Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
128.


__ADS_3

Ya... begitulah kedua insan yang saling bercengkrama ketika hanya berdua saja. Mereka melepaskan kekakuan yang selama ini membentenginya. Entah kenapa Devran merasa momen yang mereka ciptakan merasa menjadi diri mereka sendiri. Dan tanpa ada rahasia apapun yang mereka sembunyikan.


Devran sang cassanova akan menjadi mantan cassanova. Dia melakukannya memang tidak ada sebab. Bukan karena wanita atau ada orang yang menyuruh. Tapi karena dia merasa butuh dan dia memang harus berubah.


" Okeylah, abang hanya pesan itu saja. Dan... seriuslah dalam melakukan apapun. Jangan pernah gegabah lagi. Abang doakan semoga semua dilancarkan" ucap Ayden tulus.


" Thank you bang... oh ya.. Xano tadi katanya ke kantor abang. Menawarkan bisnis lagi dengan kakak ipar. Bang... sepertinya bukan bisnis atau keuntunga yang dia incar lagi. Tapi kakak ipar" terang Devran.


" Kakakmu sudah menceritakan semua kepadaku. Dan untuk tertariknya Xano kepada kakakmu sepertinya pemikiran kita sama. Tapi..." ucap Ayden menggantung.


" Tapi apa bang?" tanya Devran penasaran.


" Oh.. ya, satu lagi tugas untukmu Dev" ucap Ayden.


" Apa bang?" tanya Devran.


" Emb.. awasi semua gerak gerik Xano. Kalau perlu kamu sewa orang atau apapun itu. Jangan sampai terjadi sesuatu" pinta Ayden.


" Untuk itu tanpa pemintaan abang sepertinya aku dan Liona sudah punya rencana lain" ucap Devran.


" Ah... baiklah.. abang percaya kepadamu" ucap Ayden lega.


" Heran... Xano.. Xano.. tapi jika kakak ipar belum menikah, pasti banyak sekali yang menyukainya. Sekali melihat saja sudah membuat getaran hati setiap orang" ucap Devran.


" So??? kamu juga begitu?" tanya Ayden jengkel.


" Of course bang. Laki - laki buta saja tahu kalau kakak ipar begitu berbeda" ucap Devran lagi.


" Kau !!!" pekik Ayden.


" Sabar bang... memang benar begitu. Kenyataannya pun demikian adanya. Mama saja yang wanita juga pasti merasakannya. Dan pasti akan menjawab yang sama denganku" ucap Devran.


" Ya... aku akui, kakak iparmu memang penuh pesona. Dev... aku berfikir Xano akan membuat rencana baru untuk kakakmu. Semoga saja kakakmu bisa menanganinya dengan baik" ucap Ayden.


" Saat ini sepengetahuanku, Xano masih berada di Malaysia. Keperluan apa disanapun kita belum mengetahuinya bang. Terakhir kita memantau hanya dia memesan tiket penerbangan ke Malaydia dengan kelas biasa pula. Biasanya dia akan memakai jet pribadi. Aku tidak tahu tujuannya apa ke Malaysia. Dan kemunginan untuk tiket pesawat biasa yang dipesannya hanya penyamaran untuknya" terang Devran.

__ADS_1


" Ya, seperti itu juga dugaanku" terkaan yang sama oleh Ayden.


" Kakak ipar sepertinya sudah mempunyai rencana baru untuk Xano bang. Aku rasa pola pikirnya jauh maju kedepan beberapa langkah dari kita" terang Devran.


" Aku sudah menduganya seperti itu. Entahlah Dev... bakat yang tiap kali di perlihatkannya membuatku makin kagum dengannya. Tidak hanya otaknya yang sangat brilliant. Tetapi semua yang ada pada dirinya sangat keren. Aku mengakui akan hal itu" terang Ayden.


" Ya.. Ya sudah, abang tidak perlu menghawatirkan apapun. Istirahatlah bang... jaga kesehatanmu. Dan jangan memikirkan sesuatu yang berat. Insyaallah kita dalam lindunganNya" ucap Devran.


" Aamiin" jawab Ayden dan Devran berbarengan.


Ayeen kemudian beranjak, berpamitan untuk istirahat kembali ke kamarnya. Dan Devran juga kembali merebahkan badannya.


Sepeninggal Ayden ke kamar Devran, Rayina sudah tertidur dalan gulungan selimut tebal. Rasa kantuk dan capeknya nampak di guratan wajahnya nan ayu.


Ayden yang melihat istrinya kelelahan hanya bisa mengusap rambut yang menjutai indah dan mengecup keningnya.


" Good night sayang" bisik Ayden dengan senyuman.


Ayden kemudian menarik selimutnya dan segera memeluk pinggang istrinya yang sudah mulai agak membesar. Diraba perutnya diusapnya dengan penug kelembutan.


Kecupan yang awalnya hanya di bahu kian lama kian menuntut istrinya . Dan kini tangan nakalnya sudah berada di puncak bukit kembarnya. Membuat sang empunya melenguh mendapatkan sentuhan kenikmatan.


Dengan mata masih terpejam, istrinya mendesis lirih. Membuat darah Ayden mendidih untuk membuat permainan lebih. Kini dia menjadi kemudi permainannya.


Dirabanya dengan lembut seluruh permukaan kulit mulus itu. Disentuhnya dengan ujung jari dari bawah keatas dan dari atas ke bawah. Membuat istrinya makin belingsatan.


Lingerie yang menutupinya kini perlahan dibuka oleh Ayden.Dnegan sangat hati - hati dia membukanya. Ayden sengaja ingin bermain dalam kondisi istrinya tertidur pulas. Dan dia melakukannya dengan penuh kehati - hatian.


Untung saja lingerie yang digunakan hanya seutas tali di bahu. Dengan mudah hanya dengan sentakan sekali, untaian tali terlepas. Dan mengekspos seluruh bahu mulus Rayina.


Dikecupnya dengan lembut dengan mementingkan kenyamanan sang empunya agar tidak terbangun. Di kecupnya kembali turun menuju dua bukit kembar yang sangat Ayden sukai. Di ambilnya buah cerry nan ranum itu untuk dikulumnya.


Lembut... benar- benar lembut, sehingga si pemilik bukit hanya mendesis pelan. Sedangkan di alam mimpinya dia sedang menyusui dua anak kembarnya yang sangat menggemaskan...


Ternyata, kelakuan suami nakalnya yang membuatnya mendesis menikmati setiap sentuhannya.

__ADS_1


Entah kenapa Ayden sangat menyukai dua bukit kembar itu. Terasa nikmat walau tidak mengeluarkan air setetespun. Sedangkan tangan satunya bermain mengulum buah cerry.


"Ijinkan aku bermain sampai pagi seperti ini sayang, emhhh.... " batin Ayden.


" Kenapa bukitmu ini membuatku makin nikmat. Entah kenapa rasanya sungguh kenyal dan mrmbuatku makin penasaran untuk mencicipinya setiap hari" batin Ayden kembali.


Dalam sekejap, mata yang tak tertahankn sudah terlelap. Rencana awal membuat permainan baru dengan jalan cerita yang berbeda. Ternyata matanya tidak mampu menyokong untuk melakukannya.


Masih dalam keadaan menghadap dada sang istri. Seperti bayi yang layaknya menyusu pada ibunya. Ayden melakukannya sampai pagi menjelang.


Alarm jam kamar sudah berbunyi. Ketika akan bangun, Rayina merasakan tubuhnya sangat berat. Dan terasa dingin saat membuka selimutnya.


" Seperti ada yang aneh... Ah... bajuku!!" pekik Rayina.


" Hmmm bisa - bisanya kamu nakal mas disaat istrimu tertidur" gerutu Rayina lembut nan lirih.


Dilihatnya wajah tampan itu masuh dalam mode menjadi bayi. Ditarik tubuh Rayina untuk bangkit. Tetapi...


" Aw...." pekik Rayina.


" Mas... bangun yuk... sudah jam empat. Siap - siap sholat yuk" Rayina mencoba merayu untuk membangunkannya.


" Emmbhhh" jawab Ayden masih dalam kulumannya.


"Sebentar lagi sayang, ini obat kangenku nanti. Please..." rengek Ayden memelas.


" Ya sudah... 5 menit lagi ya.." pinta Rayina.


"No" jawab singkat dan kembali ke sasaran empuknya.


Tidak terasa semakin lama semakin menuntut ******* lembut itu. Dua bukit yang sedang dalam jajahan kini sudah menjadi target sasaran utama yang membuat semua syarafnya menegang.


" Emmmmhh" desis Rayina.


Sedangkan penjajah masih saja terus bergerilya mencari jajahn baru untuk menjadikannya singgasana yang sangat diinginkannya.

__ADS_1


__ADS_2