Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
61.


__ADS_3

" Baiklah sayang. Oh ya, bagaimana tadi?" tanya Mama.


" Hmm.. bicarakan saja, don't worry. Tidak perlu terlalu formal. Katakan saja " pinta Papa.


" Baiklah, begini Pa, Saat kami tiba di sekolah Ben. Sudah tidak ada Aleena. Tetapi dari pantauan alat yang Rayina buat ada beberapa masalah" papar Ayden.


" Mmmm oke. so...?" tanya Papa penasaran.


" Aleena menitip kan ini kepada Ben" tutur Ayden dengan mengajukan secarik kertas.


" Oke. Wait, I read now. okay? " jawab Papa.


Mama kemudian menggeser badannya mendekat ke arah suaminya dan ikut membaca secarik kertas yang sudah diberikan Ayden kepada Papa. Mereka kemudian membaca dan mencermati setiap kata, setiap kalimat yang tertulis didalamnya. Mama berlarut dalam pikirannya dan terus berpikir.


Selama ini Mama selalu diam dan selalu berpikiran baik kepada menantunya dulu, Ibu Ben. Sedangkan Papa yang selalu bertindak dan selalu meledak - ledak dalam menanggapi dan menyikapi menantunya itu.


" Pa..." ucap Mama.


" Ya Ma... " jawab Papa.


Mereka hanya saling pandang dan saling bercerita melalui kontak matanya. Rayina yang menyaksikan kedua insan yang sudah cukup usia dan berpengalaman itu hanya diam menunggu penjelasan dari keduanya.


Sedangkan Ayden semakin penasaran dengan kedua orang tuanya. Ayden kemudian menggenggam tangan istri tercintanya hanya untuk mencari ketenangan.


" Pa...??" tanya Ayden.


" Okay.. sebenarnya Papa sudah mengetahui jauh dari ini. Tapi Papa akan menceritakan kembali jaman dahulu. Are you ready boy?" tanya Papa.


" Insyaallah Pa. Semua yang akan Papa katakan kami siap" jawab Rayina dengan penuh keyakinan.


" Bukan kamu sayang, but your husband" ucap Papa.

__ADS_1


" Semua yang Rayina katakan berarti adalah jawaban dari hatiku Pa. Dia siap menerima dan mendengarkan masa laluku. Dan aku akan lebih siap jika dia juga siap mendengarkan kenyataannya" ucap Ayden.


" Maksud Mas? Mas belum menceritaka semuanya?" tanya Rayina.


" Nanti kamu akan tahu dari Papa. Kamu sudah siap?" tanya Ayden kembali.


" Of course sayang.. Don't worry. Semua akan baik- baik saja. Masa lalumu adalah milikmu. Sebaliknya masa laluku juga milikku. Tetapi masa depan adalah milik kita. Okay sayang?" jelas Rayina.


Semua yang mendengarkan ucapan Rayina saling pandang dan tersenyum. Betapa mereka bangga mempunya satu wanita yang sangat unik ini.


"Pilihan Papa memang benar. Dia yang terbaik untuk anakku" batin Mama.


" Okay. Papa mulai dari kalian menikah. Saat Ayden menikah dengan Aleesha. Papa tidak setuju karena Papa tahu sebenarnya mereka bekerja sama untuk ini. Aleesha memang sengaja mendekatimu untuk menggantikan Aleena. Dia tidak benar - benar mencintaimu. Setiap kali kamu tugas keluar negara dia pergi dan bertemu dengan lelaki lain, pacarnya." terang Papa.


" What???" Ayden sangat terkejut.


" Sayang, tenanglah. Jangan memotong dulu. Jika memang mengganjal tahan dulu. Nanti Papa pasti akan jelaskan semuanya. Sabar ya" Rayina menenangkan suaminya itu.


" Ya, dia memang begitu. Papa selalu mengintai dan mematai setiap gerak gerik Aleesha. Dan ketika dia bertemu dengan Aleena pun Papa juga tahu. Dan juga dengan Apa yang mereka bicarakan. Salah satunya, anak yang ada dalam kandungan Aleesha" cerita Papa.


" Huffft" hela Papa lagi.


Semua hanya diam dan mendengarkan setiap perkataan dan penjelasan Papa.


" Aleesha memang mengandung anak kamu, Ayden. Ya.. Ben anak kandungmu. Bukan lelaki lainnya. Dan dia sangat mencintai anaknya dan anakku. Dia memutuskan pacarnya saat menyadari bahwa suaminya adalah lelaki terbaik. Dia kemudian menyudahi hubungan mereka. Tetapi lelaki ini tidak terima. Dan kamu tahu siapa lelaki ini?" tanya Papa.


" Who is he Pa?" tanya Ayden.


" Thomas" ucap Papa.


" Thomas? mantan pacar Aleena?" jawab Ayden keheranan.

__ADS_1


" Yeah. Dia.. " jawab Papa.


" Dan sampai saat ini Thomas masih berhubungan dengan Aleena. Setelah putus dengan Aleena dia kemudian dengan Aleesha. Saat Aleesha sudah bersamamupun Thomas masih berhubungan layaknya orang pacaran. Thomas memanfaatkannya. Dia hanya memeras uang Aleesha. Dia juga akan membongkar kedok mereka berdua jika Aleesha memutuskan hubungannya dan untuk uang itu hanya untuk berfoya - foya saja" jelas Papa.


" Memang rumit. Tetapi ini adalah kenyataannya" jelas Papa.


" Selama menjadi istrimu apakah kamu mengecek sedetil mungkin keuanganmu?" tanya Papa kepada Ayden.


" No, Pa. Papa tahu aku begitu mempercayai mendiang istriku dulu. Dan aku sudah mempercayainya untuk mengelola keuanganku" jawab Ayden.


" Itu adalah kesalahanmu. Kamu tidak meneliti kembali. Papa melakukannya sampai saat ini. Apa yang Mama kamu beli , Papapun juga tahu. Bahkan hal kecil yang Mamamu lakukan juga Papa tahu" jawab Papa Tegas.


" Ya sudah, itu dulu. Apakah sekarang kamu seperti itu dengan Rayina?" tanya Papa.


" Maaf Pa, Saya menerima uang tiap bulan dari Mas kemudian saya juga merinci semua pengeluaran dan pemasukan uang tersebut secara detil. Karena memang saya dudah melakukannya sejak dulu. Bahkan sebelum saya menjadi istri mendiang suami saya. Saya tidak mau ada kebohongan hal sekecil apapun dalam rumah tangga saya. Dan itu juga berguna buat saya untuk mengira pendapatn suami saya yang akan saya gunakan. Dan saya akan mengira juga kemampuan suami saya sesuai kemampuannya memberikan nafkah kepada saya. Alhamdulillah saya juga di percayai oleh anak Papa ini. Dan saya tetap menjaga kepercayannya itu" jawab Rayina tegas.


" Thak you sayang jawabannya. Itu yang Papa harapkan. Papa juga tidak meragukan tentang hal itu. Karena Papa sudah tahu banyak tentang kamu sebelum kalian menikah" ucap Papa.


Rayina nampak terkejut. Jadi selama ini dia merasa ada yang memperhatikan dan mematainya selama di Indonesia kemungkinan adalah orang suruhan Papa mertuanya.


" Ya, benar. Aku menyuruh orang untuk itu" ucap Papa.


" Ya sudah lah Pa. Dan sekarang saya sudah menjadi menantu Papa. Hehe" jawab polos Rayina.


" Oh ya.. kabar terakhir yang Papa dapatkan. Thomas menemui Aleena. Dan dia sepertinya dalam kesulitan. Mereka tinggal bersama dalam sebuah apartemen. Dan sepertinya Aleena dalam keadaan yang tidak baik" terka Papa.


" Papa curiga boy, Aleena ada maksud tertentu. Selama ini dia mendapatkan surat dari kembarannya, selama kurang lebih 8 tahun. Kenapa baru sekarang dia muncul?" curiga Papa.


Tak lama Papa mengeluarkan ponsel canggihnya.


" Selidiki Thomas dan Aleena dengan detil. Berikan rinciannya besok kepada saya" perintah Papa kepada anak buahnya.

__ADS_1


" Papa harap kamu jangan terkelabui dengan apapun yang Aleena ucapkan saat bertemu. Intinya Aleesha sudah jatuh cinta saat tahu dia hamil Ben. Dan dia juga sangat respect dengan perhatian dan lasih sayang yang kamu berikan dengan tulus. Sebelum meninggal dia juga berpesan kepada Papa. Papa harus merahasiakan semuanya dari kamu tentang ini. Karena dia tahu itu akan menyakitkn buat kamu. Dia juga berpesan kepada Aleena untuk menyayangi Ben seperti anaknya sendiri. Karena Aleena juga lah yang membuat kesepakatan mereka berdua" tegas Papa.


__ADS_2