
Weekend telah datang menyambut seluruh alam raya. Tak seorang pun melewatkan dengan suka cita. Karena di negara ini waktu libur adalah waktu bersama dengan keluarga.
Tak berbeda dengan keluarga kecil Ayden. Menyambut liburan akhir pekan bersama keluarga dan rencana BBQ bersama keluarga. Tujuannya hanya ingin berbagi kebahagiaan dan menyambung tali silaturahmi.
Selanjutnya akan membagikan makanan kepada tetangga mansion yang sudah Ayden pesan di restoran cukup terkenal. Dan nanti akan dibagikan kepada satpam dan orang yang membutuhkan di sekitar mansion.
Nanti setelah empat bulan rencananya akan dibuatkan pengajian. Dan tujuh bulan juga akan di buatkan syukuran. Seluruh prosesi selayaknya dulu waktu Rayina mengandung Ganesha juga begitu.
Ya, karena dia berasal dari jawa. Tradisi itu sudah turun temurun dilakukan. Dan biasanya itu dilakukan jika yang dikandung anak pertama.
Memang benar, ini adalah anak ke dua untuk Rayina dan juga Ayden. Tapi untuk mereka adalah anak pertama. Karena Ben dan Ganesha dari lain Ibu dan lain Ayah
Mama yang mengetahui prosesi seperti itu sangat antusias. Dia ingin sekali mengetahui prosesi itu tahap demi tahap. Karena memang di negaranya hanya mengadakan pengajian.
Malam pun tiba, mereka segera ke taman samping rumah. Di sebelah kolam renang ada gasebo yang cukup luas untuk membuat BBQ an.
Ayden menyuruh semua pekerja membantu menyiapkan kebutuhan yang diperlukan. Semua bahan untuk BBQ juga harus komplit.
" Mas, nanti semua pekerja harus ikut acara kita mas. Kasihan, jangan disuruh bekerja terus. Sesekali bebaskan mereka untuk sekedar melepas penat dan juga merasakan kebahagiaan kita" pinta Rayina.
" Titah tuan putri segera terlaksana" ledek Ayden.
Mereka berdua kemudian hanya tertawa. Candaan dan gurauan dari masing - masing mulut comelnya keluar begitu saja. Ayden merasa sangat bahagia mempunya seorang istri yang tidak baper an.
" Sayang, terima kasih sudah mau menjadi Ibu dari anak - anakku" ucap Ayden.
" Sama - sama mas. Terima kasih juga sudah menjadi Ayah yang hebat untuk anak - anak kita" balas Rayina.
Ayden kemudian merengkuh tubuh mungil Rayina. Memang saat ini perutnya masih rata, teyapi Ayden selalu saja mengelus dan mengecupinya.
" Masih rata mas, sebesar biji kacang hijau" ucap Rayina.
" Nanti juga akan besar sayang.. sabar lah dulu" jawab Ayden.
" Kamu tidak mau makan apapun? atau menginginkan sesuatu? ngidam misalnya" tanya Ayden penasaran.
" Embbb... sejauh ini aku belum menginginkan apapun mas" jawab Rayina.
__ADS_1
" Baiklah sayang, mari kita ke taman. Sepertinya Papa dan Mama sudah menunggu" pinta Ayden dengan menggandeng mesra tangan istrinya.
Ternyata sudah banyak saudara yang datang. Mama dan Papa sengaja mengumpulkan semua saudara yang berada di London. Rayina baru melihat saudara Ayden yang berada di London.
Karena selama ini Rayina belum sempat dikenalkan kepada saudara- saudara yang lainnya.
Saat ini mereka masih bercanda dan bersenda gurau. Karena memang mereka jarang ketemu. Mungkin terakhir bertemu adalah saat pernikahan Ayden dengan Aleesha, sekitar sepuluh tahun yang lalu.
Dan saat ini mereka diundang kembali untuk mengenalkan menantu baru dari keluarga Irfan.
Mereka segera menghentikan perbincangan sejenak, karena sang empunya rumah sudah berada di taman. Ayden kemudian meminta perhatian kepada semua anggota keluarga besarnya
Tring...
Tringg...
Tringg....
Suara gelas yang dipukul sendok berdenting.
" Perhatian semuanya ...attantion please" ucap Ayden.
Irfan dan istrinya sangat bangga mempunyai menantu seperti Rayina. Semua mata memandang dari ujung kaki hingga ujung rambut Rayina.
Tidak ada celah sedikitpun. Cacatpun tidak ada. Dari segi wajah dia nampak cantik nan ayu layaknya wanita Indonesia pada umumnya. Dari bodynya pun bak gitar spanyol. Secara tampilan fisik sangat sempurna.
Semua keluarga menyambut bahagia karena Ayden sudah bisa move on dari Aleesha. Keluarga besarnya memang tidak setuju jika Ayden menikahi Aleesha dulu. Karena latar belakang kedua orang tua Aleesha.
Dan sekarang giliran Rayina menyalami semua sanak dan saudara. Semua saudara yang menyalami sangat senang dan menerima dengan sangat baik. Tetapi tidak dengan salah satu gadis yang berada agak jauh dari kerumunan saudara - saudara yanh lain.
" Sayang, dia siapa? " Rayina mendekat ke arah suaminya dan berbisik.
" Oh.. Liona, dia anak Om Rony. Itu yang ada di ujung bersama Devran" terang Ayden.
" Kenapa dia tidak bergabung dengan yang lainnya? Apakah ada masalah?" tanya Rayina penasaran.
" Lihatlah sayang, siapa wanita kecil yang dibawa Devran. Dia menepati janjimu. Pasti itu yang menyebabkan Liona menjadi tidak mau bergabung" terang Ayden.
__ADS_1
" Ohh cemburu? ada hati di sini ternyata. Baiklah aku coba menghiburnya" jawab Rayina lembut.
" Baiklah sayang, hati - hati dia seperti namanya. Lion alias singa. Singa betina. Hahaha" ledek Ayden.
" Mas..." keluh Rayina dengan tersenyum.
" Baiklah, temui lah dia. Hati - hati. Jaga my twin. Okay?" pinta Ayden.
Setelah itu Ayden menyapa keluarga yang lain dan Rayina mendekati Liona. Sedangkan Mama sudah mengatur semya makanan dan acara sudah berlangsung. BBQ bersama keluarga sangat meriah. Mereka semua menikmatinya.
Dari proses pembakaran dan lain sebagainya. Mereka sangat terhibur dan sangat bahagia.
" Hai... siapa namamu? Kenapa disini?" tanya Rayina ramah.
" Hm.. malas. Kenapa kamu kesini?" tanya balik Liona.
" Oh.. aku mau ngobrol sama kamu" jawab Rayina santai.
" Siapa namamu gadis cantik?" tanya Rayina.
" Liona" jawab Liona songkat.
" Okay.. Liona, bergabunglah bersama yang lain. Jika kamu masih disini sendiri, maka semakin ada yang bahagia disana. Jangan pernah menyerah, jika memang belum waktunya menyerah. Berusahalah!" ucap Rayina.
" Apa maksudmu?" tanya ketus Liona.
Rayina kemudian tersenyum hangat, dan dia kemudian mengusap punggung tangan mungil Liona.
" Devran bukan? Ayolah, tunjukkan taringmu Liona" ucap Rayina.
Liona masih agak berat melangkah mengikuti langkah Rayina. Om Rony, ayah Liona merasa tersenyum melihat Rayina bisa membujuk keras kepala putrinya itu.
Dia memang masih cemburu dengan Devran yang membawa seorang wanita dalam acara keluarga.
" Boy, memang pilihanmu sangat tepat. Lihatlah ! Singa kecilku pun bisa dia taklukkan. Bahkan sedari tadi aku sudah membujuknya tidak pernah berhasil" ucap Om Rony.
" Hehe.. Ya begitulah dia om. Aku sangat mencintainya. Berbeda dengan cintaku kepada Aleesha" jawab Ayden dengan memandang cantik istrinya.
__ADS_1
" Dulu kamu bukan mencintainya boy. Kamu hanya bertanggung jawab, simoati dan berusaha melupakan kembarannya saja. Kalau sekarang matamu tidak akan pernah berbohong dengan rasa itu" terang Om Rony.
Ayden hanya tersenyum bahagia. Sedangkan Devran masih kasak- kusuk dengan ketidak nyamanannya. Pandangan mata membunuh abangnya sangat menakutkan. Terlebih pandangan kakak iparnya yang sedari tadi seperti meminta penjelasan yang lebih.