Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
40. Penjelasan


__ADS_3

Rayina segera memalingkan wajahnya. Dia segera menuju ruang ganti dan mengambil baju ganti untuk suaminya. Ayden segera berganti pakaian dan ingin segera menjelaskan semuanya sebelun istrinya meminta penjelasan.


" Sayang,,, sebenarnya" ucap Ayden ingin menjelaskan.


" Shut up, and shit down please" perintah Rayina.


Ayden tidak membantah perintah istri cantiknya itu. Dia segera menuruti istrinya untuk duduk di depan meja rias. Rayina mengambil handuk dan hairdryer untuk mengeringkan rambut suaminya itu.


" Shit down ay, I want to dry your hair okay" perintah Rayina.


Ayden hanya menuruti semua kemauan istrinya. Dia menikmati treatment yang diberikan istrinya. Ketika dikeringkan rambutnya, Ayden yang awalnya menghadap meja rias kini berbalik dan memeluk pinggang Rayina.


Seketika Rayina kaget dan tersontak dan memekik.Tudak habis pikir dengan kelakuan sang suami.


" Aw... apa yang kamu lakukan?" tanya Rayina cepat.


" Biarlah seperti ini. Please" ucap Ayden.


Rayina membiarkan suaminya bermanja seperti itu. Dia segera mengeringkan rambut dengan cepat. Setelah selesai mengeringkan rambut. Rayina melepaskan pelukan suaminya itu dan mencari - cari kotak P3K.


" Dimana si?" gumam Rayina.


" What sayang?" tanya Ayden.


" Kotak obat" jawab Rayina singkat.


" Oh.. di lemari putih paling ujung sayang.. Laci paling bawah" jelas Ayden.


Tanpa menjawab Rayina segera menuju lemari yang di sebutkan suaminya itu. Dia segera mengambil kotak obat itu. Dan segera menghampiri suaminya yang sudah duduk manis di ranjang tidurnya.


Rayina mencari alkohol dan obat merah untuk mengobati luka luar yang berdarah di ujung mulutnya. Dengan sangat telaten dan hati - hati dia mengobatinya.


Ayden hanya memandang wajah cantik istrinya itu dengan sangat dekat. Bidadarinya memang tiada duanya. Semua diluar perkiraannya. Wanita yang berada di depannya sekarang bisa menjadi bidadari bisa menjadi monster saat marah dan bisa menjadi pahlawan disaat keadaan bahaya menyambut.

__ADS_1


" Okay.. finish" ucap Rayina.


Seketika membuyarkan lamunan Ayden.


" Ini.. minumlah. Semoga bisa membuatmu relax" ucap Rayina.


Ayden segera menerima minuman itu. Pertama dia mencium baunya yang sagat harum. Mencium aroma minuman itu saja sudah melegakan apalagi menyesapnya. Dia segera menyesap teh chamomile buatan Rayina dengan perlahan karena masih sangat panas. Sensasi berbeda saat minum teh itu. Dengan aroma yang membuat tenang dan nyaman. Sedangkan istrinya meracik dengan pas rasa manis di teh itu.


" Kamu membuatnya sendiri sayang?" tanya Ayden.


" Of course lah.. Why? Do you like it?" tanya Rayina kembali.


" Yes... very love it. Ini sangat enak sayang. Bisakah kamu setiap hari membuatkan untukku?" pinta Ayden.


" Of course sayang.. habiskan" ucap Rayina.


Rayina membereskan kotak obat dan merapihkan semuanya. Segera dia menghampiri suaminya yang masih menyeruput teh hangat itu. Rayina menunggu dan memandangi suaminya yang begitu menikmati teh itu.


Ayden yang merasa di perhatikan, kemudian dia menghentikan minumnya dan meletakkan dimeja nakas samping tempat tidurnya.


" Sudah habis tehnya? Sudah siap cerita?" tanya Rayina.


" Yes sayang.. Maaf untuk kekacauan yang aku buat selama ini. Mungkin hidupmu tidak akan sekacau ini sebelumnya. Tetapi percayalah, aku akan berusaha melindungimu" terang Ayden.


Rayina tidak menjawab hanya menarik tangan suaminya dan mengusapnya dengan lembut. Usapan yang mengatakan bahwa ' tidak apa - apa, sudahlah '. Membuat si empunya tangan merasa sangat nyaman.


" Sebenarnya jika Rizky tidak melakukan sesuatu yang mengguncangkan perusahaan Papa, akupun tidak akan demikian. Dan jika dia mengindahkan ucapanku untuk tidak menemuimu dan mengusik milikku. Maka aku pun tidak akan melakukan kekerasan yang sama. Jadi dia datang karena Papa menarik beberapa saham yang berada di perusahaan Papa Rizky. Dan itu semua berpengaruh dengan investor lainnya. Karena jika perusahaan papa menarik saham maka, investor lainnya akan meragukan perusahaan milik papanya Rizky. Karena perusahaan Papa termasuk perusahaan terbesar di dunia. Maaf bukannya sombong dan aku membuka semuanya kepadamu" terang Ayden.


" Sebegitukah aku berharga di hidupmu?" tanya Rayina.


" Sangat.. sangat berharga sayang" tegas Ayden.


" Thank you so much sayang" ucap Rayina.

__ADS_1


" I love you unconditional sayang. Jangan pernah tinggalkan aku" pinta Ayden.


" Tidak akan. Sekalipun kamu mendorongku atau bahkan menendangku keluar" ucap Rayina dengan menangkupkan kedua tangannya di wajah ganteng suaminya itu.


Ucapan Rayina membuat hati Ayden berbunga - bunga. Dia kemudian mengecup kening istrinya seraya berbisik untuk meminta haknya. Rayina sudah tahu kewajibannya seorang istri, dia melaksankan kewajibannya itu. Ayden kemudian mengecup semua wajah istrinya. Dan ketika akan memasuki babak itu Ayden berdoa dahulu dan segera bergegas ke kamar mandi untuk berwudhlu, sebelum melakukannya. Dan adegan suami istri berlanjut dengan sangat romantis.


Setelah penyatuan dua insan romantis itu, kini sepasang suami istri sudah terlelap dalam dekapan hangat. Hingga maghrib bertalu. Ketukan pintu terdengar oleh kedua pasang yang sedang di mabuk cinta. Ayden segera menyahuti ketukan itu dan dia mengingat acara selanjutnya adalah berkumpul bersama keluarganya.


Mereka segera bergegas ke kamar mandi. Kali ini tidak ada penyatuan lagi, karena waktu sudah mengejarnya. Mereka segera mengambil wudhlu dan segera berjamaah sholat maghrib.


Ayden menjadi imam dengan khusuk mereka menjalankan kewajibannya. Setelah selesai Rayina segera menyambut tangan suaminya dan mencium tangannya. Kemudian sang suami segera mengecup keningnya. Mereka berdua kemudian hikmad berdoa untuk selalu bertawaduk kepada Sang Khaliq.


Mereka segera berganti pakaian casual karena hanya makan bersama dan berkumpul bersama keluarga. Rayina mengenakan celana jeans dan hanya dengan blouse simple. Sedangkan Ayden memakai celana jeans pendek dan kaos oblong.


Semua sudah menunggu raja dan ratu sehari itu. Untuk segera menikmati makan malam.


" Ayah and Bunda very long time" gerutu Ben dengan menyilangkan tangannya.


Ben terasa sangat bete dengan lama menunggu Ayah dan bundanya itu.


" I'm sorry boy. Ayah sleeping with bunda. And then to sholat right?" jawab Ayden.


Berbeda dengan Rayina, dia segera berinisiatif mencium anak lelakonya itu dan memeluk dalam dekapannya. Karena dengan itu Ben pasti luluh.


" Sorry ya sayang.. muaaahh" ucap Rayina dengan tulus.


" It's okay bunda. I love you so much" jawab Ben.


Ayden merasa jengah dengan tingkah Ben. Dia merasa tersisih jika bersinggungan dengan Rayina. Posisinya sekarang di menangkan oleh Rayina. Tetapi di balik itu Ayden sangat senang. ben bisa mendapatkan kasih sayang seorang Ibu yang tulus. Dan dia tidak perlu berjuang untuk mendekatkan mereka berdua.


Cinta mereka berdua telah tumbuh layaknya Ibu dan anak. Ayden menyadari bahwa anaknya haud kasih sayang seorang Ibu. Walaupun dia mendapatkan dari Oppa nya tetapi itu berbeda ketika mendapatkan cinta dan kasih sayang dari Rayina.


Semua yang menyaksikan adegan itu merasa terharu. Irfan yang merasa cucunya sangat bahagia mendapatkan seorang Ibu seperti Rayina.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya readers. Saya masih sangat butuh komen yang membangun. Terima kasih untuk like nya.


I Love you All 😘😘


__ADS_2