Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
106.


__ADS_3

" Pereda mual ada tidak Keviiinnn?" Ayden mulai jengah.


" Embbb... Ada.. tapi tidak selalu tergantung dengan obat ini abang. Abang bisa minta dibuatkan jahe hangat. Itu bisa mengurangi rasa mual" ucap Kevin.


" Begitu ya.." jawab Ayden.


" Susah ya, jadi wanita. Aku merasa sangat kasihan. Perjuangannya begitu berat. Apakah dulu Ibunya Ben juga begitu?" ucap Ayden.


" Kehamilan masing- masing orang itu berbeda - beda abang. Tidak semua sama. Dan mual dan ngidam juga berbeda" ucap Kevin.


" Istriku yang sekarang tidak mrngalami mual. Tetapi dia baik - baik saja bukan?" tanya Kevin.


" Selama kakak ipar tidak mengeluh berati Fine aja bukan?" tanya Kevin balik.


" Baiklah, kalau sudah tidak ada yang di tanyakan lagi. Aku pamit pulang. Aruni juga sudah membaik" ucap Kevin lemas.


" Kamu tidak memeriksa aku?" tanya Ayden.


" Tidak perlu bang... istirahatlah. Aku akan meminta mbak menyiapkan jahe hangat" ucap Kevin.


" Ahh baiklah Vin. Thank's" ucap Ayden.


" Ya... sama - sama... istirahatlah" pesan Kevin.


Kevin kemudian keluar dari kamar Ayden. Dia kemudian memberi tahu dan meminta mbak membuatkan jahe hangat untuk tuannya yang sedang mabok ngidam.


" Mbak, tolong buatkan jahe hangat. Antar ke kamar tuan kalian itu" pinta Kevin.


" Loh Pak dokter, Tuan sakit apa?" tanya Mbak.


" Ngidam. Yang hamil istrinya dia yang merasakan mual dan muntahnya" jelas Kevin.


" Oo begitu.. biasanya dekat dengan yang hamil, rasa mual itu bakal berkurang tuan dokter" ucap Mbak.


" Dulu suaminya begitu mbak?" tanya Kevin.


" Iya pak dokter. Ya sudah saya akan antar minumannya. Ini sudah jadi. Permisi pak dokter" ucap Mbak.


" Ya" jawab Kevin singkat.


Ayden kini menunggu jahe hangat seperti yang diceritakan oleh Kevin. Dan akhirnya mbak sudah mengantarkan sampai kamarnya. Ayden hanya memainkan ponselnya dan dia membuat status di aplikasi Waapnya.


" 🤕🥶"

__ADS_1


Hanya begitulah kiranya dia membuat status. Entah kenapa dia menjadi lebay begini. Dan seperti rasanya ingin selalu diperhatikan oleh banyak orang.


Rayina yang akan segera menuju ruang pertemuan denga X - One corps membuka ponselnya. Dia melihat status suaminya.


" Mas sakit?? sepertinya tadi pagi dia baik - baik saja. Apakah terjadi sesuatu dengannya?" batin Rayina.


Tiba - tiba tangan mungil mendarat di bahunya dan menepuk pelan.


" Kakak" tegur Liona.


" Eh.. iya" ucap Rayina.


" Ayo.. Are you ready?" tanya Liona.


" Abangmu sakit Liona. Lihatlah statusnya" ucap Rayina.


Liona kemudian membuka ponselnya dan melihat apakah yang di katakan Rayina benar adanya.


" Isshhh.. kenapa sekarang dia menjadi lebay begini. Dulu saja tidak begini " ucap Liona.


" Ah... aku coba kirim pesan saja. Setelah semua selesai aku akan segera pulang" ucap Rayina.


" Ah.. itu ide yang bagus kak" timpal Liona.


Menunggu balasan.


☎️ *hubby call


" Assalamualaikum, Ya sayang... are you okay? apa yang mas rasakan? Ya sudah mas istirahat dulu. Nanti setelah pertemuan dengan X-one corps aku akan segera pulang. Love you mas*"


Begitulah kiranya telepon singkat antara suami istri. Rayina sedikit khawatir dengan suaminya. Tetapi dia merasa sudah memberikan makanan bergizi. Jadi dia tidak melakukan kesalahan dalam memberikan makanan.


" Abang kenapa kak?" tanya Liona santai.


" Mual, muntah, lemas" jawab Rayina.


" Oh.. masuk angin mungkin?" tanya Liona kembali.


" Mungkin, tapi di rumah ada Kevin. Ada Mama juga. Aku memang sedikit khawatir. Tapi masih ada yang menjaga" terang Rayina.


" Ya sudah. Ayo kak... " ajak Liona.


Ternyata asisten CEO X- One corps sudah berada di ruangan pertemuan. Rayina hanya masih mengamati dan hanya tersenyum menyapa. Pak Jo yang lebih dulu diruangan itu segera memberikan tempat kepada Rayina.

__ADS_1


" Pak Jo, apakah ada yang lainnyayang belum hadir?" bisik Rayina.


" Sepertinya sudah bos" ucap Pak Jo.


Ya begitulah Pak Jo, jika berada di depan klien dia memanggil Rayina dengan sebutan bos. Jika sudah tidak, dia memanggil nyonya. Dan jika diluar jam kerja dia akan memanggil nak. Ya begitulah sesuai keinginannya.


Rayina memberikan kode kepada Liona. Liona yang sudah tau dengan kode yang sudah diberikan segera melakukan aksinya.


Liona segera meretas semua ponsel dan semua data yang ada di ruangan ini tanpa terkecuali. Dan ada satu database yang tida bisa dia retas. Liona sedikit kaget, ternyata Mr. X.


" Kakak, Xano ada disini dan databasenya tak bisa aku retas" ucap Liona.


" Transfer ke ponselku" pinta Rayina.


Liona segera mentransfer semua file data yang sudah ia retas. Dan dua juga segera mengunci semua data akses milik pribadi ataupun perusahaan. Agar tidak bisa diakses pihak lainnya.


" Bos bisa dimulai sekarang" tanya Pak Jo.


" Boleh, silahkan dibuka Pak Jo" jawab Rayina.


Pak Jo kemudian membuka pertemuan dan menyambut kedatangan rekan baru dari perusahaan X - One corps. Semua berjalan lancar. Mulai dari perkenalan dan tujuan pertemuannya dari X - One corps. Sementara Rayina dengan gampangnya meretas semua data dan akun ponsel maupun data base dari Xano.


" Maaf, saya di sini sebagai CEO dari X - One corps. Bolehkah saya berkenalan dengan CEO perusahaan ini?" tanya Xano.


" Maaf Tuan. Apakah itu sangat penting? Dan apakah tidak bisa diwakilkan?" tanya Pak Jo.


" Maaf Mr. Jo, saya ingin berkenalan dengan Nona itu" Ucap Xano dengan menunjuk Rayina.


Rayina hanya memberikan kode satu tanga dan Pak Jo mengerti maksudnya.


" Apakah anda manajer diperusahaan ini?" tanya Xano.


" Perkenalkan saya Rayina Salsabilla. Saya CEO dari PT. Rayiden. Dan anda sudah melihat sendiri bukan CEO perusahaan ini?" ucap Rayina dengan tersenyum ramah.


" Ah... senyum itu.. senyum itu.. dimana aku pernah melihatnya? Kenapa saat dia mengenalkan dirinya jantungku berdebar sangat kencang" batin Xano.


" Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan. Dan ada lagi yang akan dibahas mengenai diri saya?" tanya Rayina.


" Okay, thank's. Saya disini hanya akan menawarkan kerja sama dalam bidangyang kita geluti yaitu properti. Seperti yang sudah diketahui. Tanah di daerah O sangat menggiurkan untuk kita bangun sebuah real estate dengan berbagai fasilitas pendukung. Kita akan mendapatkan keuntungan yang fantastis. Mengingat view yang akan didapatkan juga sangat bagus dan sangat menguntungkan. Bagaimana menurut anda?" tawar Xano.


" Hmm.. begitukah? Apakah andabyakin dengan penawaran ini? Apakah anda tidak mengajak klien perusahaan lain yang lebih kompeten dan mumpuni. Mengingat perusahaan kami hanya peringkat tiga di negara ini. Apakah tidak akan rugi jika perusahaan kami hanya menopang sedikit saja. Misal saham 10%?" tanya Rayina meyakinkan.


Pak Jo tidak menyangka, orangvyang katanya tidak berpengalaman daalm dunia bisnis kenapa sangat pandai sekali bernegosiasi? Ada apa lagi dalam dirinya yang ditutupi. Liona hanya tersenyum senang mendengar penuturan dari Rayina.

__ADS_1


__ADS_2