
" Kesepakatan apa yang Papa maksud?" tanya Ayden.
" Kesepakatan antara Aleena dan Aleesha tentang Ben dan kamu tentunya mas. Sepertinya Aleena muncul sekarang dan memanfaatkan pesan dari Aleesha untuk mendapatkan keuntungan dari kamu ataupun Ben" terka Rayina.
" Smart girl" celetuk Papa.
" Haha.. Papa baru tahu kalau istriku pintar?" tanya Ayden bercanda.
" Tentu saja Papa sudah tahu. Bahkan IQ istrimu diatas rata - rata tidak sepertimu. Gegabah dan ceroboh. Bahkan Papa rela memberikan saham dan perusahaan kepada menantu kesayanganku ini" cemooh Papa kepada Ayden.
" Ahh Papa ini, selalu merendahkan aku begitu. Hancur Pa harga diri ku didepan istriku" hela Ayden lemas.
" No, sayang.. you are best partner... Cayoooo" semangat dari Rayina.
" Cayooo.. So we start from?" tanya ayden.
" Ikuti permainan Aleena. Papa akan memantau pergerakan lainnya. Dan kamu sayang masih ada hutang denganku. Buatkan alat seperti yang Ben pakai. Okay?" pinta Papa.
" Tapi Pa..." ucap Rayina menyela.
" Tapi apa? Boy, siapkan tempat, dan fasilitas yang dia butuhkan. Danai berapa pengeluaran kebutuhannya juga. Papa mai sekarang juga dikerjakan Boy" perintah Papa.
" Diktator" celetuk Ayden.
" Ma, kenapa Mama betah hidup dengan lelaki tua ini? menyebalkan sekali... ihhh" gerutu Ayden.
" Begini juga Papamu nak. Jangan begitu. Esok kamu akan merasakannya" ucap Mama.
" Tidak akan Ma, aku akan mendidik anak - anakku dengan cara yang berbeda" tangkas Ayden.
Ayden dengan sibuk mengotak - atik ponsel canggihnya. Dia kemudian mendial sebuah nomor di ponselnya itu.
" Bersihkan ruangan yang sudah saya siapkan. Belikan keperluan nyonya saat akan bekerja di sana. Dan penuhi semua kebutuhannya" perintah Ayden.
" See dad?" ucap Ayden kepada Papanya.
" Okay... Thanks" jawab Papa.
" So, kita akan mengikuti permainan Aleena kan? Langkah apa yang akan kita kerjakan dahulu?" tanya Rayina.
" Serahkan semua ke tikus kecilku sayang" ucap Ayden.
" Tikus kecil" tanya Rayina mengernyit.
__ADS_1
" Kamu akan tahu nanti hahaha" jawab Ayden santai.
" Papa.. Can help me please??" memelas Rayina kepada Papa mertuanya.
" He's a boy" jawab Papa.
" Waow.. benarkah? interesting!!" ucap Rayina dengan berbinar.
" Baiklah saya akan memperbaiki alat yang Ben pakai. Dan akan saya kembangkan. Untuk itu saya perlu bantuan Papa. Bisakah Papa membantuku?" pinta Rayina.
" What is sayang" tanya Papa.
" Saya butuh seorang hacker yang bisa meretas jaringa disini. Dan saya mau hacker terbaik" pinta Rayina.
" Haahhh... Mafia IT lagi. Boy, istrimu akan jadi mafia IT rupanya. Telpon si brengsek itu. Suruh dia pulang sekarang juga" perintah Papa.
"Siapa lagi yang mertuaku maksud itu? si brengsek. Ternyata aku belum tahu semua tentang keluarga suamiku ini. Semoga saja mereka orang baik" batin Rayina.
" Okay Pa... Sangat seru jika dia pulang. I Miss him so much. Ya kan Ma?" tanya Ayden kepada Mamanya.
" Yes, sayang of course. Teleponlah dia. Katakan Mama akan memukulnya. Dasar anak nakal" gerutu Mama dengan canda.
Ayden kemudian mengotak- atik ponselnya dan segera mendial nomor yang diinginkannya. Sedangkan Rayina sibuk membuka laptop dan membenahi rancangannya.
" Begini Pa, alat Ben hanya bisa menyadap suara. Sedangkan GPS kemampuannya belum sepenuhnya bagus. Dan kamera yang saya gunakan hanya resolusi rendah. Jadi saya akan merancang ulang dengan sebaik mungkin. Dan untuk modelnya pun juga sudah tidak pantas untuk seusia Ben. So I will remake again" terang Rayina.
" Hmm.. okay. Butuh bantuan?" tawar Papa.
" No.. Papa.. thanks. Papa nikmati saja makanan yang sudah saya buat. Tidak perlu khawatir. Saya bisa mengerjakan sendiri" jawab Rayina penuh rasa hormat.
" Boy, berapa stok wanita yang kamu kenal seperti istrimu ini? Kalau punya teman lagi yang seperti istrimu kenalkan kepada si brengsek itu" ucap Papa.
" Papa.. Jodoh, maut, rezeki sudah ada yang ngatur. Kita tinggal jalani dengan ikhlas Pa. Biarkan dia mencari teman hidupnya sendiri sesuai kriteria yang dia ingin. Papa jangan suka memaksakan kehendak dong.." ucap Ayden.
" Dengerin tuh anakmu bicara Pa" ucap Mama menimpali.
" Papa sangat bahagia hari ini. Suasana, kebersamaan, kehangatan seperti ini yang Papa inginkan dari dulu. Maafkan Papa jika selama ini menentang keinginanmu dan selalu memaksakan keinginan Papa. Papa ingin sekali di masa tua Papa hanya menikmati hidup dan bermain bersama cucu Papa. Anak - anak Papa bahagia semua" ucap Papa dengan berkaca - kaca.
" Oh.. Papa.. sorry for that lah... Sekarang sepertinya sudah terpenuhi bukan keinginan Papa?" tanya Ayden.
" Ya.. Sepertinya. Tolong jaga dan pertahankan rumah tangga kalian apapun yang terjadi" pesan Papa kepada Ayden dan Rayina.
" Insyaallah Pa. Doakan kami semua Pa, Ma" jawab Rayina.
__ADS_1
" Insyaallah sayang.. Bagaimana ? Sudah selesai? " tanya Papa.
" Insyaallah Pa, segera. Dan kapan hacker itu ada?" tanya Rayina.
" Besok pagi ready sayang. Don't worry ya?" jawab Ayden.
" See.. si brengsek itu langsung terbang jika yang menyuruhnya pulang anak ceroboh ini" gerutu Papa.
" Hihihi.. Papa..." tegur Mama dengan bercanda.
Rayina masih terheran dengan sosok " si brengsek" ini. Siapa sebenarnya si brengsek ini? masihkah keluarga ini? Atau orang kepercayaan keluarga ini?.
Pertanyaan itu masih selalu terngiang di otak Rayina. Irfan sang mertua mengetahui kebingungan menantu kesayangannya itu.
" Dia adik kesayangan suamimu" ucap Papa mencairkan keheningan.
" Adik?? bukankah??" tanya Rayina menggantung.
" Benar, dia anak angkat Papa. Anak dari sahabat Papa yang sudah meninggal lama. Dan dia Papa angkat semenjak masih bayi. Karena sahabat Papa dan istrinya meninggal karena kecelakaan pesawat terbang. Mamamu mengasuh dan membesarkannya layaknya anak kandungnya sendiri. Dan Mamamu tidak membedakan antara Ayden dan dia" terang Papa.
" Oh.. begitu Pa.. " jawab Rayina jujur.
" Baiklah kalau sudah tidak ada yang di bicarakan aku pamit dulu. Aku mau lihat kerjaan anak buahku menyiapkan yang Papa pesan" ijin Ayden.
" Ah.. baiklah.. Ma, mari kita keluar juga.Bertemu dengan cucu - cucu kesayangan kita. Dan kamu sayang? Masih mau di sini?" tanya Papa.
" No, Pa.. saya mau ke dapur. Sebentar lagi jam makan malam. Saya mau melihat persiapan yang sudah saya siapkan tadi. So, malam ini kita makan malam bersama" papar Rayina.
Tiba - tiba ponsel Rayina berdering tanda pesan masuk.
✉ ( Sayang )
" Siapkan makan malam terenak. Masakan Indonesia yang paling aku suka. Nanti malam kita kedatangan tamu istimewa. Si brengsek akan pulang nanti malam. So, sayang jangan bilang sama Mama dan Papa. Okay?"
✉ ( Baby )
" Okay sayang. secret right?"
Begitulah sekira percakapan silent antara kedua pasang suami istri. Sepertinya Rayina akan menyiapkan beberapa masakan kesukaan Papa dan Mama mertuanya juga. Tak lupa masakan khas negara mereka.
Rayina kemudian menuju dapur melihat bahan persediaan yang tersedia.
" Sepertinya cukup. Dan kali ini aku tidak mau dibantu siapapun. Aku ingin bereksperimen sendiri. Hehe" gumam Rayina.
__ADS_1