Pilot Vs Teacher

Pilot Vs Teacher
111.


__ADS_3

" Wait... wait sayang" sergah Ayden.


" Apa mas?" tanya Rayina.


" Coba balik lagi ke awal " pinta Ayden.


Rayina kemudian mereplay dari awal. Ayden memperhatikan dengan sangat teliti. Matanya seolah memaksanya untuk tetap tak berkedip. Dan ternyata sesuai dengan penglihatannya. Sebuah video yang sangat menarik buatnya.


" Coba play yang itu sayang" pinta Ayden.


Rayina kemudian mulai memutar video itu. Ayden sangat penasaran apa isi video tersebut. Ayden dengan seksama menyimak semua adegan yang diperankan sangat epik. Membuatnya semakin penasaran dengan adegan tersebut.


Papa dan Mama tak kalah tertariknya dengan hal itu. Mereka semua saling pandang dan mengernyit. Ini adalah sebuah kejutan lagi dari menantunya.


Setelah video selesai di putar dan Rayina segera membuka menu awal. Rayina kemudian akan memilih video yang sudah dikirimkan oleh Liona.


" Wait...jelaskan sama mas tentang video itu!" pinta Ayden.


" Lah... kan sudah jelas mas. Mas juga sudah melihatnya sendiri bukan?" jawab Rayina.


" Bagaimana dengan keberanianmu untuk menolak kerja sama yang sangat menggiurkan itu? Apa yang ada di dalam pikiran kamu sehingga dengan mudahnya menolak. Dan satu lagi, apa yang aka kamu lakukan? Apa rencana kalian sebenarnya?" tanya Ayden memberondong.


" Mas..." keluh Rayina.


" Okay mas. kalau memang ini adalah sebuah kesalahan aku minta maaf. Dan jika tindakanku salah aku juga minta maaf. Dan lagi, jika aku tak diijinkan ke kantorpun aku tidak akan melanggar itu. Maaf jika semua yang aku lakukan salah dimatamu mas..." ucap Rayina penuh dengan penyesalan.

__ADS_1


Wajah nan ceria bak pelangi menghiasi bumi, kini bagai awan mendung menggelayuti. Netra indahnya sudah mulai berkaca - kaca. Air mata yang ditahannya kini tumpah begitu saja tanpa malunya.


" Sayang... hey... why you cry?" tanya Ayden lembut.


Rayina hanya menggeleng dan menunduk. Dia sangat takut akan kesalahan yang dia buat tanpa sengaja. Sebenarnya dia bisa langsung menjawab. Tanpa harus ada melow drama yang terjadi. Entah kenapa saat kehamilannya membuat dia menjadi lebih sensitif.


" Hey... ohh... sayang..." ucap Ayden dengan memeluk erat.


" Kenapa?? Janga menangis... " pinta Ayden.


" Dimana tadi perkataannya yang sangat keras dan menggelegar? Kenapa sekarang bisa selembut kapas begitu. Apa dia salah makan obat atau makan apa yang membuat pikirannya berubah cepat?" batin Rayina.


" Maaf mas" hanya itu yang Rayina katakan.


" Mas, tidak marah sayang.. Mas hanya menanyakan. Tolong berikan mas penjelasan yang detil. Kenapa ada Xano menawarkan bisnis. Dan kenapa kamu menolaknya. Hanya itu tidak lebih. Mas yakin kamu dan Liona mempunyai rencana yang begitu keren. Tetapi kamu melupakan mas. Mas tidak di kasih peran juga?" ucap Ayden.


" Oh... sorry sayang... explain to me okay?" ucap Ayden dengan memeluk istrinya.


Papa dan Mama hanya menyaksikan perdebatan itu. Sebenarnya mereka juga menunggu penjelasan dari menantunya. Mereka juga penasaran sebenarnya yang terjadi seperti apa.


" Mas, tadi berjalan sesuai rencana. Aku tidak mengenalkan diriku di kantor. Hanya orang - orang tertentu yang diberitahu oleh Pak Jo" ucap Rayina.


" Kenapa kamu tidak mengenalkan secara langsung sayang? Itu akan membuatmu semakin kuat berada di perusahaan. Jika kamu belum mengenalkan diri sebagai CEO, jika kamu masuk kantor ada orang bertemu denganmu mereka tidak akan menyapamu" terang Ayden.


" Tidak apa mas. Itu memang tujuanku. Dan aku bukan orang yang terlalu penting mendapatkan sapaan. Aku juga tidak perlu mengurusi apa pekerjaan mereka. Toh aku yakin mereka sudah dalam tempaan Devran dengan baik. Bekerja dengan baik dan menghasilkan yang baik pula" jawab Rayina.

__ADS_1


" Oh... my wife.. muaach" ucap Ayden dengan menyimpan rasa bangganya.


" Lanjutkan sayang" ucap Papa.


" Ya Pa, tadi kami bekerja seperti pada umumnya. Hal yang pertama kami tanyakan kepada Pak Jo adalah adanya jadwal temu janji. Kemudian laporan semua staf dan divisi. Lanjut lagi laporan mengenai bisnis dan perkembangannya. Saat aku mengecek semuanya dan aku menyuruh Liona mengecek bagian keuangan. Jujur saja dalam berbisnis yang utama adalah bagian keuangan. Untung rugi, pengeluaran dan pendapatan dan masih banyak lagi bab keuangan yang digunakan" terang Rayina.


" Ternyata Liona mendapatkan bagian janggal sebuah data dalam penyadapannya. Liona menemui kejanggalan dalam keuangan. Ada beberapa dana yang tidak sesuai dengan sebagaimana mestinya. So, aku meminta Liona mengsusut tuntas dalam kejanggalan itu. Sebenarnya Pak Jo sudah curiga dalam bagian keuanha. Tapi Devran belum sempat menyelidikinya" terang Rayina.


" Devran mungkin mengira hanya sedikit dan masih bisa di perbaiki dan tidak timpang di perusahaan" terang Rayina.


Semua yang ada diruangan hanya manggut - manggut membenarkan penjelasan dari Rayina.


" Tapi mas, menurutku dari sedikit - sedikit lama - lama menjadi bukit. Dan itu hanya menunggu bom waktu yang sewaktu - waktu akan meledak. Selanjutnya Liona sudah menangkap tersangka pembuat kegaduhan dalam keuangan. Dan Pak Jo membereskan semuanya" terang Rayina.


" Hari ini juga aku tidak mengetahui akan adanya pertemuan dengan Xano. X-One corps. Aku juga hanya mendapatkan pekerjaan itu sesuai jadwal yang sudah disusun oleh Pak Jo" ucap Rayina.


" Dan saat kami sudah berada dalam forum pertemuan itu, X- One corps mengajukan bisnis properti pembuatan real estate yang akan dibangun di wilayah O. Sedangkan kita tahu wilayah itu kana dan kirinya adalah hutan lindung. Bayangkan saja jika terjadi pembanguna real estate apa yang akan terjadi dengan ekosistemnya? Apakah kelanjutan kehidupan kedepan bisa dijamin? Apakah pemerintah akan menyetujui. Itu tindakan ilegal bukan? Merusak tatanan dan perundangan yang sudah ada. Aku mau kita berbisnis yang legal mas. Agar semua yang kita dapatkan dapat keberkahan dari Allah. Jangan berpikor hanya mendapatkan keuntungan saja yang dipikirkan" terang Rayina.


" Jadi kamu langsung menolaknya sayang?" tanya Ayden.


" Awalnya aku buat mereka bahagia, selanjutnya aku jatuhkan dengan sangat jatuh. Mereka aku tawari dengan penanaman saham yang hanya 10%. Tetapi karena ini bisnis antara perusahaan kita dan X -One corps jadi, mereka mengatakan masing - masing saham 50 %. Dan kata mereka akan mendapatkan keuntungan 200% yang artinya akan dibagi dua sama rata. Perusahaan kita akan mendapatkan 100 %. Sangat menggiurkan bukan?" ucap Rayina.


" Tapi mereka tidak melihat dampak jangka panjang.Bisa saja ekosistem rusak, banjir, tanah gundul. Mengingat daerah itu juga dibawah gunung. Aku tidak mau mas, selanjutnya akan menjadi masalah bahkan bencana dikemudian hari" terang Rayina.


" Okay. Mas setuju. Lalu apa tanggapan Xano mengenai ini?" tanya Ayden.

__ADS_1


" Dia... hanya diam. Dan setiap dia akan menyanggahnya selalu aku timpali dengan pertanyaan dan pernyataan yang memberatkannya. Dan entah kenapa dia tidak berkata kasar atau apapun Dan.... ada satu lagi mas yang sangat mengejutkan....." terang Rayina dengan berbisik.


" What????" pekik Ayden.


__ADS_2