Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
125.


__ADS_3

"Mmma..as" sapa Rayina gugup.


Tanpa ada suara sekecappun dari mulut suaminya. Rayina merasa bahwa suaminya sudah mengetahui apa yang dilakukannya. Dia merasa sangat bersalah dan itu juga membuat dirinya berada posisi yang tidak nyaman.


Ayden yang sudah keluar dari kamar mandi, segera menuju ke ruanga baju gantinya. Melihay raut wajah istrinya yang ketakutan membuatnya ingin sekali menertawakannya.


" Dia terlihat cute" batin Ayden.


Ayden segera keluar dari kamar ganti. Dia sudah selesai dan rapi. Tak lupa dia membawa handuk yang dia pakai dan dilemparkannya ke arah istrinya.


Rayina sangat terkejut dengan perlakuan suaminya yang begitu berbeda. Dan menurutnya itu sudah tidak sopan dan kasar. Rayina merasa sakit hatinya. Suaminya bisa berbuat demikian.


" Mas... haruskah begitu?" ucap Rayina lirih dan hampir meneteskan air matanya.


" Sakit??" tanya Ayden singkat.


" Maaf sayang" batin Ayden.


" Seperti itu kira- kira rasanya, jika seorang istri melakukan kesalahan" celetuk Ayden.


" Ma-***... Maafkan aku" ucap Rayina dengan mata yang sudang tergenang.


" Oh... sayang.. jangan menangis... runtuh hatiku jika kami menangis dan bersedih. Tunjukan kamu kuat" batin Ayden dengan memasang wajah yang memelas tetapi dia melengos tidak memandang istrinya.


Wajah cantik itu kini mendung kelabu. Bak hujan akan turun dengan derasnya. Ayden sudah menduganya. Dia sudah mengetahui kebenarannya. Dan Ayden hanya sedikit bermain di sini. Tidak ada tamparan atau perlakuan kasar secara fisik. Namun kalimat yang dilontarkannya cukup menyayat hati sang istri.


" Mas.. aku minta maaf. Aku memang salah. Aku lupa untuk meminta izin dari mas tentang penggunaan mobil itu. Dan aku juga sudah lancang atas yang bukan hakku. Maafkan aku mas. Mas boleh menghukumku. Tapi aku mohon, maafkan aku" ucap Rayina sesenggukan.


Ayden hanya diam saja. Dia memang sengaja memberi ruang untuk Rayina berkata dengan jujur kepadanya. Ayden hanya memberikan sedikit gambaran ketika dia marah dalam level puncak untuk seorang istrinya.


" Mas... maafkan aku" ucap Ryaina dan bersimpuh dikaki suaminya.


Ayden yang mendapat perlakuan itu sedikit tercengang. Istri yang dikaguminya itu begitu menunduk dan mengakui semua kesalahannya bak ksatria. Dia berusaha mendapatkan maaf untuk setiap kesalahannya.


Hati mana yang tidak trenyuh melihat seorang Rayina menangis dan bersimpuh untuk mendapatkan sebuah kata maaf. Dan itu terjadi kepada Ayden. Ayden merasa itu sangat menyakitinya.


Diangkatnya tubuh ringkih itu. Tubuh yang menopang dua nyawa benihnya yang semakin lama semakin padat berisi. Ditariknya lengan Rayina dengan penuh kelembutan. Diangkatnya tubuh itu dan didudukkannya dipangkuan.


" Sudah hmmm??" tanya Ayden dengan memegang dagu Rayina agar menatapnya.

__ADS_1


" Mass... maafkan aku.. Aku salah.." ucap Rayina sesenggukan dan air mata yang tak henti - hentinya luruh di pipinya.


Ayden mengecup kedua mata indah itu, kemudian mengusap lembut air mata dipipinya. Dia kemudian memandang kedua mata itu yang menyiratkan banyak penyesalan.


Ditatapnya wajah sendu nan ayu itu, di kecupnya kening istrinya. Kemudian dia turun kebawah, dikecupnya bibir merona istrinya sekilas.


" Sudah tahu kesalahannmu sayang?" tanya Ayden lembut.


" Iya mas.. aku minta maaf" ucap Rayina dengan suara yang mulai habis.


" Jangan kamu ulangi lagi. Mas tidak marah kamu menggunakan mobil apapun yang mas punya. Jika Farhan meloloskan penggunaaannya, berati dia sudah paham apa yang aku perintahkan. Dan itu juga hak kamu. Mas, merancangnya memang khusus untuk istri mas. Tapi..." ucap Ayden menjeda.


" Tapi..." ucap Rayina meneruskan dan mengernyit.


" Kamu masih ingat lagi kesalahanmu?" tanya Ayden.


" Kesalahanku? Lagi?" tanya Rayina berpikir.


" Hmm" jawab Ayden singkat.


" Emb.. maaf tidak meminta izin mas secara langsung. Aku lancang... Dan.." tiba - tiba Rayina mengingat akan satu hal.


" Dann???" tanya Ayden menunggu kelanjutannya.


" Itu artinya?" tanya Ayden kembali.


" Aku salah, aku tidak memikirkan betapa bahayanya untuk diriku dan kedua anak diperutku dan... masih banyak orang lain juga" ucap Rayina menyesali.


" Pinter" ucap Ayden dengan menoel hidung mancung istrinya.


" Maafkan aku mas" ucap Rayina kembali.


" Baiklah, minta maaflah dengan baik sayang. Mas hanya mengujimu. Apakah kamu akan berkata jujur atau tidak. Hanya itu saja, karena mas ingin rumah tangga kita selalu terbuka dan memegang teguh kejujuran. Walaupun itu pahit sekalipun. Sekarang paham kan?" tanya Ayden kembali.


" Tapi, mas.. Mas juga sudah menyakiti hatiku" keluh Rayina.


" Untuk itu aku minta maaf sayang. Mas memang sengaja melakukannya, hanya ingin seperti akting yang sempurna. Hahaha" gelagar Ayden.


" Masss..." rengek Rayina.

__ADS_1


" Baiklah...Maaf ya sayang" ucap Ayden dengan merengkuh tengkuk istrinya.


Dikecupnya bibir nan seksi yang sudah terlihat menggoda. Di lumatnya dnegan mesra. Selanjutnya perpagutan dilanjutkan layaknya suami istri yang sedang kasmaran.


" Sayang... Aku suka ini" ucap Ayden.


Sumber kehidupan bagi anaknya kelak yang lama - lama menjadi semakin besar dan padat. Tangkainya pun kian membesar, dan membuat Ayden suka sekali bermain di tangkainya itu.


Dan, sumber kenikmatannya itu kian makin legit dirasa. Ayden selalu menikmati setiap ritmenya. Dia tidak pernah sekalipun melakukannya dengan cepat dan kasar. Entah kenapa semenjak kehamilan istrinya dia suka sekali untuk meminta jatahnya itu.


" Mas, aku mau makan" ucap Rayina setelah selesai menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.


" Ah.. mas lupa.. paper bag tadi kamu bawa atau tidak?" tanya Ayden.


" Itu mas.. dimeja dekat sofa" jawab Rayina.


Ayden bengun dan berjalan mengambil paper bag yang sudah dia bawa tadi sepulang kerja. Tak lupa dia memakai kaos dan celana santai dirumah.


" Tunggu disitu, jangan bangun dan... jangan kemana- mana. Mas mau ambil piring dan sendok" ucap Ayden.


" He em.." jawab Rayina lembut.


Ayden segera keluar mengambil apa yang dibutuhkannya. Tak lupa dia membawa jus jeruk yang sudah dia minta sebelumnya melalui pesan kepada mbaknya.


Dibawanya keperluannya kedalam kamar. Di ambilnya meja makan layaknya di rumah sakit. Di hidangkannya didepan istrinya.


" Mas..tolong" pinta Rayina dengan menunjuk kacamata dadanya dan bajunya itu.


Ayden segera menuju ke ruang ganri istrinya. Dipilihnya lingerietipis berwana ungu tua yang terlihat sangat seksi untuk istrinya. Karena kontras dengan warna kulit putih istrinya.


" Pakailah" perintah Ayden.


" Tapi... itu" ucap Rayina.


Ayden yang tahu arah pembicaraan istrinya itu segera menjawab.


" Eits... masih ada babak selanjutnya sayang. Permintaan maaf belum selesai. Dan, mas masih mau lagi" ucap Ayden.


Ayden segera membuka paper bag yang dia bawa. Di taruhnya kue yang dia beli sebelum pulang tadi. Dan tak luput, Ayden membawa nasi goreng seafood yang dia inginkan.

__ADS_1


" Mas.. " ucap Rayina.


Mata indah itu berbinar melihat makanan yang sangat menggairahkan didepan matanya. Lidahnya sudah tak tahan untuk melahapnya. Aromanya saja sudah merasuk ke hidung.


__ADS_2