Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
100.


__ADS_3

slruuuppp...


Suara seruputan kuah bakso yang begitu nikmat. Rayina meracik bumbu tambahan dengan sangat sempurna dilidahnya. Kuah panas yang sangat enak, pas dilidahnya. Masakan mertuanya sesuai dengan ekspektasinya.


Mama dan Ayden menyaksikan pemandangan di depan mata. Melihat Rayina menyeruput dan menikmati srtiap suapnya membuat mereka berdua ikut merasakan betapa nikmatnya bakso itu. Cacing di perut terasa demo dengan sangat kerasnya.


" Mama.... mantabbb. Endulll" ucap Rayina sembari mengacungkan kedua jempol tangannya.


" Mantab? Endul? maksudnya?" tanya Mama.


" Itu bahasa dia ketika mendapatkan makanan yang sesuai dengan ekspektasi lidahnya. Dan kata mantab dan endul artinya sangat enak" terang Ayden.


" Ohhh... really? Endul ya?" tanya Mama menegaskan.


" Mas, itu ada satu mangkok lagi. Buatku boleh? Tapi sepertinya kurang seledri sama bawang goreng ini" ucap Rayina.


" Kuahnya juga kurang panas. Embb.. Mama masih adakah bakso itu?" tanya Rayina.


" Of course sayang. Turunlah. kita makan. Atau Mama antar kesini. Yang itu nanti Mama hangatkan kembali. Bagaimana?" tawar Mama.


" Kita kebawah saja mas. Papa pasti juga menunggu. Ayok Ma.." ajak Rayina girang.


Mereka segera turun ke bawah. Mbak sudah menata meja makan. Dan meletakkan semua yang diperlukan. Semua komplit. Mata Rayina berbinar, melihat isi mejanya.


Papa melihat menantunya yang begitu luci. Seperti melihat makanan yang sudah sangat lama dia tidak makan. Bagaimana tidak, memang tidak ada di negara itu. Mereka harus membuat sendiri.


" Ayo sayang duduklah" ucap Papa.


" Aromanya menggugah selera Pa, aku sudah habis satu mangkok" terang Rayina.


" Mbak.. tolong panggil anak - anak ya, mereka pasti sangat suka" perintah Rayina.


Mbak tanpa menjawab langsung berlalu memanggil bos kecilnya. Mereka berlarian keluar kamarnya dan melihat ada hidangan bakso.


" Waaaoooww... I like it bunda" teriak Ben.


" Nda.. nda.. nyam.. nyam.. aco" ucap Ganesha yang masih cadel.


" Okay boy.. duduklah.. bunda siapin" punta Rayina.


Semua duduk di kursinya masing - masing. Mereka makan dengan memejamkan mata. Teringat akan makanan Indonesia yang sangat menggugah selera. Semua diam dan menikmati tanpa suara.


Yang ada mereka nambah dan nambah lagi. Mama merasa sangat senang. Masakannya sukses menggoyang lidah.

__ADS_1


" Sayang, Aruni tolong berikan satu mangkok. Mungkin dia akan lebih segar" pinta Mama.


" Tenanglah Ma. Aku sudah meminta Mbak mengantarkan. Untuk mereka yang ada disana. Semua dibagi" ucap Rayina.


Akhirnya semua penghuni menikmati makan bakso. Bagi yang berasal dari Indonesia sangatlah bahagia. Karena makan makanan khas dari negara memang serasa kembali ke negara lagi.


Setelah semua selesai makan. Rayina mengantar kedua jagoan kecilnya yang harus kembali ke kamarnya. Karena besok libur jadi mereka diperbolehkan untuk tidur lambat sedikit. Dan sekarang saatnya tidur.


Rayina dan Ayden juga kembali ke kamar. Karena seharian memang banyak sekali hal yang harus di kerjakan. Mereka langsung merebahkan badan. Karena mereka sebelumnya sudah menjalankan kewajiban masing - masing.


Untuk pembahasan yang lainnya nanti akan di lanjutkan. Sementara mereka semua harus istirahat. Rayina membuka ponsel pintarnya. Mengatur semua pengawal dan mengomando dengan perintah untuk berjaga dengan sangat ketat.


Rayina juga memantau melalui monitor cctv di kamar. Dia selalu membuka monitor itu agar terus dapat mengamati gerak gerik.


" Sudahlah sayang, tidurlah.." ucap Ayden.


" Iya sayang.. sebentar mau ritual dulu" ucap Rayina.


" Ahh baiklah. Mas tunggu" jawab Ayden.


" Mas, mandilah.. dan ganti pakaian mas. Aku sudah menyiapkannya" ucap Rayina.


Ayden segera menuruti istrinya. Karena katanya semua kemauan ibu hamil yang sedikit berbeda itu dinamakan ngidam. Dia sudah paham dengan hal itu. Dia sudah banyak bertanya di mbah go*le. So, dia agak sedikit bisa mengimbanginya.


" Iya sayang, tunggulah. Mas mau pake pelembab kulit" ucap Ayden.


Ayden memang sangat menjaga kesehatan kulitnya. Karena pekerjaannya memang dituntut untuk berpenampilan yang bagus. Jadi dia sangat menjaga akan hal itu.


" Sudah sayang" ucap Ayden.


" Mas, kemarilah.. aku pengin bermanja denganmu sebentar saja, please..." pibta Rayina merengek.


" Kemarilah sayang, lama juga boleh" ucap Ayden penuh kasih.


Ayden membawa Rayina kedalam dekapannya. Tak lama dari itu suara hembusan nafas sudah terasa. Menandakan ada yabg tertidur pulas.


" Hmm... sayang, belum lima menit sudah tidur aja. I love you my wife" ucap Ayden.


" Good night. mimpi indah" ucap Ayden kembali.


Kemudian Ayden melatakkan kepala istrinya ke bantal dan menyelimuti hingga menutupi dadanya. Mereka kemudian tidur dalam malam yang indah.


Pagi harinya... Adzab subuh berkumandang..

__ADS_1


Terdengar teriakan melengking dari bawah. Rayina dan Ayden audah bangun dan melaksanakan kewajibannya. Di sudah melihat cctv jika ada yang teriak.


Rayina hanya tertawa kecil melihat pemandangan itu. Ayden hanya mengernyit mendengar istrinya tertawa.


" Ada apa sayang?" tanya Ayden.


" Itu, lihatlah" ucap Rayina dengan mengulang rekaman cctv.


" Dasar !!! mencuri kesempatan dalam kesempitan" dengus Ayden.


" Adikmu mas" ucap Rayina.


" Ya... ya... ya... pantas saja julukan brengsek melekat dalam dirinya" ucap Ayden.


Devran pagi - pagi buta tergopoh - gopoh ingin pergi ke kamar mandi karena merasa ingin buang air kecil. Tidak biasanya Devran ke kamar mandi dapur. Dan kenapa dia tidak tidur dikamar.


Ternyata semalaman dia mempelajari perusahaan Papa yang akan dia pengang kendali. Jadi dia mempelajarinya. Ketika akan masuk ke kamar mandi, tanpa mengetuk pintu Devran nyelonong masuk.


Dan sepertinya dia sudah menampakkan wujud badutnya. Karena seseoranf sudah teriak dan menutup matanya.


Ternyata Liona yang di kamar mandi. Karena dari dapur membuatkan teh untuk Aruni. Dia ingin buang air kecil. Dia lupa untuk mengunci pintunya. Alhasil ada oknum yang nyelonong masuk. Terjadilah insiden teriakan dan tamparan yang cukup keras.


Semua orang kaget dengan teriakan itu sehingga keluar mendekati sumber suara. Setelah di perjelas kejadiannya. Mereka semua mengumpat kepada Devran dan tertawa lebar.


" Rasakan !! hahaha" ucap Papa.


" Papa... " rengek Devran.


Ternyata selama ini Devran hanya menghindari Liona. Cintanya bertepuk sebelah tangan, menurut Devran. Sebenarnya mereka saling bertaut hati. Tetapi gengsi itu mempunyai batas yang sangat tinggi. Jadi mereka hanya berdiam dalam rasa.


" Dasar singa kecil!" gerutu Devran.


" Devran, segera ambil wudhlu. Jadilah imam kami" perintah Irfan.


" Baik Pa" ucap Devran.


Selama ini yang selalu menjadi Imam dirumah adalah Ayden. Terkadang juga Papa. Dan kali ini Papa ingin Devran menjadi Imam sholat. Karena Ayden tidak kunjung turun. Irfan enggan mengganggunya. Dan mereka rasa, anak dan menantunya sudah menjalankan kewajibannya.


" Sudah siap? Rapatkan shafnya" ucap Devran.


Adzan dan iqamat sudah berkumandang. Segera Devran menjadi imam sholat subuh pagi ini.


Liona pun ikut berjamaah bersama. Liona penasaran siapa imam pagi ini. Apakah abang Ayden ataukah yang lain?

__ADS_1


__ADS_2