Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
115.


__ADS_3

"Bereskan?" batin Rayina.


" Bereskan? Maksud Om Rony apa? " tanya Ayden penasaran.


" Kalian butuh pengawalan buat Devran kan? Kenapa masih tanya lagi?" tanya Rony.


" Iya om.. aku kira Om akan membereskan Xano" ucap Ayden.


" Itu urusan kalian. Tapi..." ucap Rony menggantung.


" Tapi apa om?" tanya Rayina kemudian.


" Tapi... kali ini aku akan sedikit ikut campur. Karena kalian sudah melibatkanku dalam hal ini. Dan lagi singa kecilku terlibat dalam misi ini. So, aku akan selalu waspada dengan ini semua. Tanpa kalian meminta" tukas Rony.


" Thank you om...you're thw best lah" ucap Ayden.


" Papa no best boy?" tanya Papa cemburu.


" Ahh... aku tidak diperbolehkan duduk kah disini? Kenapa kursi sebesar itu dan senyaman itu tidak boleh aku duduki?" tanya Rony menyindir.


" Ah.. om.. kemarilah... Silahkan bos"canda Ayden.


Farhan tiba - tiba datang dan mengatakan sesuatu yang sangat penting. Membuat Rayina membulatkan matanya. Rayina sangat terkejut dengan pernyataan itu. Segera dia bangkit dan beranjak.


Semua orang yang berada di ruang keluarga yang tadinya suasana sudah mencair, kini mulai menegang lagi. Pasti sesuatu telah terjadi dengan Aruni.


" Aruni" ucap Ayden lirih seraya mengikuti istrinya yang sudah terlebih dahulu ke ruangan bawah.


" Aruni? Irfan?" tanya Rony menyelidik.


Irfan hanya mengedikkan bahunya dan hanya cuek saja tidak menjelaskan. Liona yang melihat kejadian itu juga langsung bangkit dan mengekor dibelakang Ayden.


" Ikutlah kesana, kamu akan tahu!" ucap Mama.


Rony tanpa banyak berbicara segera mengekori anak semata wayangnya. Dia terus bertanya, apa yang sebenarnya terjadi. Langkah kakinya yang panjang membuat dia cepat berada di tempat yang dimaksud.

__ADS_1


" Aruni !!!" seru Rony.


Aruni tercekat melihat sosok lelaki yang ada dihadapannya. Dia sangat shock melihat lelaki itu. Bukan tanpa alasan Aruni terkaget setengah mati.


" Aruni?? what happend? Are you okay?" tanya Rony.


Semua mata memandang kearah Rony. Bukan lagi tercengang denga kemajuan yang Aruni tampilkan. Memang Aruni sudah mulai bisa menggerakkan jarinya. Itu kemajuan yang sangat mumpuni bukan?


" Papa tahu Aruni?" tanya Liona spontan.


" Ya, dia anak dari sahabat Papa. Namanya Burhan. Ayahnya dulu seorang pengusaha makanan. Tetapi karena di tipu oleh Exel dia jadi bangkrut" ucap Rony tak kalah spontannya.


" What??? really Papa?" tanya Liona lagi.


" Ya, sayang... " ucap Papa.


Rayina kemudian menjelaskan apa yang terjadi dan apa yang dialami oleh Aruni. Dan Rony merasa kaget, karena masalah yang datang kemarin dulu saat acara Rayina itu adanya 'penyusup' dan ternyata itu adalah Aruni.


" Aruni, kasihan sekali nasibmu nak. Dia tidak pernah menceritakan asal usulnya kepada siapapun" ucap Rony.


Kini semakin yakin untuk Aruni bertahan dan membantu Rayina untuk menghancurkan Xano. Sebab, sumber dari masalahnya adalah Exel, dan dia juga sudah terjerumus kedalam dunia hitam juga karena Xano.


Pengalaman mengajarkan banyak hal kepadanya. Bukan hanya pengalaman, sekarang keluarga dan orang yang mencintainya sudah berada di dekapannya. Aruni semakin yakin dalam melangkah.


"Aku berjanji akan membantu Rayina sampai tuntas. Semua akan ku lakukan untuk menebus semua kesalahanku" batin Aruni.


Aruni sebenarnya baru mnegetahui tentang Papa Liona. Bahwa sebenarnya Rony adalah sahabat lama dari mendiang Papanya dulu.


Rony pasti menyimpan banyak rahasia dari mendiang Papa Liona. Dan dia tahu sedikit banyak tentang pergerakan Exel, Papa Xano.


" Berarti om paham dengan mendiang Papa Xano bukan?" tanya Rayina penasaran.


" Sedikit banyak tahu. Dan om malas sekali terlibat dengan hal yang berbau menyalahi aturan hukum.Alias ilegal. Itu sangat membuatnya malas dengan sepak terjang Exel. Dan mungkin parkiran om, Xano tidak jauh berbeda dengan Papany" tutur Rony.


" Hmm benar begitu Aruni?" tanya Rayina menyelidik.

__ADS_1


Dengan pasti dan dengan anggukan yang sangat meyakinkan Aruni mengiyakan. Dan dia juga sangat yakin bahwa dunia yang Xano geluti memang dunia hitam.


Rayina selanjutnya menceritakan kejadian yang sebenarnya terjadi dengan Aruni. Dia juga menceritakan alat sadab yang berada di dalam tubuh Aruni. Bahkan efek dan keadaan terburuk sekalipun itu dia sudah menceritakannya dengan detil.


Rayina juga ingin Rony membantunya saat mereka membutuhkannya. Sedikit informasi merupakan salah satu jalan utama untuk mencapai tujuan.


Xano merupakan mafia kelas kakap yang semua langkah hukum bisa dilaluinya dengan mulus. Tentu saja karena uang yang dia miliki untuk menyuap 'oknum' hukum yang mau membantunya.


Rayina ingin kali ini Rony membantunya dalam perlindungan kepada Devran. Karena Devran adalah incaran pertamanya. Penjelasan Devran bisa membuat misi yang sudah direncanakan dengan matang akan berubah 180 derajat jika dia sedikit saja salah mengucapkan.


Untuk itu Rayina meminta kepada Rony, membantu melenyapkan Devran sebelum Xano menemukannya. Melenyapkan bukan berati dibunuk atau diasingkan tapi dihapus sementara peran dalam dunia bisnis.


Untuk itu perusahaan tetap atas nama Irfan sang mertua dan Devran bukan siapa- siapa. Bahkan perusahaan Devran yang dia miliko dari kedua almarhum orang tuanya pun harus bisa di samarkan.


Rony sudah paham dengan jalan pikiran Rayina. Karena Rony juga paham dengan apa yang akan dilakukan Xano ketika sudah dalam keadaan marah ataupun dalam keadaan yang sangat genting.


Devran bisa jadi santapan empuknya, karena di siang tadi saat pertemuan dalam forum, Xano mendapat jawaban telak daei Rayina. Dan juga mendapatkan penolakan kerja sama yang berdasarkan logika dan perundangan yang sudah ada.


" Ya, om paham dengab maksudmu nyonya Ayden. Om akan usahakan. Terlebih untuk singa kecilku" ucap Rony seraya mengejek Liona.


"Thak you om... " jawab Rayina girang.


" Emb.. Farhan tolong bimbing Aruni agar bisa menggerakkan jarinya dengan tepat. Karena memang efek obat itu sangat dahsyat. Rasannya kamu bahkan sudah merasakan sendiri bukan Aruni? Dilidah bahkan ditubuhmu sangat tidak enak. Itu karena sel syarafmu memang dalam masa " bekerja". Jadi kamu akan mendapatkan hasilnya" terang Rayina.


" Baiklah nyonya saya akan melaksanakannya dengan sangat hati - hati dan teliti" jawab Farhan.


" Kak, Xano bergerak. Pergerakannya sangat cepat. Bagaimana dengan Devran? Papa bagaimana anak buah Papa? Apakah ready?" tanya Liona cepat.


" Sabar sayang, tenang.. Papa sudah mengaturnya" jawab Rony santai.


Rony mendekati Arunu dan membelainya dengan lembut. Dia merasa Aruni seumuran singa kecilnya yang nakal.


" Sayang, sepertinya Aruni bisa jadi kakakmu nak. Biarkan dia tinggal bersama kita. Bagaimana?" tanya Rony.


" Maksud Papa?" tanya Liona menyeru.

__ADS_1


Liona sangat penasaran dengan pernyataan Papanya itu. Dia bersungut- sungut saat menanyakan hal tersebut.


__ADS_2