
Rizky segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Rayina memegangi ponselnya takut Mbak akan menelponnya. Karena ternyata kunci rumah sama Mbaknya itu. Rayina sedikit gelisah karena mereka akan segera sampai rumah.
Rayina mengutak atik ponselnya. Mengirim pesan kepada Mbak. Tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Mulai dari rumah Rizky hingga mau sampai rumahnya. Rayina sedikit cemas. Rizky hanya melirik dari ekor matanya. Kelihatan kecemasan diwajah cantik Rayina.
Rizky :" Kamu kenapa Rayi? hmm?".
Rayina :" Itu mas, kunci rumah sama mbak. Aku dari tadi bingung. Mbak nggak bales - bales chat aku".
Rizky :" Nggak usah khawatir Rayi, coba kamu telpon. Mungin dia masih asyik dengan temannya".
Rayina tanpa menjawab segera menelpon Mbak. Tapi tetap saja tidak ada jawaban.
"Huuuffff" keluh Rayina. Rizky yang mengetahui segera mengambil langkah seribu. Dia membelokkan mobilnya kearah tepi danau biasanya. Banyak stand makanan dan lumayan sedikit ramai.
Rizky :" Kita tunggu disini, Mas temani kamu. Kamu mau apa? Minum apa makan apa? Jagoan kita sudah tidur. Sebentar".
Rizky kemudian keluar mengambil sesuatu di jok belakang. Kemudian memompa dengan alat pompanya. Kemudian dia menaruhnya dijok belakang mobil. Memberikan bantal kecil yang ada di mobil.
Rizky :" Rayi, kemarikan Ganesh".
Rayina tanpa menjawab segera memberikan gendongannya ke Rizky. Rizky kemudian menodurkan Ganesha di jok belakang agar dia nyaman tidur dan lebih leluasa.
Sementara Rizky segera mengeluarkan tikar kecil yang biasa di gunakan saat keadaan darurat. Jika dia melakukan perjalanan jauh ataupun camping. Ada kursi kecil yang bisa dilipat.
Rizky :" Tuan putri, duduklah. Hamba akan memesan sebuah camilan dan minuman. Kita piknil dadakan".
Rayina :" Terimakasih Mas" dengan memberikan senyuman termanisnya.
'Ah.. Rayina kenapa kamu memberikan senyuman mematikan hingga ke jantungku'
Rizky juga membalas senyuman Rayina. Dan segera pergi memesan makanan dan minuman. Sementara Rayina masih sibuk mendial nomor Mbaknya itu.
Saat Rizky datang dengan membawa dua cup coklat hangat dan jagung bakar tiba - tiba ada telepon masuk dari "Ay". Seketika raut wajah Rizky asam. Rasa tak enak dihati menyeruak sampai kepermukaan mimik wajahnya.
Rayina yang paham betul segera mereject panggilan itu. Rayina tahu saat ini mungkin Rizky cemburu atau penuh pertanyaan siapa "Ay".
__ADS_1
Rayina :" Suatu saat akan aku ceritakan mas. Untuk saat ini aku belum siap untuk menceritakan apapun. Pelajarilah dari segala kekuranganku. Aku tidak akan menutupu apapun dalam hidupku".
Rizky :" Termasuk lelaki lain?"dengan cepat Rizky menyambar pernyataan Rayina.
Rayina :" Mas, tolong saat ini tahu batasan kita. Aku belum menerima lamaran mas, dan aku berhak menentukan apapun. Kalau mas mau lebih paham tentang aku silahkan. Aku tidak melarang. Tapi tolong mas, hargai privasiku".
Rizky :" Hmm. Baiklah. Aku salah"
Suasana mulai canggung dan tidak enak. Cepat atau lambat semua juga pasti akan tahu.
Rayina :" Mas, bolehkah aku jujur kepadamu?".
Rizky :" Tentang?".
Rayina :" Sesuatu hal yang belum kamu ketahui. Bahkan orang tuakupun".
Rizky :" Apa?" Rizky mulai bete dengan suasana itu. Seketika harapannya pupus.
Rayina :" Ay, namanya Ayden. Dia datang ke kehidupanku sudah hampir dua bulan. Saat mas datang meminangku. Dia sudah memberikan propose kepadaku berupa paket. Paket itu datang saat siang mas dan Bu Wati menyampaikan ingin silaturahmi bertepatan dengan itu. Aku juga tidak paham dengan perasaanku kepadanya mas. Karena kami hanya bertular kabar hanya lewat chat. Bertemu muka pun tidak pernah. Dia berusaha meyakinkan aku sebagai pasangannya. Tetapi saat ini aku belum bisa menentukannya. Maaf mas jika terkesan menggantung kaloan berdua. Tetapi apakah saya salah memilih dari yang baik itu menjadi tebaik untukku?. Apakah aku salah mas dengan keputusanku? Jika aku salah menurut mas, mas bisa memilih calon lainnya yang bisa menerima tanpa menimbang apapun. Karena aku paham dengan statusku mas. Maaf sudah membuat mas kecewa".
Rayina :" He em".
Rizky :" Rayi, apakah sekarang perasaanmu lebih lega dari pada sebelumnya ?"
Rayina :" Iya mas".
Rizky :" Mulai sekarang, apapun yanga da di hati kamu. Uneg - uneg apapun ceritakan sama mas, InsyaAllah mas akan menjadi pendengar yang baik. Syukur - syukur bisa memberikan solusi juga. Rayi, apapun pilihan kamu kedepannya mas sudah siap. Mas tahu kamu pantas diperebutkan. Rayi, jadilah diri kamu sendiri dan ikutilh kata hatimu. Mana yang membuatmu bahagia maka lakukanlah. Tapi, jangan dipendam sendiri. Kamu paham sekarang?. Adanya Ayden atau tidak buatku sama saja tetap berjuang untukmu. Jadi bersikaplah seperti biasa. Dan mas akan menghargai kejujuranmu. Jika sudah pasti, beritahu mas. Siapa pilihanmu. Jika bukan mas, mas siap mundur dan akan menjadikan kamu sebagai adikku".
Rayina :" Trimakasih mas" sambil menitikkan air mata
Tiba - tiba ada chat dari Mbak. Ternyata mbak kejebak banjir. Karena rumah temannya rawan banjir. Dan benar saja tiba - tiba rintik hujan mulai turun. Rizky langsung bergegas mengemasi perlengkapan camping dadakannya itu dan segera bergegas secepatnya.
Rayina melihat seonggok payung dan segera memayungi Rizky yang berkemas. Rizky yang merasa di beri perhatian sangatlah senang. Dalam hatinya sebelum janur kuning melengkung lampu merah jalanan bisa ditikung.
Rizky :" Masuklah Rayi".
__ADS_1
Rayina :" Hem mas".
Rizky :" Ya sudahlah, kembali ke mansion saja. Dari pada di mobil kalian tidak nyaman. Lagian baju kita jg basah".
Rayina :" Tapi mas..."
Rizky :" Please Rayi, nanti kamu sakit".
Rayina :" Besok aku harus bekerja pagi hari mas, apa mas tidak repot mengantarkan aku?".
Rizky :" Nanti aku yang mintakan ijin sama mama".
Rayina :" Astaghfirullahhaladzin, upsss".
Rizky :" hihi. Lupa?".
Rayina :" Tapi mas, takutnya By Wati berpikiran aneh kepada kita".
Rizky :" Tenanglah sayang.. hahaha"
Rayina :" Masss!!!" sambil melipat tangan dan cemberut.
Aduh Rayina kenapa kamu sangat menggemaskan seperti ini? Apakah aku rela jika bukan aku yang mendampingi hidupmu? Aaarrrghh
Rizky segera melajukan mobilnya kembali ke mansion. Hujan lebat petir menggelegar. Baby boy masih tertidur dengan nyaman di kursi belakang. Karrna Rizky menyiapkan kenyamanan bos kecilnya itu dengan sangat detil.
Rayina pun seakan sudah pucat karena kedinginan. Kulit putihnya terlihat mentah karena sudah kedinginan. Rizky yang tidak tega segera meraih tangan Rayina memberikan kehangatan.
Rizky :" Jangan kamu pikir aku lancang. Aku tahu kamu kedinginan. Lihatlah sedingin ini tanganmu".
Rayina hanya menggenggam mencari kehangatan dari tangan itu. Tetapu seketika Rayina mengingat Ayden. Apakah dia menghianati Ayden. Rayina sungguh plin plan. Kenapa dengan hatinya.
Apakah perasaannya sudah mulai tergoyahkan dengan kehadiran Rizky. Perhatian yang diberikan Rizky kepadanya seperti bayangan almarhum suaminya. Sama persis memperlakukannya. Rayina seketika melepas tangan Rizky.
Rizky yang paham dengan itu segera memegang kendalu stir mobilnya. Rayina masih berkutat dengan pikorannya sendiri.
__ADS_1