Rahael

Rahael
BAB 100 . KAKEK SAKIT


__ADS_3

Setelah makan di luar kami pun pulang


membeli beberapa bungkus lagi untuk


orang di rumah


Kini Rahan yang membawa mobil aku duduk dengan Rahael


" Twin Ra , panggil bapak kalian nginep di rumah eyang panji besok saja , kalian pulang dulu pamit sama eyang eyang yang di rumah ingat habis pulang sekolah ucap bapak lagi


kami hanya mengiyakan saja


Twin Aal boleh kerumah eyang panji jika malam minggu saja tapi ingat gak boleh nginep , apa kalian setuju dengan perjanjian ini ucap bapak


" ya , siap ucap mereka serentak


Ibu yang di samping bapak hanya tersenyum sembari mencubit pipi suaminya


" ternyata suamiku ini cerewet dan over protectif


yang ku cubit pipinya hanya tersenyum dan merangkulku dengan erat dan cup


mencuri kesempatan mencium keningku


Twin Al yang berada di kursi belakang mendelik ih....bapak gak sopan , gak tau malu mendengar ucapan twin ku pukul bahu suamiku dasar mas


Sedangkan Rahan dan Rayhan di depan tertawa tergelak , Ray ... ternyata perang dinginya telah usai ucap Rahan


Bapak yang di belakang spontan langsung


" Twin Ra.......


Tinggal satu belokan akhirnya kami sampai di rumah juga , begitu memasuki halaman rumah dan memasuki garasi ku lihat bi Narmi tengah sibuk mengerjakan sesuatu begitu kami turun bi Narmi sedikit terkejut


" Kenapa bi tanyaku


" Aduh bapak sama ibu bikin kaget

__ADS_1


ini lagi nanam siri di suruh eyang Rahayu


" Oh , ya bi mana para eyang


" Di dalam pak , eyang kung lagi gak enak badan sejak pulang dari villa jawab bi Narmi


Mendengar itu aku langsung menyeret Rahael untuk ke rumah belakang


" Anak anak barangnya dan itu yang di kresek taruh di dapur teriak ibu


Begitu sampai di rumah belakang ku lihat ibu sedang duduk di tepi ranjang dan bapak berbaring , melihat kedatanganku bersama Rahael ibu tersenyum


" Kapan teko le


( kapan datang nak )


" Nembe bu , pripun bapak gerah menopo bu tanyaku


( barusan bu , gimana bapak sakit apa bu )


( sudah di bawa ke rumah sakit bu , lalu gimana hasilnya )


" wes....sambil menatap ku dalam


Aku tersenyum , " sae sae kemawon bu


( baik baik saja bu )


Lalu ibu menarikku sedikit menjauh dari bapak , " piye ( gimana )


Rahael yang melihatku ikut tersenyum kemudian merangkul ibu , " jewer saja anak ibu yang nakal ini , ucapnya


Tak berapa lama ku lihat bapak terbangun


saat melihatku bapak sedikit memalingkan wajahnya , " endi bojomu , awas nek onok opo opo


( Mana istrimu , awas kalau terjadi apa apa )

__ADS_1


Mendengar suara bapak , Rahael dan ibu yang ada di dapur keluar


" E....kene kene ( e....sini sini )aku langsung mencium tangan bapak ,maafkan Galang pak ucapku


" Rene lang ( sini Lang ) seketika bapak menyentil kening mas Galang


" Anak wes papat tapi ra entos


( Anak sudah empat tapi ra becus)


" wes Ra , pingin ngampleng ra tego aku


( sudah Ra , ingin nempeleng tapi gak tega aku )


Kemudian bapak duduk di sandaran ranjang


" Terus piye bocah gemblung kae


( Terus gimana anak edan itu )


Secara rinci Galang menceritakan itu semua dan menujukkan undangan pernikahan Nisa


Selanjutnya bapak hanya manggut manggut saja , " ya sudah bapak maafkan jangan di ulangi lagi


" Bapak ke rumah sakit ya ?


Ku tanya begitu bapak gak menjawab malah


" Endi putu ku seng ganteng kae karo seng ayu kae


( mana cucuku yang tampan dan cantik itu )


" Mereka di depan pak jawabku


" Ya sudah kembali kedepan sana Ra...lihat ibumu ucap bapak


" Bu , pak Galang kedepan dulu sembari mencium tangan mereka satu persatu begitu juga dengan Rahael

__ADS_1


__ADS_2