
Karena belum berani mendekati Rahael
Akhirnya Galang menuju kamar twin Ra
Langkanya terhenti saat mendengar pembicaraan keduanya
" Ray ....yang kupanggil masih sibuk memandang foto dan beberapa barang lainnya
" Ray....bagaimana apa sebaiknya kita tinggal di rumah eyang panji
Seketika Rayhan menoleh , " kak jangan begitu mereka orang terdekat kita dari kecil
Dan bapak , meskipun bapak hanya bapak sambung kita tapi bapak sudah banyak mengorbankan tenaga dan perasaannya untuk kita demi kita
Toh kalau kita mencoba untuk menuntut
apa yang akan kita tuntut toh mereka juga sudah berlaku baik pada kita , seketika perasaanku menjadi sedikit trenyuh
Toh bapak juga sudah mengijinkan kita untuk menginap di rumah eyang
jangan pernah menuntut apa apa mas
kasihan ibu , bapak dan eyang serta twin Al
ucap Rayhan
" Ray jadi yang diceritakan bapak padaku tentang temannya ternyata adalah cerita ibu dan ayah
" Maksudnya ...
__ADS_1
" Masih ingat saat Aal menggodaku tentang gadis yang ku suka , ya ceritannya sangat mirip dengan cerita ibu
Seketika aku mendorong pintu kamar mereka dengan pelan , " boleh bapak tidur di sini ucapku
Kedua twin Ra menyergitkan keningnya
memang di kamar ibu ? " masih perang dingin ucapku
Melihat banyak foto berserakan aku memungutnya satu dan melihatnya
Sesaat aku tersenyum , " kreatif juga ayahmu twin
" Mau bapak ceritakan tentang ayahmu ada yang belum ibumu ceritakan
ku tatap wajah mereka , " pak ini ada amplop terpisah di depannya tertulis untuk masa depan twin Ra
Aku melihatnya dengan seksama , " serahkan pada ibumu saja
" Bapak tidurlah di tengah biar adil ucap
Rahan
Setelah menempati posisi masing masing
" Apa kalian siap dan tak marah saat mendengar ceritanya
" is....buruan
" kenapa juga ibumu tak menceritakan pada bagian ini menoleh lagi , " janji gak marah
__ADS_1
" Bapak....jawab mereka serentak
Ini terjadi saat ibumu hamil di bulan ketiganya , waktu itu bapak dan ibu sudah menikah saat itu badan ibumu terlihat kurus hanya perutnya saja yang terlihat agak membuncit
Ada kejadian yang membuat ibumu harus sampai opname pendarahan saat ayah kalian berusaha untuk menemui ibumu dan beruntung kalian berdua bisa selamat dan menjadi laki laki dewasa
Ayahmu termasuk pejuang yang gigih selama hampir seminggu ayahmu memata matai ibumu hingga akhirnya bapak dan ayahmu di pertemukan di rumah sakit
saat itu hanya emosi yang ada di hati bapak mengingat trauma yang cukup lama di alami ibumu
Bapak menghajar ayahmu habis habis san
Apa yang di lakukan ayahmu , ayahmu hanya diam bapak pukuli hingga akhirnya
kami membuat perjanjian , entalah perjanjian
macam apa waktu itu ,asalkan ibumu merasa tenang dan nyaman , dan kelanjutannya ibumu sudah menceritakan
Mendengar ceritaku Rahan yang sedikit keras hanya diam sesaat kemudian
Terimaksih pak aku dan adik juga gak bakalan marah mungkin sedikit sedih dan kecewa , tapi andaikan aku dalam posisi bapak aku akan melakukan lebih dari itu
Aku tersenyum , ternyata kau sudah dewasa sekarang dan kau Rayhan yang ku panggil hanya tersenyum , " aku sudah beruntung mempunyai bapak tak ada lagi yang perlu ku pertanyakan semuanya sudah jelas sembari menguap
" Ayo tidur , sekarang tinggal bagaimana bapak menaklukkan ibumu sembari ku garuk kepala ku dengan kasar
Melihat twin Ra tertawa terkikik , " selamat berjuang pak sembari menarik selimutnya
sebelum Rahan terlelap , " pak apa yang bapak ceritakan padaku waktu itu tentang ibu dan ayah , aku hanya tersenyum tidurlah
__ADS_1
ucapku