
" Apa maksud kamu sayang?" tanya Ayden penasaran.
" Mas tidak mengingatnya? Beberapa waktu yang lalu bukankah Rizky memintaku untuk mendekatkannya kepada Liona. Mas juga tahu bukan, Rizky bagaimana duku terhadapku?" ucap Rayina menerangkan.
Seketika ingatan yang dulu sebelum mereka menikah terlintas dalam benak keduanya. Mereka saling pandang dan saling mengangguk.
" Sayang, aku takut " ucap Rayina.
" Jangan takut. Aku akan mencari informasinya. Dan juga Devran sudah menyuruh orang - orangnya bukan?" ucap Ayden menenangkan.
" Sebentar sayang" ucap Ayeen kembali.
Ayden kemudian mengutak - atik ponselnya dan segera mendial nomor yang dia tuju.
" Assalamualaikum, Om.. " ucap Ayden.
Hati Rayina mulai gusar ketika diseberang sana yang ditelepo suaminya adalah Om Rony.
" Waalaikumsalam boy. Bagaimana?" jawab Om Rony.
" Om, saya hanya memastikan. Apakah Liona sudah berada dalam genggaman Om? " tanya Ayden.
" Belum boy. Orang - orangku sedang menuju kesana dan belum melaporkan semuanya kepadaku. Bagaimana? Apa ada masalah lainnya?" tanya om Rony.
" Ahhhh shiiitttt!!!!" umpat Ayden.
" Boy??? ada masalah??" tanya Om Rony.
" Om, Liona sudah diculik orang. Awalnya aku pikir orang - orang suruhan Om. Dan tadi istriku sempat menceritakan bahwa ada seseorang yang suka dengan Liona dan ingin dekat dengannya. Orang itu meminta istriku untuk mendekatkannya. Tapi istriku sudah menolaknya" terang Ayden.
" Apakah istrimu mengenalnya boy?" tanya Om Rony.
" Yes, Of course Om. Dan aku juga sudah mengenalnya. Bahkan aku dulu menjadi rivalnya saat akan mendapatkan Rayina" terang Ayden.
" Baiklah boy. Semua aku serahkan kepadamu. Pakailah orangku jika kamu butuhkan. Dan aku mau Liona segera kembali kedalam pelukanku secepatnya. Okay boy?" pinta Om Rony.
" Insyaallah Om. Akan aku usahakan. Ya sudah Om. Aku akan segera mencarinya. Assalamualaikum " tutup Ayden.
" Waalaikumsalam warrahmatullah " jawab Om Rony.
Sembari mendengarkan percakapan itu Rayina sudah melacak keberadaan Liona. Ternyata ponsel mereka saling terhubung karena koneksi sebelumnya.
" Mas, ketemu" ucap Rayina.
__ADS_1
" Ayo mas kita kesana. Kerahkan semua orang - orang kita. Jika perlu beri lapisan pengaman" pinta Rayina.
" Ayo" jawab Ayden singkat.
Mereka segera bergegas ke garasi bawah tanah. Mereka memilih mobil sport dengan kecepatam diatas rata - rata. Mobil dengan design simple tetapi memilili performa yang sangat baik.
Bahkan mobil itu dimodifikasi dengan sangat sempurna. Memiliki kualitas kecepatan diatas rata - rata. Dengan seluruh body mobil dilapisi baja.
Dilapisi baja dengan tujuan, jika ada penembak yang menembaki mobilnya tidak akan menembus sampai dalam. Bahkan mobilnya mempunyai sensor bahaya.
Ketika bahaya mengancam, mobil itu akan menghindar dengan sendirinya. Seperti memiliki nyawa tersendiri.
Mereka seger melajukan mobil itu seperti orang gila. Rayina sudah siap dengan alat dan pakaian tempurnya. Tentu saja perlengkapan perlindunga terhadap perutnya. Untuk menjaga apapun yang akan terjadi sewaktu - waktu.
" Mas, mereka berads di gudang tua. Sepertinya ini dekat dengan bandara tempt mas bekerja" terang Rayina.
Ayden segera menginformasikan kepada seluruh anak buahnya.
" Bersiap di gedung tua. Gudang belakang bandara. Hati - hati ada beberapa ranjau yang dipasang. Gunakan alat sadap ranjau kalian" terang Ayden.
" Mas sudah tahu ada ranjau?" tanya Rayina penasaran.
" Ya. memang digunakan oleh pihak bandara untuk melindungi dari tangan - tangan jahil yang mendekat. Agar tidak mencuri beberapa besi dan perlengkapan pesawat disana sayang" terang Ayden.
" Dan bagaimana kamu bisa melacak keberadaan Liona?" tanya Ayden yang masih penasaran.
" Maksud kamu?" tanya Ayden penasaran.
" Mas tahu sendiri bukan? Dia sama sepertiku. Wanita kuat dan tangguh. Dan dia mempunyai banyak sekali akal bukus. Hihi. Tapi jika posisi dia tidak sadar. Aku takut dia ..." ucap Rayina menggantung.
" Berdoa saja sayang. Semoga semua masih dalam lindunganNya" jawab Ayden.
" Sayang bersiaplah, pakai baju pelindungmu dan jangan lupa senjata !! kita turun!!" perintah Ayden.
" Hm" jawab Rayina singkat.
Mereka segera keluar dari mobil. Mobil sengaja parkir agak jauh dan tidak terjangku dari gudang tua. Ayden sudah memahami tata letak daerah tersebut, sehi ngga dia dengan mudah untuk bersembunyi dari jangkauan lawan.
" Hati - hati mas. Jangan gegabah!" sergah Rayina.
" Hm... Jaga diri masing - masing" jawab Ayden.
Mereka segera menuju gudang tua bersama. Ayden dan Rayina saling beriringan mengintai keadaan dan mendekat ke arah lokasi.
__ADS_1
Dorrrr
Terdengar ledakan yang sangat memekakkan telinga Rayina dan Ayden. Seketika Rayina melotot tanda kaget akan ledakan tersebut. Diraihnya tangan Ayden untuk menghentikan langkahnya.
" Mas !!! Kamu mendengarnya?" tanya Rayina berbisik.
" Ya sayang. Ayo segera mendekat!" pinta Ayden.
" Ya" jawab Rayina tegas.
Keringat sudah bercucuran di dahi Rayina. Dia merasa tegang dan sangat was - was.
" *Apa yang terjadi di dalam ya? Semoga singa kecilku tidak kenapa - napa. Liona... bertahanlah. Kakak segera datang membantumu" batin Rayina.
" Ohhh.. God ! Lindungilah Liona. Semoga tidak terjadi apapun kepadanya. Dan londungilah kami " batin Ayden*.
Rayina segera melihat pergerakan anak buahnya. Ternyata mereka cukup sigap dalam menangani hal ini. Bahkan semua sudah siaga m3ngepung gudang tua.
Dari seluruh penjuru tempat sudahbersiap seluruh anak buahnya. Bahkan dari atas gedung nampak pula anak buah yang mempersiapkan semuanya.
" Kita kepung !! Aku akan masuk terlebih dahulu " perintah Rayina.
" Tapi .." ucap Ayden yang langsung di sambar Rayina.
" Jika aku menekan tombol merah. Maka kalian siap menyerang. Dan jika aku menekan tombol hijau. Kalian bersiap siaga" terang Rayina.
Rayina sengaja menumbalkan dirinya untuk pertama kalinya. Dia akan melihat siapa yang menculik Liona. Apakah Rizky atau Xano. Dugaannya mengarah ke Rizky.
Rayina perlahan melangkah maju. Disana sudah ada dua anak buah lawan yang berjaga. Rayina berpura - pura tersesat mencari toilet.
" Ah... aku salah arah rupanya" ucap Rayina sedikit keras.
Anak buah lawan segera menoleh ke arah sumber suara.
" Ah.. kenapa ada orang !! kau ceroboh tidak memeriksanya tadi !!" salah seorang anak buah menyalahkan yang lain.
" Tidak !! aku tadi sudah memeriksanya. Ayo kita lihat !!" ajak yang satunya.
Mereka segera melihat Rayina yang pura - tersesat.
" Ah... wanita rupanya!! Kenapa kau kemari hei wanita ??" hardik anak buah A.
" Maaf tuan saya salah arah. Tadi saya mencari toilet ketika berada di ujung jalan itu. Aku pikir itu rumah seorang warga. Tetapi ternyata saya salah" jawab Rayina santai.
__ADS_1
" Hmmm.. tersesat ya? Kamu cantik juga !! Bray, kita bisa bawa kemarkas !! Bos sepertinya haus akan wanita bukan. Lojat saja, kulitnya sangat putih bersih dan mulus !! Ha ha ha " oceh anak buah B.
" Ide bagus !! Ayo cepat !! Kita bisa dapat bonus lebih ini pastinya" jawab anak buah A.