payah membuat Rayina mengernyit sedalam mungkin pertanda itu adalah pertanyaan yang ingin diketahui jawabannya.