Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
36. Married


__ADS_3

Mereka segera merebahkan badanya karena waktu sudah menunjukkan dini hari. Karena mereka berdua merencanakan permainan yang sudah dirancang apik sedemikian rupa.


Ayden kemudian menyuruh Rayina tidur dikamarnya karena takut Mbak terganggu dengan kehadiran Rayina yanf masuk kamar dini hari. Sedangkan Ayden tidur di sofa ruang tamu.


" Not bad lah... empuk" gumam Ayden sendiri.


Pagi hari di Bandara Soekarno Hatta.


Irfan sudah sampai di Indonesia. Dia sudah menyuruh anak buahnya untuk menjemputnya di bandara. Dan segera mengantarkan ke hotel yang sudah dia pesan sebelumnya.


Dia beserta istrinya menginap di hotel terdekat mansion anaknya itu. Dia tidak menginap di hotel mewah dengan fasitilas wah. Hanya ingin tinggal dan beristirahat nyaman untuk mengamati anaknya dan calon menantunya.


Ayden yang terbangun karena mencium aroma masakan yang sangat lezat. Aromanya begitu menggoda. Dia yang tidak biasa sarapan sepagi ini menjadi lapar ketika mencium aroma masakan ini.


Dia kemudian menuju dapur untuk melihat siapa yang memasak. Ternyata wanitanya yang sudah berpeluh keringat di dapur. Ayden melihat jam di tembok masih jam 04.35.


" Sepagi ini dia menyiapkan sarapan?" gumam Ayden.


Ayden masih memandangi wanitanya itu dengan terpesona. Kemudian duduk di meja makan dan -menyilangkan tangannya untuk menopang dagu.


"Sayang... " ucap Ayden.


" Astaghfirullahhaladzim" Rayina sontak terkaget ada seseorang yang sudah duduk terpaku memandanginya.


" Why already wake up Ay?" tanya Rayina.


" Because it smells very delicious your cooking" jawab Ayden dengan senyum yang sangat manis.


" Ohhh sweet.. " jawab Rayina.


" Wait ya.. ohh.. Sholat first lah Ay" perintah Rayina.


" Okay sayang... " jawab Ayden.


Mbak yang sudah tahu kebiasaan nyonyanya terlihat santai saat tuannya memergoki dia sedang sholat di mushola belakang. Karena memang kebiasaan Rayina dari dulu seperti itu.

__ADS_1


Setelah Ayden melaksanakan sholat subuh. Dia mendapat pesan dari anak buahnya bahwa Papanya sudah di Indonesia dan menginap di sebuah hotel.


Ayden merencanakan menculik Papa dan mamanya untuk di bawa kenmansionnya. Dia usil kepada orang tuanya.


" Pick them up immediately !! They want to play with me too ( Segera jemput mereka!! Mereka mau bermain - main denganku juga )" perintah Ayden kepada anak buahnya.


Ayden merasa dikerjai Papanya. Karena Irfan tidak memberi tahu kalau akan ke Indonesia. Untungnya anak buah Papanya juga bekerja sama dengannya. Jadi semua dilaporkan kepada Ayden.


Setelah Rayina selesai memasak dan masakan sudah disiapkan oleh Mbak. Dia segera membersihkan diri dan segera melaksanakan sholat subuh.


Mbak menunggu bos kecilnya bangun untuk mengikuti sarapan. Seperti biasa Rayina melakukan senam yoga terlebih dahulu sebelum sarapan. Agat badannya tetap segar dan sehat.


Setelah semua anggota siap untuk sarapan dia segera menyudahi yoganya. Dan menyiapkan semua keperluannya.


Ben dan Ganesh duduk bersebelahan. Ben nampak masih terlihat malas ikut sarapan. Ayden segera menanyakannya. Dia memang tidak terlalu suka sarapan. Katanya akan membuatnya ngantuk.


" Try it just a litle boy. Bunda cooking for we" ucap Ayden.


" Really bunda?" tanya Ben.


" Okay lah" jawab Ben.


Rayina kemudian mengambilkan makan untuk Ben. Mulai dari nasi, sayur dan lauk sesuai permintaan Ben. Rayina dengan telaten menyiapkan untuk Ben.


" Thank you bunda" ucap Ben.


" Youre welcom sayang. eat lah" ucap Rayina.


Ben segera menyendok makanannya dengan malas. Dia kemudian memasukkan kedalam mulutnya. Saat masuk kedalam mulut kunyahan pertamanya terasa nikmat. Dan dia dengan segera menyantap habis makanan yang di ambilkan Rayina. Ternyata masakan Rayina sangat cocok di lidahnya. Bahkan sangat lezat.


" Don't be in a hurry dear, later choke. Nobody asked for your food (Jangan terburu sayang, nanti tersedak. Tidak ada yang meminta makananmu)" ucap Rayina .


" Yes,, bunda.. I love you so much " ucap Ben dengan penuh makanan.


" I love you too sayang" sambil mengusap makanan yang belepotan di mulut Ben.

__ADS_1


Semua kemudian makan dengan lahapnya. Semua masakan Rayina habis tak tersisa. Rayina merasa sangat senang. Makanan yang dia buat tidak mubadzir.


Setelah mereka semua selesai makan, mereka kembali ke rutinitas selanjutnya. Ben dengan Ganesha main di kamar. Karena sebelumnya Ben memesan mainan yang sangat banyak lewat On line.


Ayden yang sudah paham dengan kebiasaan Ben membeli mainan lewat On line. Biasanya dia akan membayar tagihannya setelah mainan sampai. Ayden kembali ke kamar untuk memantau semua tugas yang dia berikan ke anak buahnya. Tak lupa dia memantau perusahaan yang ada di Indonesia dan juga pergerakan Rizky yang tak luput dari pantauannya.


Ayden kemudian sudah menyusun rencananya. Dia hari ini berencana akan membeli kebaya untuk dipakai Rayina saat ijab qabul dan juga tuxedo untuk dirinya.


Ayden segera mencari keberadaan Rayina. Dia ingin mengajak pergi ke sebuah butik. Untuk mempersiapkan baju untuk mereka. Ayden sudah mempunyai rekomendasi yang dia tahu. Dony yang memberitahu semua yang terbaik untuk persiapan pernikahan mereka.


" Sayang, where are you?" teriak Ayden mencari Rayina.


" Why Ay?? Don't shout again. Ganesha sleeping" ucap Rayina.


" Ups.. sorry. Umm.. I just wanted to take you to the boutique. Buy a kebaya for our wedding ( Ups.. maaf. Umm.. saya hanya ingin mengajakmu pergi ke butik. Membeli sebuah kebaya untuk pernikahan kita)" terang Ayden.


" Okay.. Let's go. Hurry up Ay" jawab Rayina semangat


"Okay. wait ya" ucap Ayden.


Ayden kemudian mendial nomor meminta untuk mengawasi dan memata - matai yang tadi sudah diperintahkannya. Dan meminta beberapa anak buah menjaga mansionnya dan keamanan yang sangat ketat di butuhkannya.


Mereka hanya pergi berdua. Mbak sudah paham dengan tugasnya. Melindungi kedua anak tuan dan nyonyanya saat mereka pergi. Dan Mbak adalah orang kepercayaannya nomor satu.


Mereka segera bergegas pergi ke sebuah butik terkenal. Rayina segera mengikuti Ayden. Dia yang tinggal di Indonesia tidak tahu butik mana yang bagus, tetapi Ayden malah lebih mengetahui.


Rayina melihat berbagai macam kebaya dan gaun pernikahan. Sangat cantik dan mewah. Rayina malah takut untuk membelinya. Karena terlihat sangat mahal. Detil kebaya dan gaun itu terlihat mahal dan mewah. Dia takut Ayden akan kehabisan uang untuk membelikannya kebaya atau gaun tersebut.


Dia merasa tidak enak hati. Selama di sini Ayden sudah sangat banyak mengeluarkan uang. Takutnya tabungan Ayden akan habis.


" Ay, this very expensive right? Beli di butik langgananku saja. Lebih murah dan tidak kalah bagus" tanya Rayina.


" Hahaha.. baiklah sayang.. let's go" dia kemudian mengikuti keinginan Rayina.


'Sayang, kamu memang wanita sederhana. Di pilihkan sesuatu yang mewah tetapi kamu tidak mau. Takut uangku habis. Padahal jika kamu tahu, butik itu bisa aku beli " batin Ayden dengan tersenyum .

__ADS_1


__ADS_2