
Rayina membawa Liona ketengah keluarga yang hadir. Dia mendekatkan kepada Ben dan Ganesha. Tidaklah susah untuk Liona mengakrabkan diri dengan mereka. Karena Liona memang menyukai anak kecil.
Dia selalu ingin mempunyai adik, tetapi karena pengangkatan rahim mamanya dia tidak dapat mewujudkannya sampai kapanpun. Ya, mama Liona mengangkat rahimnya setelah di vonis kanker rahim. Dan beberapa tahun setelah pengangkatan rahim itu, mamanya meninggalkan Liona untuk selamanya.
Sebenarnya tujuan Rayina agar Liona bisa mengenal Devran melalui dua jagoannya. Karena selama Devran tinggal bersama dirinya, kedua bocah itu selalu cepat akrab dan terlibat perbincangan yang begitu hangat.
Rayina juga curiga dengan teman wanita yang di bawa Devran. Dia merasa ada yang tidak beres dengan wanita itu. Devran membayarnya atau orang suruhannya? ataukah dia hanya menyamar untuk memata - matai keluarga ini dengan memanfaatkan Devran.
Memang benar paras wajahnya cantik. Tetapi kecantikannya menyimpan banyak misteri. Rayina sepertinya tidak begitu percaya dengan pilihan Devran itu.
Entah kenapa hatinya tergelitik saat melihat Liona penuh dengan amarah. Tetapi dia tetap lucu dan manis saat marah. Rayina merasa sangat gemas meilhat Liona yang marah, Liona yang cemberut dan Liona yang ketus.
Rayina seperti melihat dirinya saat masih duduk di bangku SMA. Dia tidak bisa mengolah hatinya. Seorang Gadis yang jutek, bahkan sangat jarang lelaki mendekat kepadanya. Karena Rayina terkenal galak.
Sama seperti Liona. Dia terlihat galak saat menutupi kerapuhannya. Hanya itu, dibalik sikapnya itu dia memang gadis yang menyenangkan.
" Liona, bermainlah dengan mereka. Jika kamu ingin mengetahui sesuatu tentang Devran. Dua bocah ini adalah sumber tambangmu. Kakak akan menemui Papa Irfan dulu. Okey?" ucap Rayina lembut.
Rayina meninggalkan mereka bercanda dan tertawa, sementara dia mendekati mertuanya di samping kolam renang.
" Pa, Rayi mau bicara sebentar saja. Bolehkan? Maaf, om tante.. pinjam Papa sebentar ya?" ijin Rayina kepada tamu - tamu.
Mereka semua mengijinkan dan membiarkan anak dan menantu kesayangannya itu ngobrol.
" Pa, Rayi curiga dengan wanita yang Dev bawa. Seperti ada yang aneh Pa. Rayi minta tolong dong Pa.." Pinta Rayina terus terang.
" Papa akan telpon seseorang dulu sayang. Sepertinya pikiran kita sama. Sebenarnya Papa sudah meminta tim mata- mata Papa untuk mencari tahu tentan wanita itu. Tetapi mereka belum memberikan kabar" terang Papa.
" Baiklah, Papa sudah tahu keinginanku. Kabari aku secepatnya Pa. Ada misi baru yang akan aku lakukan. Hehehe" ucao Rayina dengan cengengesan.
" Sayang, ingat twin yang ada di situ" ucap Papa mengingatkan dengan menunjuk perut Rayina.
" Beres Pa. Ada Lily yang mengatur semuanya. Dia dokter terbaik yang bisa mengerti keinginanku Pa" terang Rayina dengan bangga.
" Syukurlah, Kevin mencari wanitayang tepat! Tinggal si brengsek itu sayang" ucap Papa jengah.
" Sabar, Pa.. ya sudah.. nikmati BBQ nya Pa. Keburu dingin tidak enak" pinta Rayina.
__ADS_1
Rayina kemudian pamit untuk menghampiri suaminya yang berada di sebuah bangku. Dia terlihat sibuk menelpon seseorang. Sepertinya ada sesuatu yang penting.
" Sayang..." sapa Rayina.
" Ohh.. iya sayang.. hati - hati" jawab Ayden.
" Kenapa mas? Sepertinya ada pikiran?" tanya Rayina.
" Ada penelusup ! Lihat ponselmu!" ucap Ayden.
Rayina segera melihat dan mnegecek seluruh cctv yang sudah terhubung. Sensor aktif untuk melihat orang atau pun benda asing juga aktif. Tidak ada satupun yang bisa mengaktifkan kecuali Rayina.
Karena sudah terhubung di ponsel canggihnya, dengan satu pencetan tombol semua aktif. Rayina segera mengamati apa yang terjadi.
Dia melihat pergerakan tikus kecil yang menelusup seperti mencari sesuatu. Dia melihat wanita yang bersama Devran menghilang entah kemana.
" Mas, dekati Devran. Cari tahu wanita itu kemana. Dan jangan sampai membuat curiga. Aku akan meminta Farhan untuk membantuku. Dan janga khawatir tentang bayi kita" ucap Rayina.
" Rabalah. Aku sudah memakai penyangga perut dan sudah meminum vitamin penguat kandungan dari Lily. Doakan saja aku mas" pinta Rayina.
" Baiklah sayang, hati - hati. Ada tiga nyawa yang harus kamu jaga" terang Ayden.
" Liona, kamu mencintai Dev?" tanya Rayina tegas.
" I..i...i.. yaa kak" jawab Liona terbata.
" Jawab dengan benar Liona" tegas Rayina.
" Iya kak" jawab tegas Liona.
" Bagus, Lihatlah.." ucap Rayina.
Rayina memberika ponselnya dan memberitahu kepadanya ada penelusup di rumah ini. Seketika Liona melihat keluar seperti memperhatikan sesuatu.
" Ah.. wanita itu kak. Sudah aku duga sebelumnya" ucap Liona jengah.
" Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan?" tanya Rayina.
__ADS_1
" Untuk melindungi Dev, aku akan bantu kak" ucap Liona pasti.
" Tidak hanya Dev, tetapi seluruh keluarga ini. Semua tergantung kepadamu" Ucap Rayina dengan tatapan yang tajam.
" Kenapa aku kak?" tanya Rayina.
"Karena kakak percaya kamu anak yang cerdas. Cepat selesaikan!!" perintah Rayina.
Rayina memberikan sebuah latop untuk Liona. Dan Liona segera mengaktifkan alat yang dia ciptakan untuk melacak keberadaan seseorang. Bahkan jika berada di dalam tanah sekalipun sensornya akan terus bekerja.
" Kak, aktifkan sensor pelindung kakak. Aku akan mengkuncinya" ucap Liona.
Rayina mengikuti perintah Liona. Dia memperhatikan cara kerja Liona dengan seksama. Ternyata Devran memang cocok denga Liona. Otaknya sungguh cerdas dalam pengolahan data dan hacker.
" Dia sepertinya akan masuk ke kamar ini kak. Seperti sedang memasang sesuatu. Penyadap??? Atau??" ucap Liona menggantung.
Mereka berdua segera sibuk dengan masing - masing alatnya itu. Rayina melacak keberadaan penyusup itu sedangkan Liona melacak apa yang di tempelkan penyusup.
" Penyadap!!" ucap mereka bersamaan.
" Bagaimana cara kerja penyadap itu?" tanya Rayina.
" Kak buka ponselmu. Lock semua akses masuk dan keluar. Dan seranglah dengan sesuatu yang dapat menangkapnya dari rancanganmu itu" pinta Liona.
" Setelah dia tertangkap aku akan menyelesaikan penyadap itu. Sepertinya dia sengaja membuat penyadap yang tidak bisa dilacak sesorang. Jangan tanya kalau aku yang turun tangan!!" jengkel Liona.
" Alatku hanya akan menyetrumnya Liona. Tidak ada yang lainnya" ucap Rayina.
" Lakukan saja kak. Biarkan dia lemas menerima sengatan listrik" jawa Liona gemas.
Rayina segera mengaktifkan sensor ⚡agar apapun yang dia sentuh akan menyengatnya. Dan ketika dia keluar sudah terkunci dengan sensor yang ada lairan listriknya.
Sepertinya dua wanita ini memang cerdik. Rayina kemudian menelpon Ayden dengan kode tertentu yang sudah dia buat. Ayden dan Farhan sudah mengetahui kode yang dikmaksud.
Mereka segera bergegas menuju ruangan yang sudah di sebutkan oleh Rayina sebagai emergency.
Selama acara berlangsung Papa dan Mama yang mengendalikan suasana. Agar semua tamu tidak ikut panik dalam keadaan ini. Papa tahu Rayina melakukan sesuatu.
__ADS_1
" Pasti dia melakukan yang terbaik untuk keluarga ini. Semoga segera selesai" gumam Irfan sembari menatap ponselnya.
Ya, Irfan menerima pesa laporan mengenai wanita yang Devran bawa. Irfan tersenyum miring dan mulai merencanakan sesuatu.