
Devran segera mendial nomor abangnya. Dia merasa bersalah dengan semua keluarganya.
☎️ Devran
Bang, dimana?
☎️ Ayden
Kenapa? Sudah sadar dengan kebodohanmu?
☎️Devran
Come on bang, bukan saatnya berdebat. Please jawab aku.
☎️Ayden
Ruang bawah tanah. Kau lewat tempat kerja farhan. Biar farhan yang menyusul.
" Kebiasaan!! Selalu begitu!" gerutu Ayden.
Devran tanpa menjawab langsung mematikan panggilannya. Rayina mengernyit dengan apa yang terjadi dengan sambungan telepon suaminya.
" Kenapa mas?" tanya Rayina.
" Si Brengsek!" Farhan jemput di pos kamu sekarang!" perintah Ayden.
" Baik Pak bos" jawab Farhan singkat.
" Benar kan kak? Emang dia brengsek. Stupid pula" ucap Liona.
" Liona..." tegur Rayina lembut.
" Ck... kakak selalu begitu" jawab Liona malas.
" Liona, kali ini abang setuju dengan peryataanmu!" ucap Ayden menegaskan.
" Ya sudah, umpatannya di jeda dulu. Kita tunggu Devran" ucap Rayina.
" Berapa lama suntikan itu bekerja sayang?" tanya Ayden.
" Tiga puluh menit sudah mulai bekerja mas" jawab Rayina.
Tringgg...
Bunyi pintu lift terbuka, Devran dan Farhan sudah berada di balik pintu lift. Liona yang melihat Devran malas. Dia merasa Devran sungguh lelaki bodoh.
Sedangkan Ayden netranya menangkap kilatan amarah. Adiknya yang biasanya berpikir untuk mengambil suatu keputusan, ini malah gegabah dengan seenak jidatnya.
Prok.. prok.. prok ..
Suara tepukan tangan yang membuyarkan pikiran masing - masing orang yang ada disana.
" Inilah jagoan kita... " ledek Rayina.
Rayina memang merasa agak kecewa dengan sikap Devran. Kali ini Devran melakukan kesalahan. Dia terlalu gegabah demi menutupi gengsinya.
" Kakak ipar... Please.. maaf lah" ucap Devran memelas.
" Devran.. Kamu tahu kalau aku tidak suka dengan orang yang gegabah bukan?? Kamu juga tahu aku tidak suka dengan orang yang memepertaruhkan nyawa orang lain bukan??" Suara menggelegar Rayina.
__ADS_1
Ayden sangat kaget, ternyata istrinya mengeluarkan taringnya saat benar - benar marah. Liona dan Farhan sangat kaget. Sisi lain Rayina kini terlihat.
Ayden bergidik ngeri. Ternyata istrinya sangat berbeda. Bagaimana jika dia melakukan kesalahan. Ayden langsung takut membayangkannya.
" Devran!! selesaikan. Aku tidak mau tahu" perintah Rayina.
" Farhan tolong berikan aku kursi" pinta Rayina lembut.
" Bagaimana mungkin, setelah suara menggelegar di seluruh ruangan ini. Sekarang bisa selembut itu" batin Ayden.
Farhan segera memberikan kursi sesuai permintaan nyonyanya. Devran segera mendekat dan mengamati tikus kecil itu
Dia kemudian melihat dengan seksama. Apakah dia benar - benar mengenal wajah itu. Apakah dia tadi hanya tertipu dengan topengnya.
Topeng?? batin devran.
Devran benar - benar mengamati mukanya dengan sangat teliti. Apakah dia benar - benar menyamar atau tidak.
Rayina yang melihat tingkah Devran hanya diam. Dia tau, Devran masih mencerna siapa wanita itu sebenarnya.
" Kalau kamu masih mau tubuhnya di ranjang, jangan harap kamu menjadi bagian keluarga ini lagi, brengsek!" umpat Ayden.
Liona mendekat ke arah Rayina dan membisiki Rayina sesuatu. Rayina segera menyipitkan matanya. Dia merasa ada sesuatu yang janggal.
" Sayang... biarlah si bodoh ini berpikir" ucap Rayina menenangkan suaminya.
" Liona, cari tahu tatto yang ada di telunjuknya" pinta Rayina.
" Farhan ambil peralatanmu" perintah Rayina.
Farhan segera bergegas, sedangkan Liona segera menyiapkan yang perly di selidiki Dia juga membuka ponsel pintarnya yang agak sedikit membantu.
" Mas, duduklah. Jangan khawatir" pinta Rayina dan mengusap punggung tangan suaminya.
" Liona kerjakan sekarang" pinta Rayina.
" Dev..." panggil Rayina menggelegar.
" Ii... i..ya.. kak" jawab Devran gugup.
Ayden hampir saja tertawa melihat muka Devrannyang bertekuk lutut dihadapan istrinya. Setelah mendapat semprotan dari istrinya itu.
Seorang cassanova yang sangat berbanding terbalik dengan sifaynya ketika bermain dengan wanita. Tetapu dengan istrinya dia sangat jauh berbeda. Bagaikan anak ayam yang takut dengan induknya.
" Lihat sebelah pipinya" ucap Rayina tegas.
Tanpa Devran menjawab langsung saja memperhatikan secara pelahan. Sangat detail memang, dan make up yang menutupi sangat sempurna.
Ketika devran memulai menyusuri muka wanita itu dengan sangat teliti. Liona berjingkat dengan sangat gembira. Dia terpana akan hasil kerjanya.
" Kakak, lihatlah" seru Liona.
Ayden dan Rayina mendekat dan melihat. Tatto yang ada di jari telunjuk wanita ity adalah komplotan mafia yang sangat kejam di negara ini. Mafia yang tanpa ampun jika melakukan suatu tindakan.
Liona merasa aneh, karena mengirimkan seorang wanita yang kemungkinan dia sangat minim dengandunia teknologi. Hanya mengandalkan badannya. Memang kecil tapi dada dan pantaynya sungguh menggoda.
" Liona, cari tahu pimpinannya!" perintah Rayina.
" Sayang, apa yang akan kamu lakukan jika sudah mengetahui pimpinan mafia itu?" tanya Ayden.
__ADS_1
" Lihat saja nanti sayang. Jangan khawatir" ucap Rayina menenangkan.
" Kamu sudah menemukan belum Dev? teriak Rayina.
Benar - bebar tontonan gratis. Melihat sang cassanova berubah menjadi kucing peliharaan. Ayden benar - benar senang, melihat Devran mendapat marahan istrinya.
" Kakak, lihatlah" Liona kembali terpekik.
" Ohhh... God. Kenapa saling berhubungan?? Sebenarnya siapa dia?" ucap Rayina.
Tikus kecil mulai sadar diri. Dia kemudian menggeliat dan mengerjapkan mata. Rayina sangat senang dia akan memulai permainannya.
" Sudah bangun tikus kecil?" ucap Rayina dengan memiringkan bibirnya.
" Oh... lupa. Dev, buka penutup mulutnya. Biarkan tikus kecil mencicit" pinta Rayina.
Devran segera membuka penyumbat mulut tikus kecil itu.
" Siapa namanya Dev?" tanya Rayina.
" Bodoh !!! hanya namanya saja aku tidak tahu" umpat Devran dalam hatinya.
" Kamu tidak tahu Dev?" tanya Rayina kembali.
" Mas... saatnya tugas mas. Mas tahu apa yang akan aku keluarkan dari mulutku bukan?" tanya Rayina dengan lirikan tajamnya.
" Hanya nama saja bahkan kamu tidak tahu. Kamu membayarnya berapa Dev? Berapa kamu bayar dia untuk menghabisi seluruh keluargamu? Apakah diotakmu hanya diatas ranjang saja?" umpat Ayden.
" Abang, maaf..." ucap Devran penuh penyesalan.
" Dev, jadikan ini pelajaran untukmu. Lain kali berfikirlah sebelum melangkah" ucap Rayina melembut.
" Tarik kulit di sebelah rahang kirinya" pinta Rayina.
Dan... sreeeeeeetttttt.......
Apa yang akan selanjutnya terjadi ya...
Jangan kemana - mana ya.. akan ada yang lebih seru lagi.
Ayden dan Rayina akan segera kembali.
Ohh... Ya, jangan lupa like, komen dan vote ya...
Untuk yang sudah like, komen dan vote author ucapin terima kasih banyak ya...
Untuk pembaca baru, jangan cepat menyerah ya. Karena cerita selanjutnya akan lebih seru.
Author tidak bisa menjajikan setiap hari up ya.. Karena mamak, mamak ini masih banyak satu dan lain hal yang masih diselesaikan.
Syukur bisa up tiap hari atau bahkan sehari bisa up dua episode. Jadi, tetap setia ya dengan Ayden dan Rayina...
I will back again... bye bye...
Happy reading ya..
Love you alll..
Thank you so much.....
__ADS_1
💕💕💕💕💕💕💕💕💕💕