Rahael

Rahael
BAB 66. PAMIT


__ADS_3

Setelah hampir seharian Mawan cs berada di rumah , ku tengok sudah jam lima sore saat mereka berpamitan .


Saling mengucapkan kata maaf dan saat akan berlalu , " insya allah dua hari lagi saya akan kemari lagi ,ucap pak panji .


" Dua hari ini saya akan tinggal di rumah kami di kota M , b widia langsung memeluk ibu dan kemudian mendekati ku , " maaf kan ibu dan terima kasih atas semuannya , ucap bu widia


" Sil .... main lah kesini kapan kapan seraya ku rangkul tubuhnya , insya allah Ra... aku kan juga harus mengekor suamiku , ucapnya sambil tersenyum .


Mencium twin secara bergantian , ku lihat wajah mereka berbinar senang .


Tak beberapa menit mobil mereka sudah menghilang di balik tikungan .


Kami bergegas masuk dalam rumah mendengar twin tertawa tergelak saat aku masuk di ruang tengah ku lihat mereka sedang berputar putar sembari mengeluarkan suara layaknya pesawat terbang , ada kebahagiaan sendiri saat melihatnya , aku tersenyum sembari


menghempaskan tubuhku di sofa .


" Bapak kemana bi ? " aku memindai pandangan ku ke seluruh ruangan .


ku lihat bi Narmi mulai melepas baju twin


" ayo ...main air ucap bi Narmi membujuk agar mereka mau mandi , tak berapa lama bi Nina mengikuti di belakang ikut membantu memandikan .


Aku tersenyum saat melihat suamiku , merasa aku perhatikan mas Galang mendekat sembari duduk di sampingku .


Merangkul tubuhku dengan erat , " is....mas Galang gak usah macam macam ada ibu dan bibi , gimana tiba tiba mereka datang


mas Galang hanya tersenyum " biar saja Ra ucapnya .


Twins sudah bersih saat mereka ke luar dari kamar dan di belakangnya ada bi Narmi

__ADS_1


dan bi nina .


" Ibu mana mas ? " mungkin capek Ra seharian menemani Mawan Cs ,ucap mas Galang .


Tak berselang lama terlihat bapak dan ibu keluar dari rumah belakang .


" Ayo siap siap magriban jangan pacaran terus , ucap bapak sembari tersenyum bu jum melihat bapak sambil menyenggol lengannya


Aku dan mas galang bergegas ke kamar sedang bi Narmi menuju kamar ibu


untuk memanggil nya .


Setelah sholat magrib mas Galang sudah di sibuk kan dengan laptopnya mengecek email yang di kirim oleh Rin .


Mengkerutkan kening dan sesekali memajukan bibirnya , dan sesekali mengetuk ngetukkan tangannya di meja .


melihat kesibukannya hingga isya menjelang


sedikit tertidur .


Dan aku kembali ke kamar untuk berbaring di ranjang sembari menatap langit langit kamar .


Saat ku ubah posisi tidurku , aku terkejut saat melihat mas Galang sudah di sampingku


" Kenapa ? aku hanya tersenyum .


melihat reaksiku mas Galang semakin mendekat , " masih kepikiran ? aku hanya tersenyum lagi .


" Ra ....."

__ADS_1


" Gak ada apa apa mas cuma....."


cuma ini kok belum ada tanda tanda dedek nya twin sembari mengusap perutnya.


Mas Galang langsung tersenyum lebar


" sudah jalani aja lagian twin juga masih kecil belum genap dua tahun , ucapku .


" Gini aja gimana kalau sekarang kita nyicil dulu bikinnya , sembari menaikkan kedua alisnya dan tersenyum .


" Aku tadi sudah berusaha gak menjawab


betul kan pasti ujung ujungnya itu .


Mas Galang hanya tersenyum dan mulai melakukan serangan menuju malam


bermandi peluh dan bertukar keringat sampai sankuriang nya kalah telak


Di pertiga malam twin terbangun dan menangis aku bergegas menuju kamar twin


ku lihat rahan masih tidur dan yang menangis rayhan . " cup ,cup ,cup sembari ku gendong melihat rahan mulai menggerakkan kakinya aku bersiap menepuk nepuk pahanya dan memberikan dot nya .


Setelah menenangkan twin aku enggan kembali ke kamar , aku tidur dengan twin


bergelung dengan di kembar .


Merindukan pelukan pelukan kecil nya yang memang dua bulan ini , bi Narmi yang menemani .


Sedikit tersenyum mengingat tingkah mas Galang yang selalu menarikku dalam dekapannya setiap pagi , mencegahku untuk bangun lebih awal.

__ADS_1


Hal hal kecil itulah yang membuat hatiku meleleh dan merasa di cintai


__ADS_2