
" Ii...aaa.... " teriak Aruni.
Aruni teriak histeris melihat wajah wanita itu. Wajah wanita yang tidak asing lagi bagi keluarga ini. Ya, tentu saja Aleena siapa lagi kalau bukan dia.
Aruni menggeretakkan gigi, tangannya mencengkeram kuat selimutnya. Tangisnya bukan lagi menganak sungai, melainkan sederas muara yang tak berlabuh.
Kesedihan, kesakitan, kemarahan, kekecewaan terpancar dimata nan indah itu. Mata indah itu kini berubah menjadi sebuah angkara yang tercipta.
" Sabar... sabarlah... Aleena?" tanya Rayina melembutkan suaranya.
Aruni mengangguk cepat. Rayina paham apa yang dimaksudkan kini. Rayina menenangkan Aruni dengan sangat lembut. Dan Aruni merespon dengan cepat.
" ii...nn..aa... ii.. aa " ucap Aruni.
Rayina kaget dengan kata yang terucap dari mulut Aruni. Ada sebuah kata,berarti bisa ada kalimat. Dan selanjutnya akan ada suara yang lantang.
" Pelan - pelan saja. Jangan di paksa. Kamu hebat, bisa dengan cepat merespon semuanya. Obat yang aku berikan harus selalu kamu makan. Jangan pernah terlewatkan. Okay?" pinta Rayina.
Aruni mengangguk, kemudian dia menunjukkan sebuah kertas dan pulpen yang tergeletak di meja.
Aruni mencoba menggerakkan tangannya untuk melatih ototnya. Setidaknya jika dengan tulisan mereka akan mengerti. Jika suaranya tidak akan bisa keluar kelak.
Aruni berusaha semaksimal mungkin. Belajar dan terus belajar. Rayina memintanya perlahan namun pasti. Ayden yang menyaksikan itu merasa sangat senang. Sedangkan urusan Devran sudah ada tameng yang membantunya.
Om Rony dengan sigap selalu memantau dan mengkoordinir gerakan anak buahnya. Xano yang merasa kuwalahan segera mundur dari area itu. Sedangkan wanita yang disinyalir adalah Aleena sudah cidera karena tembakan di lengan kanannya.
Anak buah Rony menembak lengan Aleena karena akan menembak Devran dari belakang. Aleena kini cidera di lengan kanannya. Xano bermain curang dengan menghadirkan Aleena di belakang layar.
Tetapi dengan mudah anak buah Rony bekerja. Sehingga Devran aman dari sasaran tembakan Aleena.
" Untunh saja Om Rony mempunyai alat beginian. Kalau tidak, kita bisa kehilangan Devran" ucap Rayina.
" Kalau tidak ada pemikiran selangkah ke depan darimu juga tidak mungkin, Om akan bertindak sedemikian juga bukan?" sanggah Rony.
" Thank you om.. " ucap Rayina.
__ADS_1
" Sayang, segera perintahkan Devran kembali ke sini. Tolong siapkan anak buah mas yang terbaik. Usahakan Devran selamat dengan cepat" pinta Rayina.
" Untuk apa Devran kembali ke sini? Bukannya masih memegang kendali perusahaan Papa?" ucap Ayden.
" Mas, please... segera lakukan!" pinta Rayina tanpa bantahan.
Rayina segera membuka ponsel pintarnya. Xano sudah menyusun rencana berikutnya. Aleena kino dalam penanganan medis daei pihak Xano. Rayina melacak keberadaan Aleena.
Dia akan mengusahakan bertemu denga Aleena, dengan menghadirkan Ayden sebagai umpannya. Devran sementara kembali ke london. Dan Ayden sementara secara fiktif memegang kendali perusahaan.
Sementara di pihak Xano..
" Sialll... siapa orang - orang itu? Kenapa muncul dengan tiba - tiba? Kalian semua stu**d" teriak Xano marah - marah.
" Kau, wanita sialan... Seharusnya aku tidak meminta kau membantuku. Semua jadi kacau!!" teriak Xano.
" Maafkan aku, Aku tidak tahu kenapa orang itu tahu pergerakanku. Kenapa kamu selalu melihat sebelah mata kepadaku? Semua yang aku lakukan tidak pernah berarti untukmu bukan?" ucap Aleena memelas.
Rayina hanya mendengarkan setiap obrolan dari Xano dan Aleena. Dia masih berpikir apa hubungannya Xano dengan Aleena?
" Kalau saja kamu tidak mengandung anakku, sudah aku musnahkan kamu dari dulu. Akupun juga ragu itu anakku atau bukan. Arrgghhhh!!!" batin Xano marah.
" Mas... Kenapa aku menjadi aneh ya? Ada yang janggal" ucap Rayina.
" Thomas?" ucap Ayden.
" Ya, salah satunya juga" jawab Rayina lirih.
" Mas, tolong pantau Devran. Sudah sampai mana. Dan jangan sampai lengah dengan pelarian Devran. Untuk saat ini Liona masih memproses pemegang perusahaan Papa" ucap Liona.
" Papa, maaf aku lancang tidak meminta izin dari Papa atas perusahaan. Maaf Pa ini hanya sementara saja. Selebihnya semua aset dan perusahaan itu tetap milik Papa" ucap Rayina menyesal.
" No problem sayang. Perusahaan itu memang akan menjadi milik suamimu. Kamu tidak perlu memikirkan apapun. Itu juga mempermudahkanku untuk mengurus semuanya bukan?" jawab Papa.
" Thank you Pa... " ucap Rayina dengan memeluk Irfan.
__ADS_1
" Eitsss... ada imbalannya sayang" ucap Irfan.
" Imbalan? Papa mau apa dariku? Aku tidak mempunyai apapun Pa. Disini aku juga hanya menumpang dengan suamiku, anak Papa" jawab Rayina lirih.
" Lahirkan cucu kembarku dengan selamat, jaga kesehatan, jaga diri. Jangan terlalu capek. Perhatikan kepentingan si kembar di perutmu. Okay? " pinta Papa.
" Iya Pa... Insyaallah" jawab Rayina dengan tanpa malu setetes di pelupuk mata telah jatuh.
Sedangkan Rony masih terus memantau Devran dan anak buahnya yang mengawal kembalinya Devran ke London. Rayina saat ini tengah duduk. Ayden kemudian bangkit dan keluar dari ruang bawah tanah.
Aruni masih dalam pantauan Farhan dan Mama. Papa segera meminta anak buahnya stay menyambut Devran. Liona terus memantau pergerakan Xano.
" Kak, sepertinya Xano sedang mencari tahu tentang kakak. Lihatlah!" ucap Liona.
" Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan bukan singa kecil... he he he" tegas Rayina.
" Ah... siap beraksi kakak" jawab Liona senang.
Liona segera berselancar menggunakan alat temuannya yang baru. Dia segera melacak semua pergerakan yang Xano cari. Dan sekarang apapun yang Xano cari tentang Rayina akan segera lenyap. Data diri yang lengkap tentang Rayina tidak dapat terdekteksi.
Di seberang sana masih dengan aksi pencariannya. Tidak hanya satu hacker saja tapi Xano menyewa selebihnya 5 orang hacker untuk meretas data perusahaan Rayiden dan mencari tahu tentang Rayina.
Tak luput dari hacker, detektifpun dia rekrut untuk mencari tahu tantang Rayina. Rayina tersenyum miring.
" Rupanya dia mau bermain - main dengan kita Liona. Coba cari tahu siapa detektif yang Xano sewa. Kita bisa lihat kelemahan masing - masing detektif. Kita lumpuhkan dengan cepat!" pinta Rayina.
" Siap kaka. Aku segera kembali dengan cepat!" jawab Liona.
Liona segera mengetik di laptop pintarnya. Sedangkan Rayina mencari tahu tentang hacker yang disewa Xano melalui ponsel canggihnya.
Sementara Ayden kembali membawakan segelas susu hangat untuk istri tercintanya. Dia merasa Rayina melupakan hal sepele itu. Jadi Ayden mmberikan perhatiannya dengan membuatkan susu hamil untuk istrinya.
Dan dia juga memerintahkan Mbak untuk membuatkan minuman untuk orang - orang yang ada di ruang bawah tanah. Tak lupa obat untuk Aruni.
" Sayang... minumlah.. kamu pasti melupakannya bukan?" ucap Ayden lembut.
__ADS_1
" Ah.. mas.. thank you.. " ucap Rayina dnegan mengecup pipi Ayden dengan mesra.
Pipi lelakinya bersemu merah semerah buah peach. Membuat Rayina semakin inin menciumnya dengan gemas. Seperti Ganesha kalau sedang malu.