
Sore harinya mereka menyiapkan diri untuk segera pergi hangout. Rayina ingin mengajak Ganesh pergi di playground di sebuah mall yang sangat komplit mainannya.
Rayina hanya ingin membahagiakan anak semata wayangnya itu. Mbak yang selalu setia menemani majikannya itu tak luput dari perannya. Dia sangat menjaga kedua majikannya itu.
Rayina hari ini mngurungkan niat menonton. Sepertinya Ganesha agak kurang berkenan pergi. Tetapi karena Rayina ingin merefresh otak dia memutuskan pergi ke mall. Ganesha bisa main. Rayina bisa mencuci matanya.
Rayina :" Mbak, sepertinya gagal nonton kita. Lihatlah tuan kita Bete begitu. Playground saja lah mbak. Nanti saya tunggu di restoran depannya. Saya juga masih bisa melihat anak main".
Mbak :" Maaf bu, boleh usul tidak? "
Rayina :" Oke. Apa?".
Mbak :" Di dalam restoran ada mainan juga bu, lebih baik tuan kita main disitu saja. Jadi Ibu bisa mngawasi lebih intens".
Rayina :" Good idea . Setuju ".
Rayina kemudian melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Rayina tahu dia membawa tiga nyawa dalam satu motor. Sehingga dia sangat berhati - hati.
Sesampainya di mall ponsel Rayina berdering. Dia segera membuka tas dan mengambil ponselnya.
" Mas Rizky"
Rayina :" Assalamualaikum mas, ada yang bisa saya bantu?".
Rizky :" Waalaikumsalam. Sudah sampai? Hati - hati bawa motornya. Ada 3 nyawa lo ya?".
Rayina :" Mas lihat dimana?"
Rizky :" Banyak mata - mataku yang mengawasimu Rayi. Ya sudah hati - hati. Jangan lupa makan. Jaga jagian kecil kita ".
Rayina :" Kita???"
Rizky :" Asslalamualaikum ".
Rayina :" Waalaikumsalam ".
Rayina amsih berpikir keras. Apa maksud Rizky berkata jagoan kita. Padahal Rayina belum menyetujui dan belum mengiyakan lamarannya itu. Saat ini Rayina hanya memastikan saja.
Rayina ingin menguji Ayden dengan tidak menghubunginya sama sekali dan tidak membuat story dan lain sebagainya.
Dia hanya ingin tahu, apakah Ayden masih dengan perasaan yang sama atau menyerah begitu saja dengan sikap Rayina yang cuek.
Tiba - tiba ponsel Rayina berdering.
Tring
Tring
__ADS_1
Tring
Ayden : Assalamualaikum sayang, How are you today?
Rayina hanya melihat dalam tampilan luar. Dia sengaja tidak membalas pesan dari Ayden. Dia sangat ingin mengerjai Ayden
" Panjang umur dia, baru dalam pikiran saja sudah terhubung " gumam Rayina dengan melebarkan senyum termanisnya.
Mbak : " Bu, sudah sampai nih. Ibu nunggu di meja sana saja. Saya sama bos kecil langsung ke arena saja".
Rayina : " Mbak, makasih ya. Lembur saya bayar".
Mbak : " Oh.. I Love You Ibu".
Rayina :" Hahaha".
Ternyata di dalam restoran itu terdapat sepasang mata yang terus memperhatikannya. Rayina belum menyadari kehadiran sepasang mata tersebut.
Dari kejauhan dia mengintai gerak - gerik Rayina. Mbak yang sudah melihat dari kejauhan memang sengaja membiarkannya. Mbak pikir majikannya itu sudah berada dalam pengawasan yang tepat.
Rayina masih melihat menu makanan ketika seorang pelayan restoran memberikan buku menu. Rayina hari ini ingin menikmati bihun goreng dan nasi goreng seafood di salah satu restoran favoritnya "S****ia" .
Setelah memilih menu, pelayan segera kembali ke tempat. Sepasang mata itu masih memperhatikan raut wajah Rayina. Dan Rayina masih memandangi ponselnya dengan senyuman.
Terasa getir melihat senyuman itu, karena seseorang mungkin telah mengirimkan pesan. Dia kemudian mendekati Rayina dan menepuk bahu Rayina.
"Astaghfirullahhaladzim" ucap Rayina dengan terkaget sambil memegangi dadanya.
Rayina :" Ya Allah.. Mas Rizky. Bikin kaget saja. Mas kenapa disini? Bukannya tugas?".
Rizky :" Bidadariku menghabiskan liburan sendiri. Aku jadi tidak tega. Hihi" Rizky tersenyum dan membelai Rayina.
Rayina : " Mas, tolong jaga sikapnya. Saya tidak suka!" dengan memanyunkan bibirnya
Bagaimana aku tidak akan jatuh cinta kepadamh Rayi, kamu begitu menggemaskan kalau sedang seperti ini. Batin Rizky.
Rizky :" Oke. Baiklah. Sudah pesan makanan Rayi? Baby boy sudah di pesakkan belum? Mbak juga Rayi ?"
Rayina :" Sudah Mas, tenang saja. Aku juga tidak akan serakus itu ".
Rizky :" Ya sudah, jangan senyum - senyum sendiri lagi. Kesambet nanti. Ya sudah aku mau pesan makanan juga. Laper berat shay".
Rayina :" Ya sudah, sana. Hahaa.. okay Shay".
Ternyata dia tidak sekaku yang aku pikir. Dia sangat menarik dan sangat menggemaskan.
Rizky kemudian memesan makanan dan dia kembali ke meha Rayina. Sesekali mereka melihat Ganesha bermain dengan Mbak . Ganesha tampak bahagia saat bermain bebas seperti itu.
__ADS_1
Tiba - tiba makanan sudah datang dan dihidangkan. Rizky segera mendekati Mbak dan Ganesha.
Rizky :" Hai, jagoan. Sudah capek? Kalau sudah ayo nyam - nyam dulu. Bunda sudah nunggu tuh ".
Ganesha :" Ote, ayuk. Oom.. dindong".
Rizky :" Oke lah jagoanku. Ayok. Mbak segera kesana ya, Ibu sudah menunggu kita makan bersama".
Mbak :" Iya Pak. Mari".
Mereka pun akhirnya menuju meja tempat Rayina duduk dan menunggu. Akhirnya mereka bisa duduk dan segera menikmati makanan yang sudah dipesan.
Ganesha tampak ceria sekali setelah bermain tadi. Berbeda saat dia akan berangkat. Moodnya sudah kembali seperti sedia kala.
Rayina memandangi Rizky yang sedang menyuapi Ganesha. Sesekali mereka tertawa bersama. Entah apa yang mereka tertawakan.
Jika orang yang melihat kami, mungkin berpikiran kami adalah keluarga kecil dengan membawa seornag baby sister. Padahal ...
Rizky tampak terlihat tulus dan ikhlas saat bersama Ganesha. Rayina nampak dari mata seorang Rizky. Rizky sangat tampan dengan seragam yang ia kenakan saat ini. Rizky belum sempat ganti baju karena sehabispulang kerja.
Rayina memandang Rizky seolah itu adalah Ayden. Lah, kenapa lagi dengan orang itu. Rayina kan masih mengujinya. Tetai kenapa ujiannya berubah ya?
Saat ini yang ada Rayina sangat kangen dengan perhatian Ayden. Ayden sudah 2 hari tidak menghubunginya. Biasanya dia sangat sibuk atau ada penerbangan mendadak yang harus dia ikut.
Rayina memahami jam kerja Ayden. Dia sangat profesional dalam bekerja. Rayina tidak mau mengganggu waktu kerja Ayden.
Rayina merasa sedih kembali setelah menyadari jam kerja Ayden. Ayden tadi sempat mengirim pesan. Tetapu Rayina memang sengaja tidak membalasnya.
Dan ditambah saat ini ada Rizky. Takut menyinggung dab diacuhkan. Rayina mengurungkan niat membalas pesan Ayden.
Rizky hanya memandangi Rayina yang sedari tadi memperhatikannya dengan Ganesha.
Rizky :" Rayi, kenapa tidak makan? Keburu dingin. Tidak enak. Makanlah dulu ".
Rayina :" Tak apa mas, nunggu mas saja ".
Mbak :" Sini Pak, Ganesh biar saya saja. Bapak silahkan makan. Saya sudah selesai".
Rizky :" Mbak, habiskan dulu. Santai saja. Ganesh sama om dulu ya".
Ganesh :" Iyah".
Mbak :" Sudah Pak, tidak apa - apa. Saya sudah selesai. Silahkan Bapak sama Ibu menikmati makannya. Ayo jagoan sama Mbak".
Ganesh :" Ote. Bis nini main agi yah mba?".
Mbak :" Ote cayangku".
__ADS_1
Rizky kemudian mengambil makan dalam pirong yang sudah disediakan. Diikuti Rayina juga mengambil makan. Mereka kemudian menikmati makan bersama.