
Farhan sudah menuju bandara. Dia menunggu di pintu kedatangan. Irfan dan istrinya sudah terlihat. Farhan kemudian melambaikan tangannya dan segera dia menghampiri Bos besarnya.
" Bos, wellcome in this country" ucap Farhan.
" Thank you Farhan. How about Ayden's family?" tanya Irfan.
" Fine and happy to them" jawab Farhan.
" Alhamdulillah, okay lah" jawab Irfan.
" Okay Bos, come on please. Wait in here bos. I will going to the car in here then" pinta Farhan.
" Okay Farhan" jawab Irfan singkat.
" When was the last time we were in this country sayang? ( Kapan terakhir kali kita ke negara ini sayang?)" tanya Irfan kepada mama Ayden.
" Maybe 8 years ago, Pa. When Ayden's wife is about to give birth. Right? ( Mungkin 8 tahjn yang lalu. Ketika istri Ayden akan melahirkan. Benarkan?)" tanya Mama kembali.
" Huffftt.. why can't my hatred for her disappear (kenapa rasa benciku terhadapnya tidak bisa menghilang)" keluh Irfan.
"Be patient. And learn to be sincere. She also won't come back to life (Bersabarlah. Dan belajarlah ikhlas. Dia juga sudah tidak akan hidup kembali)" ucap Mama dan seraya memeluk suaminya.
Farhan yang sudah mengambil mobil dari parkiran segera menyambangi Bos besarnya dan segera memasukkan semua barang bawaan bosnya itu. Dia dengan sigap membantu membukakan pintu mobilnya. Mereka kemudian masuk dan duduk dengan nyaman.
Irfan mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru mobil anaknya itu. Interoir dan design mobil yang dipilih anaknya sangatlah membuatnya terpana.
Ya, benar. Mobil Ayden memang sangat mewah dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang ada. Sangat nyaman untuk penumpang di usia yang sudah tidak muda lagi.
" He always chose the best. Just look at this car. Very comfortable and very nice right? ( Dia memang selalu memilih yang terbaik. Lihat saja mobil ini. Sangat nyaman dan sangat bagus bukan?)" ucap Irfan.
" He also chooses the best items from the best. Boss ( Beliau juga memilih barang yang terbaik dari yang paling baik Bos)" ucap Farhan.
" Why doesn't he recruit new people to work at his house? Is he unable to pay salaries to his people? ( Kenapa dia tidak merekrut orang baru untuk bekerja di rumahnya? Apakah dia tidak mampu memberikan gaji kepada orang - orangnya?). Hahaha.. this boy" ucapnya dengan terkekeh.
" He is your boy right?" ucap mama.
" Of course sayang. My son. My proud child. Like me also" terang Irfan.
Mama tidak menjawab hanya tersenyum hangat. Mama saat ini hanya sangat ingin bertemu dengan menantu kesayangannya itu. Dan sudah sangat rindu dengan kedua cucunya yang sangat menggemaskan.
__ADS_1
" Papa, I'm very miss them so much " ucap Mama dengan bersandar di bahu Papa.
" Me too sayang. Be patient lah" jawab papa.
Mereka berdua berada dalam pelukan. Membayangkan akan pertemuannya dengan anak dan cucu mereka.
" Farhan, please stop at that patisserie! ( Farhan, tolong berhenti di toko kue itu!)" perintah Irfan.
" Sorry boss, can I express my opinion?( Maaf bos, bolehkah saya mengutarakan pendapat saya?)" tanya Farhan.
" Of course Farhan. What is?" ucap Irfan.
" It seems that the young mistress had already bought some food and some cakes. And also the mistress has cooked a lot of dishes. There are Indonesian dishes and Malaysian dishes. So I think, it looks like we have to hurry home. Because young mistress is waiting for Big boss and big lady ( Sepertinya tadi nyonya muda sudah membeli beberapa makanan dan beberapa kue. Dan juga nyonya sudah memasak masakan yang sangat banyak. Ada masakan Indonesia dan masakan malaysia. Jadi saya rasa, sepertinya kita harus cepat sampai dirumah. Karena nyonya muda menunggu Bos besar dan nyonya besar)" papar Farhan.
" Ah.. okaylah Farhan. Go home now" perintah Mama.
Farhan segera melaju pulang. Karena dia tadi melihat nyonyanya dan para asistennya sibuk berbenah dan bersiap. Jadi dia sepertinya tidak salah dengan saranya kepada Bos besar.
Sesampainya di mansion..
Ayden ☎️ call
" Ohh.. okay Papa. Alhamdulillah. You and mama okay right? Get in right away, your favorite daughter-in-law has cooked a lot for you. enjoy your day in my house comfortably Make yourself at home ( Ohh.. Okay Papa. Alhamdulillah. Anda dan mama baik - baik bukan? Segeralah masuk, menantu kesayangan anda sudah masak banyak untuk kalian. nikmatilah hari anda di rumahku dengan nyaman. Anggap rumah sendiri)" ucap Ayden.
" Of course boy. When you go home?" tanya Irfan.
" Maybe get home at 3 in the morning. Papa please don't tell Rayina about my return. I will surprise her ( mungkin sampai rumah pukul 3 dini hari. Papa tolong jangan bilang Rayina tentang kepulanganku. Aku akan memberi kejutan untuknya )" pinta Ayden.
" Okay boy. Take care ya.. take your health also. Assalamualaikum " tutup Irfan.
" Okay Papa too you. Waalaikumsalam " tutup Ayden.
Irfan segera masuk karena istrinya juga menunggu. Ternyata Rayina dan kedua makhluk kecil yang dirindukan mereka menunggu kedatangan orang tua itu. Mereka segera berhamburan memeluk sang Atuk dan Oppa nya. Sedangkan Rayina segera meraih kedua tangan orang tua itu dan menciumnya dengan penuh hikmat. Kemudian memeluknya dengan hangat dan penuh kasih sayang.
Di lain Negara..
Lelaki tegap nan gagah yang sedang merindukan istri dan anak - anaknya begitu bahagia. Penerbangan yang seharusnya besok pagi berangkat. Ternyata malam ini juga kembali ke london. Dan dia sangat senang akan hal itu. Dia bisa kembali berkumpul dengan keluarganya.
' Ternyata menjadi pengusaha di perusahaan sendiri lebih mudah mengatur jadwal. Dari pada bekerja sendiri. Tapi aku bangga dengan pencapaianku. Saat ini aku belum bisa terjun sepenuhnya ke dunia bisnis itu' batin Ayden.
__ADS_1
Dia sangat bersemangat untuk kembali pulang ke London. Kesayangannya yang ia rindukan kini sudah menanti. Dia segera memode pesawat di ponselnya.
Di sebuah mansion yang agak mewah. Tampaklah sebuah keluarga berkumpul dalam satu meja makan yang lumayan besar.
Mereka menikmati makan malam yang sudah di hidangkan sang ratu rumah. Rayina tentunya sangat antusias menjamu mertuanya itu.
Rayina menyajikan masakan yang sudah dia masak seharian. Irfan terlihat berbinar melihat makanan kampung yang selama ini dia rindukan.
Selama bekerja dalam dunia bisnis. Banya kolega yang mengajaknya makan tetapi makanan itu makanan modern. Sedangkan lidahnya sangat merindukan masakan kampung.
Beruntungnya dia mempunyai seorang menantu yang sangat ajaib. Apapun bisa dilakukan oleh menantunya itu. Maka dia memberikan julukan menantu ajaib. Entah apalagi yang akan di keluarkan bakat terpendamnya itu.
" Papa silahkan nikmati makan malam seadanya ini. Saya hanya membuat makanan ini supaya cepat terhidang. Dan kita semua bisa makan tepat waktu" ucap Rayina.
" Hm.. ambilkan yang itu " pinta Irfan kepada Mama.
' Papa kenapa ya ? Kok tumben tidak menjawab. Apa perkataanku sudah menyinggungnya ya ?'batin Rayina.
"Raaayinaaa" Irfan segera meletakkan sendoknya dengan sedikit keras setelah dia mencicipi masakan Rayina.
*Deg
*
*
*
Tunggu cerita selanjutnya ya...
Akan ada rahasia besar yang belum Rayina ketahui...
Jadi jangan kemana - mana ya...
Jangan lupa like, komen dan Vote nya ya..
Love you readers...
I will back* ....
__ADS_1