
Bapak hanya menghela nafas kasarnya sebelum menjawab .
" Ada apa Lang ? tanya ibu lagi ."
" Pak Panji bu , kenapa Lang ?" kecelakaan bu."
" kita kesini di minta pihak polisi untuk datang ."
" Kenapa kita Lang ? " saya juga tidak tahu bu ", ucap ku .
Ya , jalan yang ku lalui masih nampak kaca berserakan dan ada beberapa timbunan tanah untuk menutupi sesuatu , sesaat hatiku bergidik ngeri tak bisa membayang kan apa yang terjadi .
Setelah sampai di kantor polisi kami di sarankan untuk kebagian khusus kecelakaan
di sana nampak seorang telah menunggu .
" Maaf jika kami terlambat" , ucap ku .
" Perkenalakan saya pengacara pak panji ucapnya sembari menjabat tangan kami satu persatu .
" Silakan duduk , maaf jika kami menghubungi anda ."
"Dan setelah kami menyelidiki log panggilan yang terakhir di gunakan , ternyata benar itu log panggilan anda dan itupun sesuai dengan ucapan pak panji ."
"Saat ini memang saya belum bisa menghubungi orang lain selain anda terus bagaimana keadaan korban pak ? tanya ibu .
__ADS_1
" Maaf saat ini mereka ada di RS terdekat jika memungkinkan bisa di pindahkan .
"Oh.. ya ini barang barang pak panji yang berhasil kami kumpulkan dan saya sudah mengkonfirmasi kepada pak panji serta surat kuasanya jadi barang barang ini bisa saya berikan kepada anda ."
"Jangan khawatir semua sudah di urus sama pengacaranya pak panji ", ucap pak polisi .
"Kemarin setelah beberapa jam pak panji siuman meminta kami untuk menghubungi bapak ini ."
Tak berapa lama menyerahkan kotak besar
kepada kami .
Ibu masih duduk termenung menatap kotak itu seraya berguman , "mengapa mesti kami !" ucapnya dalam hati .
"Mari silakan saya antar untuk melihat kondisi mobilnya ."
" Maaf , ini kondisi mobilnya bu ."
Aku seketika bergidik melihat keadaan mobilnya , rusak parah seperti ini lalu
bagaimana dengan keadaan mereka .
Madih dengan terkejutku tak urung bapak akhirnya menanyakan juga , kronologis kejadiannya .
" Bagaimana kejadian kecelakaannya pak ?"
__ADS_1
Sesaat bapak polisi diam dan menatap kami sembari menggelengkan kepalanya .
"Beradu dengan truk tronton dan di belakang beberapa sepeda , memang kalau di lihat dari bodi depannya yang ringsek , kemungkinan mobilnya melaju dengan sedikit kencang " , jelas bapak polisi ."
Setelah beberapa saat bapak polisi bercerita
"Menurut saya , biar semua barang pak panji di kantor polisi dulu sebagai bukti dan bila sewaktu waktundi butuhkan untuk penyelidikan selanjutnya " , ucap bapak yang tak mau mengambil resiko .
Bapak polisi menatap kami dengan sedikit tersenyum " semuanya sudah beres pak , karena melalui pengacaranya pak panji yang meminta kami untuk menyerahkan kepada saudara Galang ."
Bapak akhirnya menganguk , " terimakasih pak atas kerjasamanya ", ucap pak polisi sembari menjabat tangan kami satu persatu .
"Maaf pak untuk mobil sebaiknya di sini dulu ucap bapak biar nanti pak pengacara yang mengaturnya ."
Dengan di antar pengacara akhirnya kami menuju RS yang di maksud, " maaf kami belum memindahkan keluarga pak Panji , karena menunggu keputusan dari pak panji dan persetujuan ibu , katanya sih pingin deket sama cucu " , ucap pak pengacara .
Kening ibu sedikit berkerut , " ya...nanti akan saya bicarakan dulu sama anak dan menantu saya" , sekilas menoleh ke bapak .
Tak berapa lama kami akhirnya sampai di Rs yang di maksud
Memasuki beberapa koridor akhirnya kami sampai di pavilun yang cukup besar .
Begitu pintu di buka terlihat panji dan bu Widia tapi tak nampak Mawan dan silvi , saat aku pindai seluruh ruangan nampak ada dua orang yang terbaring di sisi dinding lain yang tersekat dengan dinding kaca .
Saat masuk ku lihat mereka tidur dengan kondisi yang lumayan parah dengan berbagai luka lecet dan lebam .
__ADS_1
Aku segera bergegas melihat silvi dan Mawan
Ya ...Allah kaki silvi di gips dan banyak luka lecet sana sini dan beberapa luka di tangannya mungkin kena pecahan kaca sedang kan Mawan kini keadaannya hampir sama dengan silvi tapi keadaanya lebih parah lagi dan ada beberapa selang yang menempel dan wajahnya sedikit bengkak .