
" Yeah... of course. Oh ya Pa, menantu kesayanganmu mengajak kita diskusi di ruang kerja tuan mudamu itu. Bagaimana Pa?" terang Mama.
" Yah, baiklah. Sepertinya ini masalah yang penting. Sehingga mereka melibatkan kita" papar Papa.
" Ya Pa. Sepertinya begitu. Baiklah, kita kesana sekarang. Mungkin mereka juga sudah menunggu kita. Sumbangsih dan pendapat kita pasti mereka butuhkan saat ini" terang Mama.
" Yes Ma, come on" ajak Papa.
Mereka kemudian keluar dari kamar dan segera menuju ruang kerja Ayden yang berada di ujung ruangan. Ruangan dengan luas 6 x 6 meter yang jarang dimasuki oleh orang lain selain si empunya dan orang yang diijinkan masuk kedalamnya. Bahkan untuk membersihkannya dia melakukan sendiri.
Sesampainya di depan pintu ruangan tersebut Mama mulai mengetuk pintu. Tiga kali ketukan belum juga ada jawaban dari dalam ruangan tersebut. Dan ketika akan mengetuk kembali sepasang suami istri datang.
" Ah.. ternyata kalian juga belum di ruangan ini. Mama kira kalian sudah menunggu di dalam" ucap Mama.
" Maaf Ma, tadi Mas masih sholat sunah dulu. Maaf jika menungu" papar Rayina.
" Ah.. sudahlah. Tidak apa" jawab Mama.
" Ayo segera masuk" ajak Ayden.
Mereka kemudian masuk ke dalam ruangan kerja itu. Ayden mulai menyalakan penerangan ruangan tersebut. Ruangan yang biasanya hanya dengan menggunakan lampu sorot ketika bekerja. Tujuannya agar fokus ke laporan dan pekerjaan yang dia kerjakan. Dan kali ini dia menyalakan semua penerangan dalam ruangan itu.
Dan... semua terkejut melihat isi dalam ruangan itu. Tak terkecuali Ayden sendiri. Dia nampak terpana melihat semua yang ada di ruangan itu. Foto seseorang yang sangat dia cintai terpampang nyata. Dekorasi yang dia buat sendiri tampak sangat indah dan teduh.
" Ternyata ruangan rahasia kamu boy" ucap Papa.
Ayden menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan diikuti senyuman malunya. Sedangkan Rayina hanya bisa mengeluarkan pipi meronanya. Foto yang bertengger di dinding itu tak lain dan tidak bukan dirinya. Foto yang ada di sosial media yang dicuri suaminya dan diperbesar seperti ini.
Ternyata suaminya benar - benar mengaguminya. Sehingga semua foto dirinya terpampang nyata di dinding ini. Mama hanya tersenyum bahagia melihat semua yang ada diruangan ini. Mama pun mengingat hal serupa yang di lakukan Papa saat dulu dipujanya.
" Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya Pa" celetuk Mama diiringi senyuman penuh arti.
" Hahaha, of course sayang" jawab Papa.
" Maksud Mama dan papa?" tanya Rayina.
" Ya, sayang. Dulu Papamu juga sama. Mencetak semua foto Mama. Dan foto itu adalah foto curiannya. Dia mencetak dan menempelkan diruang kerjanya. Bahkan ruang kerjanya adalah ruang pribadi dirinya. Dan semua rahasianya ada di ruang kerjanya itu" jelas Mama.
__ADS_1
" Mas dengar kan? Berarti?" ucap Rayina diiringi senyum menyeringainya.
" Oh... No sayang... No anything secret okay? Aku berbeda dengan Papa Right? Aku selalu terbuka dengan kamu dan selalu berkomunikasi dengan baik bukan?" tentang Ayden.
" Ah.. baiklah.. Aku percaya denganmu Mas" jawab rayina yang malas berdebat panjang dengan suaminya itu.
" Baiklah, silahkan semua duduk" pinta Ayden.
Semua langsung mencari tempat duduk ternyaman dan Ayden segera menyiapkan masing - masing minuman yang ada di kulkas.
" Pa, what do you want? And you Ma?" tanya Ayden.
Ketika Ayden akan mengambilkan minuman di dalam peti pendinginnya itu, Rayina menghentikan suaminya.
" Stop mas, tunggu sebentar" ucap Rayina.
" Why sayang?" tanya Ayden.
" Tunggu sebentar saja" ucap Rayina dengan memijat ponsel canggihnya tanpa melihat suaminya itu.
Kedua orang tua yang duduk bersandingan pun hanya diam dan sesekali saling pandang dan tersenyum. Jauh didalam hati mereka ada berbagai pertanyaan yang kemungkinan satu sama lain dengan pikiran yang sama.
Tak ayal Mama pun sama dan sepemikiran dengan Papa. Mereka berdua beradu pandang dan tersenyum kembali.
Terdengar suara ketukan dari luar ruangan itu. Rayina segera bangkit dan menghampiri pintu itu. Nampak mbak yang datang dengan membawa nampan berisi beberapa minuman dan cemilan yang sudah Rayina siapkan sebelumnya.
" Terimakasih ya mbak. Tolong jaga anak - anak sebentar saja. Kami akan berdiskusi" ucap Rayina.
" Baik Bu, sudah menjadi tugas saya. Saya permisi" jawab Mbak.
" Ya" jawab Rayina singkat.
Rayina segera membawa nampan itu yang sudah sangat penuh. Segera dia menyajikan dan menghidangkan yang sudah dia siapkan sebelumnya.
" Silahkan, Ma, Pa dan Mas. Saya sengaja menyiapkan ini supaya dalam obrolan nanti tidak begitu formal dan tegang. Semoga kalian bisa menikmati cemilan ini" ucap Rayina dengan tersenyum.
" Surprise again Ma!" seru Papa kepada Mama.
__ADS_1
" Yes, sayang... menantumu itu memang penuh kejutan right?" ucap Mama.
" Thank you sayang, youre the best lah " puji Ayden.
" Sama - sama mas, mas juga yang terbaik. Pa, Ma silahkan dinikmati. Saya buat sendiri semua ini. Mbak hanya saya suruh untuk menyiapkan dan mengantarkan kembali. Semoga diskusi kita saat ini bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan" tutur Rayina.
" Of course sayang. Tentu kue buatanmu ini sangat menggoda untuk segera dinikmati. Bukan begitu Pa?" ucap Mama.
" Tentu Ma. Mari kita minum dan nikmati sedikit kue menantu kesayanganku ini. Dan selanjutnya kita bahas semuanya" perintah Papa.
" Baiklah Pa. Ayo lah jangan sungkan" ucap Ayden.
Ketika mereka semua menikmati secangkir teh hangat yang tidak terlalu manis, masing - masing dari mereka saling mengernyit.
" Menantuku tumben sekali, membuat minuman ini agak hambar"
" Sayang, aku tau.." celetuk Ayden.
Membuat semua mata memandang kearahnya.
" Kamu membuat teh yang pas, karena kali ini kudapan yang akan kita makan adalah kue yang rasanya manis. Jadi teh ini menurutku sangat pas. Dia bisa menyeimbangkan rasa" papar Ayden.
Rayina hanya tersenyum, suaminya sudah tahu tujuan dia membuat rasa teh kurang manis. Dan Papa mertuanya tersenyum mendengar ucapan Ayden. Dan tak lama Papa mengambil kue thok karena bentuk dan warnanya cukup menarik. Mama mengambil bakpia rasa kacang hijau. Sedangkan Ayden mengambil klepon.
Ketika mereka semua mulai memasukkan kedalam mulut masing - masing. Mereka semua terdiam dan sesekali mengunyah dan mengecap. Tampak mereka menikmati dan merasakan. Dan Rayina akan menunggu nilai dan pendapat mereka tentang kue buatannya.
"Emmm... what is name sayang?" tanya Ayden.
" Klepon" jawab Rayina.
" Yang Papa makan namanya kue thok, dan yang Mama makan namanya bakpia. Semua ini makanan tradisional dari negara saya" terang Rayina.
" Ketika aku makan, terasa kenyal dan ketika tergigit seperti ada letusan didalamnya terasa manis. Amazing sayang. I like it sayang. Bolehkan kapan - kapan buat lagi untukku?" ucap Ayden.
" Iya sayang. Kapan - kapan ya. Didalamnya aku isi gula merah. So, it's sweet right?" ucap Rayina.
" Sayang, bagaimana membuat kue ini bisa berlapis - lapis kulitnya?" tanya Mama.
__ADS_1
" Hehe, kapan - kapan kita buat lagi Ma. So, Mama akan tahu. Bagaimana menurut Mama?" tanya Rayina.