
Rayina tetap menolak pemberian dari Ayden. Karena mereka belum resmi sebagai suami istri. Rayina juga tidak mau di bilang wanita matre.
Tetapi Ayden tetap memaksa memberikan rumah dan mobil untuk Rayina. Rayina kemudian memberikan pengertian kepada Ayden tentang hal itu. Agar jangan memaksanya untu menerima semua pemberian Ayden. Karena saat ini mereka belum resmi menjadi suami istri.
Ayden kemudian mempunyai ide untuk itu. Agar Rayina menerima semuanya. Ayden sangat khawatir dengan Rayina. Dia benar - benar melihat Rayina sebagai gadis sederhana yang tidak pernah mengeluh urusan materi.
Waktu terus berlalu, Ayden juga sudah memastikan persiapan pernikahan mereka. Sedangkan Rayina segera berpamitan pulang dan mengurus keperluannya. Agar tidak ada kekurangan suatu apapun.
Ben yang sedari tadi tertidur lelap kini sudah bangun dengan wajah yang lumayan segar. Terasa sepi dirumahnya tidak ada suara orang yang sangat di kaguminya itu segera dia menjari di setiap sudut rumah. Ayden yang melihat tingkah anaknya itu semakin bingung.
"What are you looking for boy? (apa yang kamu cari boy ?)" tanya Ayden dengan penuh keheranan.
"Where is Bunda? ( Dimana Bunda?)" tanya Ben.
" Go home boy. Why? ( Pulang. Kenapa?)" jawab Ayden santai.
" Why don't Ayah forbid it? I was missed right? (Mengapa Ayah tidak melarangnya? Saya jadi terlewatkan bukan?" ucap Ben dengan lemasnya.
" Ohh.. sadness.. be patient lah. I will make her your bunda forever. You will be with her every day. Every time. You happy right? ( Oh.. kasihan... bersabarlah.. Saya akan menjadikannya sebagai bundamu selamanya. Kamu akan setiap hari bersamanya. setiap waktu. Kamu senang bukan?" terang Ayden dengan memainkan ponsel pintarnya itu.
" Are you promise Ayah?" tanya Ben denga berbinar - binar.
" Yes. Of course. Immediately" jawab Ayden cepat.
Mereka kemudian melanjutkan aktifitas masing - masing. Di halaman belakang ada sebuah kolam renang yang sangat cantik. Membuat Ben merasa ingin segera menceburkan diri ke kolam renang.
Walaupun tidak ditinggali oleh pemilik sebelumnya. Tetapi mereka memperkerjakan orang untuk merawat dan membersihkan rumah ini. Jadi rumah ini seperti terawat.
Ayden segera memastikan dokumen yang dibutuhkannya. Sepertinya harapannya akan cepat terlaksana. Ayden segera menyuruh orang itu mengirim berkas yang dibutuhkan. Rayina yang tidak tahu tentang berkas - berkas yang dibutuhkan ternyata sudah di bereskan oleh orang suruhannya. Tinggal Rayina menandatangani yang perlu.
Ayden tersenyum puas dengan kinerja orang kepercayaannya. Dia sudah tidak sabar menantikan hari itu tiba. Rayina masih bingung dengan persiapan berkasnya.
"Don't worry sayang, semua sudah disiapkan. Siapkan saja hatimu untukku. Just for me. Okay?" Ayden mengirim pesan kepada Rayina.
Rayina menerima pesan itu dengan serius. Dia nampak bingung dengan pesan Ayden. Bagaimana bisa dia harus santai? Lalu berkasnya bagaimana? Memang Ayden membuatnya pusing.
__ADS_1
" Kamu tadi dengan siapa Rayi?" ada pesan masuk ke ponsel Rayina.
Ya, siapa lagi yang selalu memanggil Rayina dengan sebutan Rayi. Tentu saja Rizky.
Rayina berpikir akan menjawab pesan dari Rizky terlebih dahulu agar Rizky tahu dan tidak menjadi penguntit lagi. Selanjutnya dia akan menjawab pesan dari Ayden. Tanpa Rayina sadari pesan yang akan di kirim kepada Rizky terkirim ke Ayden.
" Maaf mas, tadi saya bersama dengan Ayden. Dia lelaki yang saya pilih dan saya ceritakan dahulu" pesan terkirim ke Ayden.
Ayden yang menunggu jawaban Rayina sangat antusias membukanya. Ternyata jawabannya sangat berbeda dengan pertanyaan yang diberikannya. Ayden semakin berpikir. Sebenarnya Rayina saat ini sedang berkirim pesan dengan siapa?
Muka Ayden mulai mengeras. Dikerutkan dahinya untuk mencerna setiap kalimat pesan dari Rayina.
" Mas?" gumam Ayden lirih.
'Selama ini dia tidak pernah memanggilnya dengan sebutan mas, dia selalu memanggilku dengan sebutan Ay. Panggilan kesayanganku darinya' batin Ayden.
"Sayang, kamu mulai main - main dibelakangku rupanya? Kamu belum tahu siapa aku sayang" ucap Ayden dengan menggeretakkan giginya.
Rayina yang sedang menunggu jawaban dari Rizky dan akan membalas pesan Ayden, baru menyadari kesalahan saat mengirim pesannya.
" Aduh, salah kirim aku 🙈. Bagaimana kalau dia marah denganku. Karena aku belum cerita jika mempunyai kontak nomor Rizky. Tetapi aku tidak salah si, membalas pesannya begitu. Nanti aku jelaskan lagi ke dia lah. Semoga saja tidak marah" gumam Rayina.
" Sorry Ay, I just sent it wrong. That's for Rizky. The guy who was stalking us (Maaf Ay, baru saja saya salah kirim. Itu untuk Rizky. Orang yang tadi menguntit kita)" kirim ke Ayden.
"Why did you just say take it easy with my wedding documents. I don't understand that (Mengapa kamu mengatakan tenang saja dengan berkas pernikahan saya. Saya tidak paham akan hal itu)" kirim lagi ke Ayden.
Ayden yang masih marah dengan pesab tersebut tidak lagi membalas pesan Rayina. Ditambah Rayina tidak menjelaskan jawaban pesan tersebut. Karena Ayden tidak semuanya paham isi pedan tersebut. Apakah berisi sebuah pesan penghianatan ataukah pesan pernyataan.
Ayden merasa itu adalah penghianatan. Disamping Rayina tidak terbuka bahwa mempunya kontak nomor Rizky. Dia juga tidak menjelaskan perihal pesan tersebut. Ayden kemudian mendial nomor seseorang.
" Find out about Rizky, the guy who approached my woman. Right now. I don't want the slightest mistake ( Cari tahu tentang rizky, lelaki yang mendekati wanitaku. Sekarang juga. Saya tidak mau ada kesalahan sekecil apapun) " ucap Ayden kepada seseorang.
" Rizky !!!" gumam Ayden.
Ayden berpikir apakah ini salah satu halangan saat akan menikah. Adanya masalah. Tetapi Ayden tidak ragu untuk menikah dengan Rayina. Ayden lupa akan mengirim pesan kepada Mamanya.Dia ingat sudah meminta beberapa foto dan video yang telah dicuri Mbak. Video dan foto tentang kebersamaan kita selama di Indonesia.
__ADS_1
"Assalamualaikum Ma"
(...........)
" Are you okay Ma?"
(...........)
" We also okay Ma. Don't worry ya"
(...........)
" Ma, I want to send picture and videos. You see ya ?"
(...........)
" Okay, Waalaikumsalam, Take care Ma".
(...........)
Begitulah telepon antara Ayden dengan mamanya. Ayden jarang sekali menelpon papanya. Karena perselisihan dulu saat memilih Mamanya Ben. Hal itu membuat renggangnya hubungan antara Ayah dan anak.
Ayden masih menunggu informasi mengenai Rizky. Tak lama kemudian Rizky sudah mendapatkan laporan dan beberapa bukti tentang Rizky.
Di lain tempat, Rayina masih menunggu jawaban Ayden. Rayina merasa Ayden marah. Tetapi dia akan berusaha menjelaskannya nanti saat bertemu. Karena kalau lewat ponsel kurang jelas dan akan menjadikan salah paham.
Ayden akan mendinginkan pikirannya dengan, berendam di bath up. Dia berusaha menekan amarahnya kepada orang yang sangat dicintainya.
__________________________________
Hai.. readers.. thanks ya.. sudah memberikan saran dan kritik untuk saya.
Jangan lupa vote dan likenya ya buat Author yang masih belajar ini.
Kritik dan saran masih diterima selalu ya...
__ADS_1
Jangan bosan ya buat bacanya...
Love you all ....