Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
58.


__ADS_3

Pikiran masih melayang entah kemana. Bayangan menakutkan sepertinya akan datang. Badai gelombang akan menerjang. Hanya bisa meminta dan berdoa, sujud kepada Nya.


" Mass... " ucap Rayina dengan mengusap bahu kekar suaminya itu.


" Eh.. Ya? what ?" tanya Ayden.


" Aleena. Any problem about it?" tanya Rayina kembali.


" Hufffttt... okay.. kita ketepi dulu" pinta Ayden.


" Mas, please. Anak kita dalam bahaya. Explain to me about Aleena. I trust you " pinta Rayina menengaskan.


" Okay sayang. Aleena adalah kembaran ibu Ben. Almarhum istriku dulu, Aleesha. Mereka bagai langit dengan bumi. Aleesha masih bisa dalam aturan. Sedangkan Aleena sudah jauh dari aturan. Tentunya aturan sebagai seorang wanita. Dia seorang model. Dia tinggal di Paris. Dulu Aleena adalah mantan pacarku. Tetapi karena hubungan kami bermasalah, Aleena berselingkuh dengan Bos agency yang menaunginya dan karena itu aku lebih dekat dengan Aleesha" ucap Ayden menerawang jauh.


" Aleesha saat itu juga sedang patah hati. Karena penolakan dari keluarga mantan pacarnya. Kami kemudian saling curhat dan saling mengisi. Dua hati yang sama tersakiti lambat laun cinta itu bersemi. Hingga saat kami akan menikah, Papa menolak pernikahan kami. Karena Papa mengira Aleesha sama dengan Aleena. kedua orang dengan wajah sama. Terlebih orang tua Aleesha adalah rival bisnis Papa" terang Ayden kembali.


" Next" ucap Rayina penasaran.


" Aleesha kemudian menikah denganku dan melahirkan Ben. Sehari setelah melahirkan Ben, dia meninggal karena pendarahan hebat. Aleena mendapat sebuah pesan dari Aleesha. Entah apa itu isinya. Tetapi Aleesha tidak mengatakan apapun kepadaku dan tidak ada pesan apapun saat dia akan menghembuskan nafas terakhirnya" papar Ayden.


" Kemungkinan karena surat itu dia datang" terka Ayden.


" Embb.. bisa jadi. Baiklah, secepatnya kita ke sekolah Ben" ucap Rayina.


" Kamu tidak marah kan sayang?" tanya Ayden.


" Kenapa harus marah Mas? Mas,,, masa lalu itu milikmu dan masa depan adalah milik kita" jawab rayina dengan mengusap lengan berotot milik suaminya.


" Tetaplah disisiku sayang, apapu keadaannya. Jangan pernah berpaling dariku" pinta Ayden.


" Embb tergantung ya Mas.. hahaha" jawab jahil Rayina.


" Kamu... " ucap Ayden dengan mengusap dagu lancip istrinya.


" Sayang, pantau terus Ben. Aleena wanita yang licik. Aku sudah jauh lebih mengenalnya" perintah Ayden.


" Of course Mas, sebelum kamu meminta aku sudah melakukannya. Tenang lah" jawab Rayina menenangkan.

__ADS_1


Tidak tahu lagi apa yang akan Ayden ucapkan. Dia sangay berterimakasih kepada Nya. Mendapatkan pendamping hidup yang selalu terbuka dan berpandangan maju kedepan.


Wanita yang kini ada disampingnya selalu mengerti akan dirinya. Kasih sayang yang dia berikan untuk keluarga sangatlah besar.


" Wait mas, scannner dulu mas" pinta Rayina.


Kemudian emreka scann wajah dan ID card. Sesuai dengan peraturan yang sudah di tetapkan. Demi keamanan siswa dan lingkungan sekolah semua yang akan masuk diperiksa. Bahkan hanya orang yang sudah di daftarkan yang bisa mengantar jemput anak.


ID card berfungsi juga sebagai identitas orang tua, keluarg, atau orang kepercayaan yang sudah di daftarkan.


" Oh.. Please come in Mr and Mrs. Ayden" ucap penjaga.


" Thank you" jawab Rayina singkat.


Mereka menunggu di ruang tunggu. Karena jam pulang tinggal lima menit lagi. Ayden merasa gelisah dengan hal ini. Tetapi Rayina bisa bersikap setenang mungkin.


" Mas, duduklah. Bersabarlah. Ben sudah tahu fungsi itu. Dan dia sudah mengirimkan pesan kepadaku" ucap Rayina.


" Apa yang dia katakan?" tanya Ayden.


" Tidak mungkin bukan jika dia bekerja sebagai pengejar di sekolah ini? Pasti ada maksud terselubung dibalik ini semua sayang. Tetap waspada" perintah Ayden.


Ayden merogoh kantong saku. Kantong kecil yang menyimpan sebuah ponsel mahal keluaran terbaru yang mirip dengan milik wanitanya. Dia sibuk mencari kontak telepon. Rayina mengetahui apa yang akan suaminya lakukan. Dia segera mencegah itu.


" Stop sayang, pastikan dulu. Jangan gegabah. Memancing ikan besar jangan dengan kail kecil" papar Rayina.


" Kita lihat dulu permainannya. Dulu kamu bermain cantik bukan saat menundukkan mas Rizky?" terang Rayina.


" Hahhh lelaki itu lagi. Ingat sayang, masmu sekarang aku bukan dia" gerutu Ayden.


" Hahaha. Are you jealouse mas?" tanya Rayina bercanda.


" Sayang... " ucap Ayden merajuk.


Rayina kemudian segera memotong ucapan Ayden. Dia kemudian segera meminta izin kepada Guru untuk membawa pulang anaknya. Dia juga beralasan untuk bertemu Atuk dan Opahnya karena akan kembali kenegaranya.


Dan Ternyata diberikan izin. Rayina juga mengamati setiap sudut sekolah dan semua gerak gerik anaknya itu. Dia pun tak banyak bicara dan segera membawa Ben masuk kedalam mobil.

__ADS_1


" Mas,, ayo cepatlah" ucap Rayina santai dan diiringi dengan senyuman.


" Baiklah" jawab Ayden cepat.


Mereka semua segera masuk kedalam mobil. Rayina kemudian segera melakukan aksinya.


" Sayang please give bunda that watch " pinta Rayina.


"Okay bunda" jawab Ben santai.


Rayina kemudian membongkar jam tangan buatannya itu. Dia mengotak - atik sedemikian rupa hingga dia mendapatkan sebuah memori card kecil yang menampung segala aktifitasnya selama tidak bersama dengan bundanya itu.


" Okay dapat" gumam Rayina.


" Mas, bolehkan aku pinjam laptop mas?" ijin Rayina.


" Pakailah" jawab Ayden singkat.


Rayina langsung bekerja dengan sigap. Memasukkan memorycard di jam itu kemudian mengcopy data yang masuk selama pemakaiam aktif. Dari awal sampai akhir dari menit ke menit.


Ayden terpana melihat aksi istrinya itu. Dengan terperangah dia pun menyaksikan kelihaian dalam berselancar dunia teknologi informasi.


" Embb.. mas, ternyata Aleena hanya bekerja di sekolah Ben. Dia tadi hanya menemui ben dan tidak berkata apapun. Tetapi apakah pemikiranku akan sama dengan mas?" ucap Rayina penuh arti.


" Ben, did Teacher Aleena say anything to you? Did he do something to you? Or there is something dangerous if you my baby? (Ben, apakah Guru Aleena mengatakan sesuatu padamu? Apakah dia melakukan sesuatu padamu? Atau ada sesuatu yang membahayakanmu sayangku?)" tanya Rayina menyelidik.


" Nothing. But I remember she was like my mother. He just approached me and just smiled. But.. ( Tidak ada. Tetapi aku ingat dia seperti Ibuku. Dia hanya mendekatiku dan hanya tersenyum. Tetapi..)" jawab Ben menggantung.


" But.....???" tanya Rayina dan ayden serempak.


Ben masih sibuk mencari sesuatu didalam kantong celananya. Ben kemudian meraih dan memberikannya kepada Bundanya.


" She just gave this to me bunda ( dia hanya memberikan ini kepadaku bunda)" ucap ben seraya memberikan sebuah kertas berisikan sebuah foto.


"She also told me. I have to give this to Ayah ( Dia juga mengatakan kepadaku. Aku harus memberikan ini kepada Ayah) " terang Ben kepada Rayina dan Ayden.


Rayina segera meraih dan membuka lembaran kertas yang berisikan foto. Rayina kemudian membaca isi kertas itu. Semakin lama dia semakin paham jalan cerita yang sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2