
Bab 45. Galang Salting
Setelah menginap selama tiga hari, kedua orang tua Galang dan Bu Rahayu berpamitan pulang.
Setelah mengantar sampai di depan Galang dan Rahael kembali masuk, Rahael yang tiba- tiba duduk di sebelah Galang dan merangkul lengan Galang.
Galang yang mendapat rangkulan tiba-tiba langsung membuat Galang gugup.
'Ish .... sudah sebelas bulan tinggal serumah, kok aku hanya di rangkul saja grogi,' ucap batin Galang.
"Ada apa?" tanya Galang.
Rahael hanya memandang Galang sembari tersenyum.
"Pingin saja," jawab Rahael.
Rahael hanya menjawab seperti itu dan langsung berdiri meninggalkan Galang.
"Aneh. jadi keinget," ucap Galang.
Galang langsung berhambur ke kamar, begitu membuka pintu kamar Galang melihat Rahael sedang mengganti baju. Galang langsung duduk di tepi ranjang. Rahael hanya tersenyum saat melihat Galang, sembari menoel pipinya.
"Rahael, jangan menggoda," ucap Galang.
"Ih ... malah senyum-senyum. Entah mengapa Galang seakan tergoda. Galang langsung merengkuh tubuh Rahael.
"Hm ... jadi genit sekarang, sembari Galang mencium kening Rahael.
"Hayo, cerita," tutur Galang sembari mengeratkan pelukannya.
"Rahael, Mas jadi pingin? Mendengar ucapan Galang Rahael langsung tersenyum.
"Jangan sekarang Mas," ucap Rahael sembari tersenyum
"Kamu ya!!" ucap Galang sembari mencium pipinya.
"Masa di suruh menahan lagi Rahael, sebelas bulan lho," protes Galang.
__ADS_1
Rahael kembali tersenyum. "Masih siang Mas . Mas juga belum nganter Rahael KB," ucapnya pelan.
Mendadak Galang melepaskan pelukannya.
"Tunggu-tunggu!! Mas ke apotik dulu!"
"Rahael. Mas beliin pil Kb saja ya?" tanya Galang serius.
"Eehh, apa itu Mas! Kata Bu Jum harus ke Dokter," ucap Rahael sembari menutup mulut nya .
"Loh ... kenapa Ibu di bawa-bawa Rahael?"
" Jangan-jangan ... ucap Galang terputus dan Rahael tak menjawab hanya tersenyum.
"Sudah-sudah, kalau begitu nggak jadi Mas."
"Nggak pokoknya harus jadi, kok tega kamu Rahael?" ucap Mas Galang sembari menunduk.
Melihat suaminya galau Rahael langsung tertawa.
"Sudah jangan ngambek nanti gantengnya hilang."
"Rahael, Mas ke apotik dulu," ucap Galang sembari berlalu.
Selepas Galang pergi Rahael hanya terdiam.
"Belum apa-apa, kenapa kok sudah gemetar dan lemes," ucap Rahael sambil mengusap keringatnya.
"Ihh ... Ibu kok ngajari yang aneh-aneh."
"Hiii ... "
Rahael flashback on
Pagi hari, saat Ibu berkemas di kamar, tiba tiba Ibu meraih tangan Rahael.
"Rahael," ucap Ibu sembari mendudukkan Rahael di tepi ranjang.
__ADS_1
"Bagimana? Apa Mas Galang baik sama Rahael?" tanya Ibu pelan.
Rahael hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan Ibu.
"Terus ... Rahael sudah melakukan kewajiban Rahael sebagai istri?" tanya Ibu mengejutkan.
Seketika Rahael mendongak dan menggeleng. Di raihnya tangan Rahael.
"Ingat Rahael ... hubungan suami istri itu juga penting jangan sampai Mas Galang berpaling hanya gara-gara itu. Jadi mulai sekarang Rahael harus mulai memperhatikan suami, apapun yang di lakukan suami isteri itu halal Rahael, jika itu dalam hal kebaikan, jangan menolak jika Mas Galang pingin biar tambah sayang, sedikit-dikit mengoda dan merayu nggak apa-apa toh suami sendiri, tetapi ingat KB dulu minta antar Mas Galang ke Dokter atau Bidan."
"Maaf, Ibu tak bermaksud mencampuri urusanmu rumah tangga kalian, ya Ra?" ucap Ibu sembari mencium kening Rahael.
Flasshback end.
Rahael merebahkan tubuhnya di ranjang, saat ini Twins sedang bersama Bi Narmi saat Rahael menengok mereka sedang tertidur, Rahael langsung terbangun saat ingat belum memompa asinya.
Setelah beberapa menit dua botol asi sudah siap dan Rahael serahkan ke Bi Narmi.
Kembali ke kamar, begitu membuka pintu Mas Galang sudah ada di kamar.
"Nggak ke toko Mas?" tanya Rahael.
Galang hanya senyum-senyum tak menjawab pertanyaaan Rahael.
"Kau itu," ucap Mas Galang yang tiba-tiba mencium lembut bibir Rahael.
Mendapat serangan tiba-tiba membuat jantung Rahael berdegub, Rahael hanya pasrah saja, apa pun yang Galang lakukan, Rahael juga nggak tau harus berbuat apa.
"Rahael, boleh kan?" tanya Mas Galang dengan tatapan penuh arti.
Rahael hanya mengangguk pasrah.
"Jangan tegang ya? Mas akan pelan-pelan Rahael! Kembali Rahael hanya mengangguk lagi.
Perlahan namun pasti Galang melakukan serangan di siang hari, belum sampai melancarkan serangan menjurus Rahael dorong tubuh Galang.
"Ada apa Rahael dengan napasnya yang memburu?"
__ADS_1
"Kunci dulu pintunya Mas takut ada yang mengintip ucap Rahael pelan dan itu membuat Galang tersenyum.