
Setelah makan di luar kami pun pulang
membeli beberapa bungkus lagi untuk
orang di rumah
Kini Rahan yang membawa mobil aku duduk dengan Rahael
" Twin Ra , panggil bapak kalian nginep di rumah eyang panji besok saja , kalian pulang dulu pamit sama eyang eyang yang di rumah ingat habis pulang sekolah ucap bapak lagi
kami hanya mengiyakan saja
Twin Aal boleh kerumah eyang panji jika malam minggu saja tapi ingat gak boleh nginep , apa kalian setuju dengan perjanjian ini ucap bapak
" ya , siap ucap mereka serentak
Ibu yang di samping bapak hanya tersenyum sembari mencubit pipi suaminya
" ternyata suamiku ini cerewet dan over protectif
yang ku cubit pipinya hanya tersenyum dan merangkulku dengan erat dan cup
mencuri kesempatan mencium keningku
Twin Al yang berada di kursi belakang mendelik ih....bapak gak sopan , gak tau malu mendengar ucapan twin ku pukul bahu suamiku dasar mas
Sedangkan Rahan dan Rayhan di depan tertawa tergelak , Ray ... ternyata perang dinginya telah usai ucap Rahan
Bapak yang di belakang spontan langsung
" Twin Ra.......
Tinggal satu belokan akhirnya kami sampai di rumah juga , begitu memasuki halaman rumah dan memasuki garasi ku lihat bi Narmi tengah sibuk mengerjakan sesuatu begitu kami turun bi Narmi sedikit terkejut
" Kenapa bi tanyaku
" Aduh bapak sama ibu bikin kaget
__ADS_1
ini lagi nanam siri di suruh eyang Rahayu
" Oh , ya bi mana para eyang
" Di dalam pak , eyang kung lagi gak enak badan sejak pulang dari villa jawab bi Narmi
Mendengar itu aku langsung menyeret Rahael untuk ke rumah belakang
" Anak anak barangnya dan itu yang di kresek taruh di dapur teriak ibu
Begitu sampai di rumah belakang ku lihat ibu sedang duduk di tepi ranjang dan bapak berbaring , melihat kedatanganku bersama Rahael ibu tersenyum
" Kapan teko le
( kapan datang nak )
" Nembe bu , pripun bapak gerah menopo bu tanyaku
( barusan bu , gimana bapak sakit apa bu )
( sudah di bawa ke rumah sakit bu , lalu gimana hasilnya )
" wes....sambil menatap ku dalam
Aku tersenyum , " sae sae kemawon bu
( baik baik saja bu )
Lalu ibu menarikku sedikit menjauh dari bapak , " piye ( gimana )
Rahael yang melihatku ikut tersenyum kemudian merangkul ibu , " jewer saja anak ibu yang nakal ini , ucapnya
Tak berapa lama ku lihat bapak terbangun
saat melihatku bapak sedikit memalingkan wajahnya , " endi bojomu , awas nek onok opo opo
( Mana istrimu , awas kalau terjadi apa apa )
__ADS_1
Mendengar suara bapak , Rahael dan ibu yang ada di dapur keluar
" E....kene kene ( e....sini sini )aku langsung mencium tangan bapak ,maafkan Galang pak ucapku
" Rene lang ( sini Lang ) seketika bapak menyentil kening mas Galang
" Anak wes papat tapi ra entos
( Anak sudah empat tapi ra becus)
" wes Ra , pingin ngampleng ra tego aku
( sudah Ra , ingin nempeleng tapi gak tega aku )
Kemudian bapak duduk di sandaran ranjang
" Terus piye bocah gemblung kae
( Terus gimana anak edan itu )
Secara rinci Galang menceritakan itu semua dan menujukkan undangan pernikahan Nisa
Selanjutnya bapak hanya manggut manggut saja , " ya sudah bapak maafkan jangan di ulangi lagi
" Bapak ke rumah sakit ya ?
Ku tanya begitu bapak gak menjawab malah
" Endi putu ku seng ganteng kae karo seng ayu kae
( mana cucuku yang tampan dan cantik itu )
" Mereka di depan pak jawabku
" Ya sudah kembali kedepan sana Ra...lihat ibumu ucap bapak
" Bu , pak Galang kedepan dulu sembari mencium tangan mereka satu persatu begitu juga dengan Rahael
__ADS_1