Rahael

Rahael
BAB 108 . PERSIAPAN PULANG


__ADS_3

Hari ini semua berjalan seperti biasa toko lancar Rahan sibuk dengan urusan kampusnya dan sedikit melupakan si bening yang selalu mengusik hatinya


Tante Rin , bapak , ibu dan twin serta Ais juga di ajak ikut serta mengurus masalah pondoknya twin Aal dan aku di tugaskan untuk membantu di kasir


Di tengah kesibukannku melayani pembeli tiba tiba ada suara cewek yang memanggilku , " eh kakaknya Aal ya ?


Aku hanya menoleh sebentar dan kembali


melanjutkan gaweku


" Ma.....ingat nggak ini kakak yang adiknya nabrak aku di resto !


Seketika aku mendongak lagi dan beberapa saat aku tersenyum , hai.....kau , kau Naya kan ucapku seketika


Melihat itu aku segera keluar sebentar dari meja kasir , " pagi ...tante , om sembari salim


Aku memandang wajah Naya sebentar , liburan tanyaku


" Ya , mumpung liburan ni jawab Naya


" Mana kembar ?


" Mereka rencannya mondok di sini , sekarang lagi ngurus untuk pendaftaran dan lain lainnya jawabku sembari masuk meja kasir lagi


" Mari tante , sembari mengambil belanjaannya dan menghitungnya dan memasukkannya dalam tas belanja


" Kerja di sini nak ?


" Oh ....gak tante usaha keluarga jawabku sekilas


" Kenalkan saya Rayhan anak kedua dari orang tua saya


Mendengar itu orang tua Naya tersenyum


sembari mengangkat tas belanjannya


" Gun....tolong bantu ibu ini ke area parkir pintaku


sebelum mereka beranjak pergi


" Nay .....kasih nomor ponsel mu , sembari memberikan ponsel ku


Tak berapa lama Naya sudah memberikan


padaku lagi


Berjalan di sampingnya menghantar hingga area parkir , " Terimakasih tante , om di tunggu kunjungan berikutnya ucapku dengan sopan


Sebelum mereka pergi , " Nay ......jangan lupa hubungi aku dan kembali masuk ke dalam


Ku tinggal sebentar sudah ada yang menunggu untuk membayar , " maaf atas keterlambatan ini ucapku sembari tersenyum


Sudah selepas dzuhur saat ibu dan lainnya tiba nampak Twin Aal tersenyum sumringah saat menghampiriku di kasir


" Gimana twin cocok tanyaku , mereka hanya mengacungkan ibu jarinya saja


" Kapan mulai masuk Twin ? besok kakak kata twin sembari menahan tangis


" Eh....sini sini kurangkul mereka , kok nangis


" Aku kan nantinya sering kangen sama ibu dan bapak serta kakak kini sudah mewek


" Sudah gak boleh nangis nanti kan ada kak Rahan dan kak Ais yang satu pondok sama kalian ucapku sembari mengikis air matanya

__ADS_1


" Jangan sampai bapak lihat , kan bapak sudah bilang kan jadi harus tanggung jawab ucapku sembari tersenyum


" Twin ...ingat nggak sama Naya yang di tabrak Aal di resto ?


Seketika twin tersenyum , " is ...yang ketemu lope lopenya


Ku lihat mas Rayhan hanya tersenyum , " ni nomornya jika nanti mau saling bertukar kabar tunjukku


" Twin....ayo berkemas dan kau juga Ray besok setelah mengantar twin sekalian kita


pulang ucap ibu


Menyerahkan kembali tugas ke tante Rin menuju ke atas , ku lihat kak Rahan masih berdiri di pembatas kaca


Ku senggol badannya , " kenapa ? hanya tersenyum sembari menggaruk kepalannya


" Hm....sembari melangkah menjauh


menuju ke kamar bersama


" Sedih kami tinggal ? Ada Ais juga , ada twin juga ucapku


Secara bersamaan mas Rahan merangkulku


" Is ....jangan cengeng , kayak bakalan gak ketemu saja , no fokus kuliah , ngejar bening dan satu lagi cepet kawin ucapku asal


Mendengar ucapanku mas Rahan langsung


memitingku , " kebiasaan


Aku pun tak mau kalah ku balas memitingnya hingga akhirnya kami kelelahan dan membaringkan diri di ranjang


" Ray ...lama nanti kita tak bisa begini sembari menatap langit langit kamar


" Hiya kak , sehat sehat ya ucapku kini aku yang memeluknya dengan erat


ucapku lagi


Ku lihat kini mas Rahan hanya menunduk


" Ya , aku akan menunggu nya satu tahun kedepan sembari memantapkan hatiku


" Mas...ayo lomba siapa yang bisa jadian dulu sama gebetan kita apa taruhannya ucap Rayhan


" Gak gak ada taruhan gini aja , siapa yang berhasil nikah dulu berarti ....


" is...gak mau mas Rahan pasti nanti ngawur ucapku seraya pergi keluar karena lapar


Begitu ke luar kamar ku lihat ada mbak Ais


" Eh....mbak Ais ? nyari mas Rahan ya dengan sedikit keras


" kamu Ray , nyari twin jawabnya


" Tunggu mbak , aku menoleh ke kanan dan ke kiri


" Mbak sini , sembari ku geret ujung gamisnya


" Eh....mau ngapain Ray


"Ada yang mau Ray omongin janji gak boleh nolak


Yang ku todong dengan ucapan gak boleh nolak sedikit melotot , aku segera membisikkan sesuatu ke telingannya

__ADS_1


" Gimana suka nggak ? lho kok ngangguk


seketika aku tersenyum lebar , " sebentar kak Ais tunggu , bergegas kekamar dan menggeret kak Rahan


" Ray apa apaan sih ucapnya


" cepet ungkapin mumpung belum berangkat bakalan lama ketemunya


Ternyata mbak Ais sudah ada di depanku


" Cepet mas besok udah berangkat jangan sampai mas nyesel lo


" Ray.....


" Ya...aku comblangin kak , aku berlalu ke dapur ku intip mereka masih berhadapan dan diam tak berapa lama


" Maaf kalau adekku jahil begitu , tapi bener sih kalau aku suka kamu ucap Rahan


ku lihat Ais menunduk dan kemudian menatap mas Rahan dan mengangguk


" Aku juga suka jawabnya


Seketika mas Rahan ingin memeluk mbak Ais


sesaat kemudian mbak Ais mundur , " nggak boleh belum mukhrim jawabnya


Aku mendengar ucapan kak Ais tertawa mangkanya kak jangan main tumbruk saja jawabku


" Bener kan Ais kamu suka aku tanya Rahan


" lh , malu aku kalau di suruh ngulang


kini hanya tersenyum dan mengangguk


Mas Rahan yang mendengar itu langsung memelukku , " usil kamu ucapnya pelan


Melihat aku di peluk mas Rahan bapak yang baru naik terkejut ada apa Ais tanya bapak


" Anu , anu pak


Aku segera melepas pelukan mas Rahan


" cie , cie mas Rahan jadian sama kak Ais pak ucapku sembari berlari ke kamar


" Ray......teriak mas Rahan


Mendengar ini bapak langsung tersenyum


" wah....bakal mantu ni sembari berjalan ke kamar dan berucap , " belum mukhrim gak boleh dekat dekat ucap bapak


" Sudah mas Ais turun twinnya juga gak ada


jawabnya sembari berlalu ke bawah


Ku lihat jam sudah pukul lima sore segera kekamar mengganti baju , rencana mau ngajak Ais jalan jalan tanda jadi kita jadian


Melihatnya masih sibuk di toko aku mendekatinya , " mandi gih kita jalan jalan mau kan ? Ais mengangguk


Berjalan ke arah kasir minta ijin pada tante Rin kalau mau ajak Ais jalan dan tante Rin mengijinkan


Tak berapa lama Ais sudah keluar belum juga di pintu Ais sudah memberi beberapa syarat


" No kiss , no pegang dan no peluk

__ADS_1


Seketika aku lemas , berat amat pikirku


tapi aku bersyukur ternyata seperti ini caranya aku turuti saja , ucap batinku


__ADS_2