Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
143.


__ADS_3

Sesampainya dikamar, diletakkan badan Rayina diatas kasur king size milik mereka. Segera Ayden merebahkan tubub ringkih istrinya itu.


" Sayang, istirahatlah. Pasti kamu capek sudah masak pagi ini bukan? Dan kamu harus menyiapkan tenaga ekstra untuk nanti malam" terang Ayden.


" Mas, aku mau mandi dulu. Gerah sekali, dan aku bau bawang pula. Hihi" ucap Rayina.


" Baiklah. Segeralah mandi jangan lama - lama. Aku akan menunggumu" ucap Ayden.


" Mas tidak ikut?" tanya Rayina memastikan.


" No sayang, mandilah. Nanti kalau mas ikut akan lama jadinya. Takut kamu kedinginan. Mas juga akan melihat pekerjaan semua vendor yang sedanf melakukan tugasnya. Mas juga akan mandi di kamar mandi satunya" terang Ayden.


" Baiklah mas" jawab Rayina lembut.


Rayina segera ke ruangan wardobe menyiapkan baju untuk suaminya dan dirinya pula. Dipilihnya baju senada dengan suaminya.


Entah kenapa Rayina hari ini ingin terlihat romantis denga baju couple miliknya. Walaupun mereka hanya menghabiskan waktu hanya di dalam kamar saja tetapi Rayina merasa bahagia bisa berduaan dengan sang pujaan hatinya.


Setelah menyiapkan pakaian Rayina segera masuk ke kamar mandi untuk beritual ria. Intinya dia akan mandi dengan menikmati seluruh terapi yang akan dia lakukan sendiri.


Dinyalakannya air panas, dan tak lupa menambahkan air dingin di bathtubnya. Entah kenapa dia ingin berendam dengan air hangat. Di bubuhkannya sedikit minyak aroma therapy dengan bau vanila dan sedikit camomile agar membuat hatinya yang berantakan kembali normal.


Ayden tahu ritual yang akan dilakukan istrinya dikamar mandi saat ini. Dia senfaja membiarkan itu. Karena mungkin hanya dengan itu mood nya akan kembali lebih enak. Ayden yang sudah mandi dan membersihakan dirinya segera memakai pakaian yang sudah dipilihkan Rayina.


" Istriku !! Entah kenapa kamu memikih baju ini untukku? Hmm apakah kamu ingin selalu terlihat kompak denganku? Hihihi. Bumil.. bumil " celoteh Ayden sendiri.


Setelah selesai berpakaian, Ayden segera melihat kinerja semua vendor dan WO yang sudah dia tunjuk. Papa dan Mama juga sudah siap untuk melakukan aksinya. Sedangkan Om Rony juga dengan dramanya.


Ayden juga sudah melihat dan mengontrol semua pekerjaan yang ada di kantor. Memang benar, kantor itu membutuhkan seorang Rayina untuk menjadi induknya. Sedikit berantakan ketika tidak ditangani langsung oleh wanitanya itu.


" Hmm kamu menunjukkan eksistensimu sayang!! semua bergantung kepadamu kini. Dan apa yang tidak akan bisa kamu lakukan dari dirimu ini? Okelah jika situasi sudah mendukung aku sepertinya akan merelakanmu di posisi ini" gumam Ayeen kembali.

__ADS_1


Ayden juga memantau pergerakan dari musuh. Ya, tentu saja Xano. Kali ini Xano tidak membuat gerakan yang akan mematik pertikaian. Tetapi menurut oranf kepercayaan yang mengintainya, Xano seperti mencari keberadaan seseorang.


Entah apa yang dicarinya, sepertinya itu sangatlah penting untuk dirinya. Dan itu membuat hatinya sedikit kacau. Ayden langsung berfikir mengarah ke istrinya.


" Apakah dia memikirkan istriku? Apakah dia tidak melihat bahwa istriku tengah hamil? Lelaki aneh !! Sebenarnya apa maumu?" guman Ayden kembali.


Rayina yang sudah menyelesaikan misi ritualnya dikamar mandi kini keluar dengan menggunakan kimono tipis yang sangat menggoda iman.


cklekk


Suara pintu terbuka, ternyata siempunya pemilik hati sang pujangga. Berlenggak lenggok bagai di catwalk badan itu berayun. Bak biola berdawai dengan lantunan yang sangat romantis.


Mata tersihir melihat pemandangan yang sangat indah. Ingin rasanya segera menggapai biola itu. Tapi apalah daya, pandangan mata ingin terus melihat dan meresepai setiap gesekan dawai.


Biola itu segera meluruhkan kimononya dan segera memakai lingerie senada dengan sang pujangga cinta. Di pakainya dengan perlahan. Liuk lekuk nan menggelora menahan gairah.


Dilihatnya biola dengan bentuk keindahannya yang tak dipungkiri. Kini menjelma bagai peragawati yang tengah berimajinasi.


Ternyata penonton kini menjadi tertarik. Diikutinya gerakan bak modeling diatas catwalk. Kini tak lagi bagai peragawan dan peragawati. Hanya dua orang pujangga yang saling mencita. Dengan diselimuti gairah asmara yang menggelora.


Ah... ingin rasanya aku menjadi bagian mata yang memandang. Tapi apalah daya, saya hanya seorang author.


Lanjut lah ya, Mereka berdiri sejajar, saling pandang dan saling puja. Tidak ada kata yang terucap, hanya pandangan yang tajam dan penuh arti kaya cinta.


Direngkuhnya leher jenjang sang cinta, di kecupnya perlahan bibir nan merona. Di perdalam dengan ******* kecil yang menggelora.


Tiada kandungan untuk mengatakan bagaimana rasa. Hanya hati yang menuntun untuk segera dan segera.


Diangkatnya dua kaki nan jenjang. Digendongnya dalam pelukan dan segera didudukkan ke singgasana besarnya.


cklik

__ADS_1


Suara petikan jari mengalun, tanda penyinar ruangan kini harus menutup eksistensinya. Digantinya lampu temeram yang hanya menampilkan sisi eksotis sang pemilik cinta.


" Erotic dance now !! okay?" bisik sang pujangga kepada cintanya.


Hanya senyuman yang terpampang nyata di wajah cantik itu. Kini wanita pujaannya telah berdiri dihadapannya. Di tanggalkannya kimono tipis yang berbahan sutra itu.


Hanya tersisa lingerie berwarna ungu tua yang sangat kontras dengan kulitnya. Diliukkannya pinggul nan melekuk. Wawlau kini sedikit menonjol perut rata sang penari.


Di sentuhnya recorder belly dance miliknya. Kemudian dia mulai menggerakkan seluruh tubuhnya.


Meliuk - liuk bagai oenari profesional. Ya, Rayina mengeluarkan bakat menarinya. Bahkan dia juga bisa menari belly dance.


Sedikit erotis tapi menurutnya terlihat seksi bukan terlihat menjadi gerakan panas. Rayina mengeluarkan semua kemampuannya dalam menari. Ayden yang menyaksikan itu sangat terkejut.


Yang dia inginkan Rayina menari sensual. Ternyata dia menari belly dance yang membuat Ayden merada terpana. Bakat istrinya memanglah sangat banyak. Entah kapan dan dimana dia belajar.


Tapi gerakannya membuat Ayden semakin dan semakin ingin segera merengkuhnya. Bagaimana dia berfantasi dengan tarian itu.


Dan terrjadilah tarian dengan gerakan enyak - enyak yang mereka ciptakan. Ayden hanya berpikir dengan apa yang ada di depan matanya.


Hidupnya kini tidaklah monoton. Dia selalu mendapatkan kejutan tak terkira dari istrinya. Seluruh yang ada pada istrinya masih banyak yang tersembunyi.


Bahkan untuk masalah ranjang pun istrinya banyak andil dengan berbagai gerakan dan gaya. Ini sangatlah membuat imajinasi liarnya muncul.


Dan itu direspon cukup baik oleh Rayina. Bahkan Rayina tidak enggan membahagiakan suaminya di ranjang. Tentu saja sesuai denga petunjuk dokter. Karena keadaannya yang tengah mengandung.


" Sayang, terimakasih kamu sudah memberikan banyak warna dalam hiduo mas " bisik Ayden yang sembari menyentuh dua penghidupannya dan masih dalam mode on.


Rayina hanya membalas dengan tersenyum da sepertinya dia juga menikmati setiap sentuhan suaminya.


" Ayo mas... " ajak Rayina dengan suara mendesah nan parau.

__ADS_1


__ADS_2