Rahael

Rahael
BAB 44 . KEYAKINAN RAHAEL


__ADS_3

Setelah dua hari Bapak dan Ibu di rumah membuat Rahael sedikit mempunyai waktu


senggang, dua bayi Twins yang selalu jadi rebutan.


"Ra ... yang mana Rayhan?" tanya Ibu yang bingung karena kemiripan satu sama lainnya.


Rayhan merupakan kakak bagi Rahan karena lahir lebih dulu dan Rahan yang lahir terakhir kami menyebutnya adik.


Mungkin jika di lihat sekilas mereka tak dapat di bedakan.


"Ini Rayhan Bu yang memiliki tahi lalat di pipi dan rambutnya sedikit ikal."


"Rahan yang ini memiliki rambut lurus dan tak ada tahi lalatnya, jelas Rahael pada kedua orang tua kami.


Kedua orang tua kami manggut-manggut sembari tersenyum.


Bu Rahayu lebih detail melihat dua cucu kembarnya, wajahnya merengut sesaat kemudian tersenyum.


"Rahael, semoga hingga besar rambut Rayhan nggak berubah supaya kami para Nenek nggak bingung sembari kembali tersenyum."


Setelah menimang bayi Twins dan tertidur duo Nenek meletakkan mereka dalam box masing-masing.


Saat itu Galang sedang duduk dengan Bapak,

__ADS_1


yang baru saja selesai membantu karyawan di bawah.


"Rahael ... panggil Bu Rahayu selang kemudian Galang melihat Ibu juga ikut duduk.


Galang dan Bapak saling pandang dan hanya menunggu dan melihat istrinya itu duduk berhadapan dengan kedua ibu.


"Rahael ... sebenarnya berat ibu bicara begini


tapi, semua terserah pada Rahael."


Ibu menjeda sejenak ucapannya.


"Apa sebaiknya kamu dan Galang kembali saja ke kota M, Ibu tahu di sini kamu dan Galang baik-baik saja. Tetapi ... semua kembali diam."


Galang tahu ini adalah alasan Ibu saja beberapa saat tadi, Galang melihat Ibu merengutkan wajahnya. Muncul kekhawatiran yang amat besar. Mungkin kekhawatiran takut kehilangan cucu-cucunya yang selama ini sudah mencuri hatinya.


Galang dan Bapak saling memandang. Ada perasaan bersalah saat ini karena belum menjelaskan semuannya pada mereka.


Belum hilang rasa terkejut Galang.


"Bu ... jangan khawatir, Rahael sangat percaya pada Mas Galang dan Rahael yakin. Mas bisa melindungi Rahael dan dua bayi Twin Rahael ini."


"Rahael, tahu ibu khawatir akan Bapak biologisnya bayi Twin kan?"

__ADS_1


Seketika Galang melirik wajah Rahael yang berubah menjadi dingin dan datar.


"Bu ... saat ini Rahael tak sendiri, apa lagi ada suami Rahael yang siap membantu dan menguatkan Rahael terlebih dua bayi Twin ini."


"Rahael yakin Mas Galang tak akan diam jika ada yang berani mengusik dua jagoan Rahael ini."


Melihat Rahael tersenyum.


"Bu di mana pun Mas Galang tinggal di situ pun Rahael akan di sisinya dan tinggal, karena dia suami Rahael dan Bapak dari dua jagoan Rahael ini."


Buih ... seketika wajah Galang merona, seperti mendapat hembusan angin yang bisa membuat hatinya sejuk dan hangat serta rasa bunga di hati Galang.


Bapak tersenyum melihat ke terkejutan Galang dan menepuk pundak Galang.


"Bahagiakan dia dan jaga mereka dengan baik, karena Rahael saat ini sudah memilihmu dan percaya sepenuhnya padamu Galang. Jangan coba-coba untuk menyakitinya, jika itu terjadi Bapak orang pertama yang harus kau hadapi," ucap Bapak menasehati.


Sesaat Galang melihat ke arah Bapak, kemudian merangkul dengan erat.


"Terima kasih Pak, Galang akan berusaha dan terima kasih Bapak tak pernah keliru menjodohkan Galang dan Rahael."


Mendengar ucapan Rahael Ibu tersenyum dan merangkul Rahael.


Ternyata kau sudah dewasa dan paham statusmu sebagai istri dan ibu Rahael," ucap Bu Rahayu.

__ADS_1


Melihat sekilas Bu Rahayu menitikkan air mata. Ada rasa haru dalam hati Galang.


__ADS_2