
" Ya Allah... kenapa perutku menjadi sangat mual. Dan kenapa badanku menjadi lemas" gumam Ayden lirih.
" Apa yang terjadi Pak? Apakah bapak baik - baik saja?" tanya anak buah Ayden.
" Tolong bantu saya" ucap Ayden yang dari kamar mandi terlihat lemas dan pucat.
" Bapak sakit? ini sangat pucat Pak. Sebaiknya bapak ijin pulang saja" ucap anak buahnya.
" No, tolong mintakan teh manis panas ya" pinta Ayden.
" Baiklah, bapak tunggu sebentar" ucap anak buahnya.
Tok..
Tok..
Tokk..
" Ay.." panggil Ryan.
" Oh.. hay.. masuklah. Ada apa?" tanya Ayden.
Ayden kemudian merasa ada yang aneh. Dia mencium parfum yang aromanya sungguh membuat perutnya bergejolak entah kenapa. Dia kemudian lari ke kamar mandi lagi.
Hueekkk... huekk..huekkk
Ryan segera menyusul Ayden ke kamar mandi dan membantunya mengurut tengkuk dan punggungnya. Dia tersenyum melihat sahabatnya seperti itu.
Melihat Ayden yang terbiasa dengan wajah cerah, gurat kharismatik dan selalu sempurna. Kini terlihat pucat bak kapas.
" Ayo kemarilah.. kamu sudah periksa?" tanya Ryan.
" Ohhh... shitt.. Ryan.. kamu pakai parfum apa? aku sungguh tidak menyukainya" ucap Ayden.
" Baiklah aku akan pinjam jaketmu sebentar disini dan aku akan bertanya. Jangan marah dulu" ucap Ryan.
" Kami sudah periksa?" tanya Ryan.
Ayden menjawab dengan gelengan.
" Periksalah, Kevin bisa tahu penyebabnya. Apakah istrimu sedang hamil? Apakah kamu selalu mengalami hal ini?" tanya Ryan memberondong.
__ADS_1
" Hey, kenapa kamu bisa tahu istriku hamil? Apakah dia curhat kepada istrimu dan kamu tahu?" tanya Ayden curiga.
" No, Ay. Aku tahu Rayina tidak akan pernah menceritakan apapun emngenai rumah tangganya dan kepada siapapun itu. Aku juga mengalaminya saat istriku hamil anak pertama kita" ucap Ryan.
" Ohh shit.. ini akan berlangsung lama berarti?" tanya Ayden.
" Aku tidak tahu pasti. Masing- masing orang berbeda. Kalau aku dulu sampai empat bulan" ucap Ryan.
" Tetapi aku bahagia, bisa membagi rasa itu bersama. Dan istriku tidak menanggung semuanya sendiri" ucap Ryan dengan binar bahagia.
" Baiklah, kau handel pekerjaanku. Aku akan ijin pulang cepat. Rasanya sangat lemas sekali. Bisakah?" tanya Ayden.
" Pulanglah, istirahatlah" jawab Ryan tulus.
Tok...
Tok..
Tok..
" Maaf pak. Ini tehnya" ucap anak buah.
" Minumlah dulu, setelah itu barulah kamu pulang" usul Ryan.
" Ryan, cuci jaketku. Jangan sampai ada sisa parfummu" ucap Ayden sengit.
" Hahaa, siap boss" jawab Ryan meledek.
Setelah teh hangat mampir ditenggorokannya, dia langsung ijin untuk pulang cepat. Badannya terasa menggigil kedinginan. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Persetan dengan yang ada selama dia mematuhi rambu - rambu lalu lintas yang ada.
Sesampainau di rumah dia mencari keberadaan Kevin. Karena seperti yang sudah di tugaskan istrinya untuk memeriksa rutin Aruni.
" Kevin... kevin" teriak Ayden.
Semua orang yang berada dirumah kaget akan kedatangan Ayden. Bukan kenapa - kenapa. Masih jam berapa, kok Ayden sudah berada dirumah. Apakah dia tidak bekerja. Tetapi melihat wajahnya yang pucat semua orang menjadi panik.
" Ma, apakah ada Kevin?" tanya Ayden lemas.
" Tolong Farhan parkirkan mobilku seperti biasa. Kalau sudah, nanti Kevin suruh ke kamarku ya Ma. Aku minta tolong" ucap Ayden sambil berlalu.
Mama tidak menjawab apapun dan segera mencari Kevin di ruang bawah tanah. Di ruangan Aruni di rawat. Tetapi pandangannnya terkejut. Saat di dapati Aruni sudah sangat baik.
__ADS_1
" Aruni... sudah lebih baik?" tanya Mama.
Aruni tidak menjawab, tetapi hanya tersenyum dan mengangguk. Farhan yang berada di sampingnya hanya bisa meneteskan air mata.
" Kevin, bagaimana keadaan Aruni?" tanya Mama.
" Ma, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Jika chips itu dilepas kemungkinan Aruni akan lumpuh. Tetapi jika tidak dia akan meninggal saat itu. Dan.. " ucap Kevin menggantung.
" Dan apa Kevin?" tanya Mama penasaran.
" Sepertinya Aruni tidak akan bisa berbicara lagi, dan dia akan lumpuh, tante" ucap Kevin lirih.
Farhan yang mendengarkan penjelasan Kevin saat itu merasa ribuan pisau menancap di dadanya. Sakit? tentu saja. Semua rasanya ingin dia saja yang menanggungnya. Jangan gadis kecilnya ini. Tetapi respon Mama sangat berbeda.Dia tidak mau menampakkan kesedihan dan kekecewaannya.
" Aruni, jangan bersedih. Obat sekarang itu banyak yang menciptakan dan khasiatnya luar biasa. Medis sekarang juga bisa mengobati karena kecanggihan semakin maju. Nanti kita akan upayakan sebaik mungkin. Yang terpenting kamu semangat ya.. Lihat tu.. Heromo menangis.. Kamu bergutang cinta dengan Farhan. Semangatlah, cepat sehat, cepat pulih. Dan kami bisa memabalas cintanya. Okay?" ujar Mama.
Aruni hanya mengangguk dan tersenyum. Tak terasa air matanya lolos begitu saja. Farhan segera meraih tangan Aruni dan mengecupnya dengan kasih. Farhan kemudian menghapus air mata Aruni.
" Oh.. ya, Kevin kekamar Ayden. Di membutuhkanmu. Sepertinya dia sakit. Wajahnya sangat pucat" terang Mama.
" Dan kamu Farhan, mobil tuanmu tolong parkirkan di trmpat biasa. Aruni Mama yang jaga" perintah Mama.
" Baik nyonya" jawab Farhan.
Kevin dan Farhan segera meninggalkan ruangan itu. Aruni masih bersama dengan Mama. Mama dengab sabar danbtelaten mengajak berbicara terus dengan Aruni. Aruni hanya bisa tersenyum dan mengangguk.
" Bang..." teriak Kevin dari luar pintu.
" Masuklah.." ucap Ayden lemas.
Ayden terlihat pucat. Dia baru saja keluar dari kamar mandi. Dia akan tahu apa yang akan terjadi. Sehingga ia buru - buru memakai masker dengan dua lapis.
" Kenapa bang? Kenapa pakai masker? Apa kau batuk atau flu?" tanya Kevin.
" Kevin.. apakah aku bisa mengalami masa ngidam? sedangkan istriku yang hamil?" tanya Ayden.
" Tentu saja bang... Beberapa penelitian sudah dilakukan untuk memahami tentang fenomena ini, akan tetapi belum ditemukan penyebab pasti mengapa sindrom kehamilan simpatik bisa terjadi. Namun, para peneliti menyimpulkan, tingginya tingkat stres pada suami saat istri hamil menjadi pemicu. Stres yang meningkat menurunkan level hormon testosteron di tubuh pria, dan membuat hormon estrogennya lebih tinggi. Bahkan, beberapa pria mengalami peningkatan hormon prolaktin (hormon yang berperan dalam produksi ASI). Itulah mengapa gejala kehamilan bisa terjadi pada pria meski mereka tidak hamil" terang Kevin.
" Apakah ada obatnya Kevin? dan berapa lama ini akan berlangsung. Ini sangat mengganggu aktifitasku Kevin" ucao Ayden memelas.
" Sayangnya, tidak ada obat khusus yang bisa meredakan gejala kehamilan simpatik yang dialami suami. Akan tetapi, dikarenakan kebanyakan pemicu sindrom ini terjadi adalah stres, maka disarankan bagi suami untuk menyiapkan diri menghadapi tanggung jawab sebagai seorang ayah sehingga bisa mengatur level stres dengan baik . Caranya, kakak ipar bisa mengajak mengobrol bersama abang tentang kehamilan, bayi dan peran kalian sebagai orangtua nantinya. Hal ini bisa mengurangi level stres dan kecemasan yang dialami. Bicara masalah kehamilan dan kecemasan yang kalian rasakan dengan keluarga atau teman juga bisa membantu.
__ADS_1
Karena peran suami dalam kehamilan istri sangatlah penting. Menemani istri memeriksakan kehamilan, membantu istri menghadapi masa sulit saat hamil adalah salah cara agar suami bisa terlibat dalam persiapan menyambut kelahiran si buah hati" terang Kevin.