Rahael

Rahael
Bab 76. tragis


__ADS_3

Bab76. Tragis


Bapak hanya menghela napas kasarnya, sebelum menjawab.


"Ada apa Lang?" tanya ibu lagi."


"Pak Panji Bu. Kenapa Lang?" tanya Ibu mertua bingung.


"Kecelakaan Bu, kita di minta datang oleh pihak Kepolisian," tutur Galang pelan.


"Kenapa kita Lang?" tanya Ibu mertua heran.


"Saya juga tidak tahu Bu," jawab Galang lagi.


Perjalanan yang cukup jauh, hingga mobil mereka tiba di jalur yang begitu madih terlihat pecahan kaca yang berserakan, sejenak Galang menghela napasnya.


Jalan yang Galang lalui masih nampak kaca berserakan dan ada beberapa timbunan tanah untuk menutupi sesuatu, sesaat hati Galang bergidik ngeri tak bisa membayang kan apa yang terjadi.


Setelah sampai di kantor polisi kami di sarankan untuk kebagian khusus kecelakaan


di sana nampak seorang telah menunggu.


"Maaf jika kami terlambat," ucap Galang dan Bapak hampir bersamaan.


"Perkenalakan saya pengacara Pak Panji," ucap Laki-laki ini sembari menjabat tangan kami satu persatu.


"Silakan duduk, maaf jika kami menghubungi anda."

__ADS_1


"Setelah kami menyelidiki log panggilan yang terakhir di gunakan, ternyata benar itu log panggilan anda dan itupun sesuai dengan ucapan Pak Panji."


"Saat ini memang saya belum bisa menghubungi orang lain selain anda," jelas laki-laki ini.


"Terus, bagaimana keadaan korban Pak?" tanya Ibu mertua.


"Maaf. Saat ini mereka ada di RS terdekat, jika memungkinkan bisa di pindahkan," ujar Laki-laki ini seakan memberi harapan.


"Oh.Ya, ini barang-barang Pak Panji yang berhasil kami kumpulkan dan saya sudah mengkonfirmasi kepada Pak Panji serta surat kuasanya jadi barang-barang ini bisa saya berikan kepada anda," jelas laki-laki ini.


"Jangan khawatir semua sudah di urus sama pengacaranya Pak Panji," ucap Pak Polisi.


"Kemarin, setelah beberapa jam Pak Panji siuman meminta kami untuk menghubungi bapak ini," ujar Pak Polisi dan tak berapa lama menyerahkan kotak besar kepada kami.


Ibu masih duduk termenung menatap kotak itu seraya berguman, "mengapa mesti kami!" guman Ibu mertua lirih.


Galang mengikuti langkah Bapak Polisi begitu juga dengan Bapak sementara Ibu mertua berjalan agak sedikit ke bekakang.


"Maaf, ini kondisi mobilnya Bu!"


Galang seketika bergidik melihat keadaan mobilnya, "rusak parah seperti ini. Lalu


bagaimana dengan keadaan mereka?" tanya Galang lirih.


Masih dengan terkejut, Galang tak urung menanyakan juga kronologis kejadiannya .


" Bagaimana kejadian kecelakaannya Pak ?"

__ADS_1


Sesaat Bapak Polisi diam dan menatap kami sembari menggelengkan kepalanya.


"Beradu dengan truk tronton dan di belakang beberapa sepeda, memang kalau di lihat dari bodi depannya yang ringsek, kemungkinan mobilnya melaju dengan sedikit kencang," jelas Bapak Polisi.


Setelah beberapa saat Bapak polisi bercerita


"Menurut saya, biar semua barang Pak Panji berada di kantor polisi dulu sebagai bukti dan bila sewaktu-waktu di butuhkan untuk penyelidikan selanjutnya," ucap Bapak memutuskan dan tak mau mengambil resiko.


Bapak polisi menatap kami dengan sedikit tersenyum, "semuanya sudah beres Pak, karena melalui pengacaranya Pak Panji yang meminta kami untuk menyerahkan kepada saudara Galang."


Bapak akhirnya menganguk, "terima kasih Pak atas kerjasamanya," ucap Pak Polisi sembari menjabat tangan kami satu persatu.


"Maaf pak, untuk mobil sebaiknya di sini dulu, biar nanti pak pengacara yang mengaturnya."


Dengan di antar pengacara akhirnya kami menuju RS yang di maksud, "maaf kami belum memindahkan keluarga Pak Panji , karena menunggu keputusan dari Pak Panji dan persetujuan ibu, katanya sih pingin deket sama cucu," ucap pak pengacara


Kening ibu sedikit berkerut," Ya, nanti akan saya bicarakan dulu sama anak dan menantu saya," ujar Ibu mertua sekilas menoleh ke Bapak.


Tak berapa lama kami akhirnya sampai di Rs yang di maksud, memasuki beberapa koridor akhirnya kami sampai di pavilun yang cukup besar .


Begitu pintu di buka terlihat panji dan bu Widia tapi tak nampak Mawan dan silvi , saat aku pindai seluruh ruangan nampak ada dua orang yang terbaring di sisi dinding lain yang tersekat dengan dinding kaca .


Saat masuk ku lihat mereka tidur dengan kondisi yang lumayan parah dengan berbagai luka lecet dan lebam .


Aku segera bergegas melihat silvi dan Mawan


Ya ...Allah kaki silvi di gips dan banyak luka lecet sana sini dan beberapa luka di tangannya mungkin kena pecahan kaca sedang kan Mawan kini keadaannya hampir sama dengan silvi tapi keadaanya lebih parah lagi dan ada beberapa selang yang menempel dan wajahnya sedikit bengkak .

__ADS_1


__ADS_2