Rahael

Rahael
Bab 124. Hasil yang mengejutkan


__ADS_3

Bab 124. Hasil yang mengejutkan


Setelah puas tertawa Dokter Sumi kembali fokus, "memangnya kenapa?" tanya Dokter Sumi


"Begini, Tante saya pernah dua kali terlambat minum pil kb, tetapi setelahnya saya minum lagi seperti biasa Tante," cerita Rahael.


"Apa itu bisa menyebabkan hamil?" tanya Rahael lagi.


"Mungkin resiko hamilnya sangat kecil Rahael, tetapi semua tergantung sama Allah kan," ucap Dokter Sumi lagi.


"Sekarang usiamu berapa Rahael?" tanya Dokter Sumi lagi.


"Hampir tiga puluh delapan, Tante," jawab Rahael


Jadi dulu pertama punya bayi umur delapan belas Rahael, Twin umur berapa sekarang Rahael?" tanya Dokter Sumi.


"Dua puluh taun, betarti kembar kedua sekarang tujuh belas taun, jarak yang jauh," ujar Dokter Sumi, tetapi diam sejenak.


"Ayo sini Rahael," ucap Dokter Sumi.


Setelah Rahael siap Dokter Sumi mengoleskan gel ke perut Rahael, sejenak Dokter Sumi tersenyum sembari memutar alat nya. Kemudian mengusapnya, setelah selesai dan merapikan bajunya, Rahael segera turun.


"Sini, Tante tensi dulu takutnya tinggi, terus timbang badan Rahael," ujar Dokter Sumi.


Setelah semua selesai, "Rahael selamat, sudah empat minggu, ibunya sehat bayinnya juga sehat."


"Ingat, di usia Rahael ini, sudah di bilang resiko tinggi Rahael, bagaimana mau di teruskan dan harus siap lahir batin atau ...."


Rahael dan Galang saling berpandangan untuk beberapa saat, "kami siap," ucap Mas Galang.


"Jika, itu menjadi tekad kalian. Rahael, kehamilan di usia bukan muda lagi ini rentan komplikasi kehamilan, harus dalam pengawasan saya dan perawatan saya dan konsultasikan setiap ada keluhan, sudah tips dari saya, harus rutin memeriksakan kandungan, konsumsi suplemen untuk ibu hamil yang mengandung asam folat dan zat besi, jaga berat badan yang ideal, hindari kebiasaan yang membahayakan janin, nanti jika usia kandungan sudah cukup lakukan deteksi kelainan kromosom pada janin biasanya ini melalui USG, pemeriksaan cairan ketuban dan pemerikasaan darah janin melalui plasenta. Apa kalian siap," ucap Dokter Sumi.


Mendengar perkataan Dokter Sumi, Galang dan Rahael langsung mengangguk.


"Ya, sudah ini resepnya di tebus Galang,


ingat ini juga masih rentan keguguran harus hati-hati dan banyak istirahat. Ada yang mau di tanyakan?"

__ADS_1


" Tante porsi makan Rahael jumbo banget apa ini juga tak berpengaruh?"


"Enggak apa-apa Rahael, asal jangan berlebih, vitamin , suplemen dan susunya juga di minum, hati-hati," ucap Dokter Sumi


Kami kemudian salim dan pamit dalam perjalanan pulang Rahael masih diam, "Mas, bantu Rahael menjaga anak kita," ujar Rahael dan seketika mas Galang menghentikan mobilnya.


"Mas, akan bantu Rahael , ingat pesan Dokter Sumi," ucap Galang.


Nanti Mas, akan minta Bi Nani dan Eyang juga ikut mengawasimu saat Mas sibuk."


"Rahael kok malu, Mas. Seperti apa reaksi anak-anak nanti, apalagi kepada dua calon mantu kita," ujar Rahael. Mas Galang langsung tertawa, "kenapa malu, Mas bapaknya."


Mas Galang mendekat dan membisikkan sesuatu, "duh! Konsultasi sama Dokter Sumi dulu boleh enggak!"


"Pasti boleh," ucap Mas Galang sembari melajukan mobilnya lagi.


"Ih. kok senyum-senyum Mas," ujar Rahael.


"Geli saja Rahael kita masih di percaya Allah dengan rejeki ini."


"Mas, mampir Apotik," ujar Rahael saat melewati Apotik. Tanpa di minta dua kali Galang langsung membelokkan mobilnya menuju Apotik.


Tak berapa lama Galang sudah keluar lagi


dan membawa sekresek vitamin dan sejenisnya, diawal kehamilan yang tidak begitu merepotkan. Galang melajukan mobilnya dengan tenang begitu sampai di rumah Rahael langsung menuju kamar dan istirahat mengingat pesan Dokter Sumi.


Galang masih sibuk memasukkan mobilnya di garasi dan langsung menyusul istrinya, tetapi langkah Galang saat melihat hanya terlihat Eyang Jum di ruang tengah dan tak lama kemudian Eyang Rahayu keluar dari kamarnya.


Melihat Eyang masih belum istirahat Galang menghentikan langkahnya, "kok belum istirahat Bu? sudah jam sembilan?"


Tak menjawab pertanyaan Galang malah balik bertanya, "dari mana Lang? Kok bawa obat satu tas kresek?" tanya Ibu.


"Oh. Ini, obatnya Rahael dan susu hamilnya."


"Rahael hamil lagi," ujar Galang memberitahu. Eyang Rahayu langsung menjawab, "enggak apa-apa Galang," ujar Bu Rahayu.


"Kehamilan Rahael ini resiko tinggi karena umurnya sudah di atas tiga puluh tahun, jadi Galang juga minta tolong untuk ikut menjaganya kalau Galang sibuk," ujar Galang

__ADS_1


sembari duduk di sidi kedua orang tua nya, "Dokter Sumi juga bilang masih rentan keguguran, Galang jadi semakin kasihan , apalagi enam bulan kedepan kan mau repot Bu," ujar Galang.


"Galang juga enggak tega kalau mau meninggalkan Rahael sendirian Bu!" ujar Galang pelan.


"Nanti kita bantu sebisanya, ada Eyang Panji juga, ngunduh mantunya semua pesan saja Galang, enggak usah ngundang tamu banyak banyak yang penting sanak saudara dan tetangga kita sekalian mengenalkan anak-anak mantu kita ke tetangga," ujar Bu Rahayu.


"Galang ke kamar dulu, biar Rahael bisa minum vitamin dan susunya, Bu tolong beritahu Bi Nina juga, anak-anak biar nanti Galang saja.


Waktu berjalan dengan pasti acara pernikahan dua anaknya dengan sikap over protect nya Galang dan kehamilan Rahael.


Semua yang berhubungan dengan pernikahan Twin Ra kini sudah beralih menjadi tugas Galang dan Eyang Rahayu dan Eyang panji.


Kini perutnya sudah nampak membuncit setelah di bulan pertama diawali dengan muntah dan pusing.Galang tersenyum setiap kali melihat istrinya, "terima kasih Rahael, mau menjaganya," ucap Galang sembari sesekali mengusap perut istrinya.


Rayhan awalnya sangat terkejut mendengar ibunya hamil lagi, tetapi toh itu bukan masalah malah wajah Rayhan tersenyum ceria. Semua persiapan pernikahan sudah selesai meski Rahael yang memiliki ide dan Galang yang melaksanakan, "Mas nanti di pernikahan Rahan, Rahael enggak bisa ikut Mas, bagaimana?" tanya Rahael. "Enggak apa- apa, anak-anak kita juga tahu kondisi ibunya. Mereka juga nanti bakal kita buatkan resepsi di sini," ucap Galang.


"Sudah jangan banyak pikiran," ukar Galang, kini di usia kandungan Rahael yang ketiga bulan. "Rahael!" panggil Galang.


"Hem," jaeab Rahael.


"Belum tidur kan? Apa boleh?"


"Hiya, tapi pelan-pelan," jawab Rahael.


Galang langsung tersenyum sembari mengelus perut istrinya , Bapak tengokin dedeknya, ya?" ujar Galang sembari memberikan sentuhan-sentuhan menggairahkan.Hati-hati Galang melakukan kunjungan di sore hari.


Hari berganti dengan cepat , kehamilan Rahael sudah memasuki bulan ke lima


meskipun bayi dan ibunya sehat tapi Galang masih over protec, Rahan dan Twin pun sudah datang karena sudah ujian begitu juga dengan Ais tinggal menunggu pengumuman mendapati ibunya hamil lagi Twin Al senang sekali begitu juga dengan Rahan.


Kehamilan yang menginjak di bulan kelima Rayhan ingin memajukan pernikahannya dengan Naya meskipun sudah di sepakati bersama, semua kesibukan kini sudah di tangani oleh Galang dan Eyang Panji.


Rahael di temani Eyang Jum dan Bi Nina datang ke resepsi Rayhan, tangisnya turun saat melihat putranya memakai baju pengantin adat jawa saat melakukan ijab qobul. Rahan dan Twin Al tersenyum bahagia.


"Ih, yang bulan depan yang ikut nyusul kak Rayhan," ucap Twin bersamaan, Rahan yang di goda hanya senyum-senyum saja, Bapak yang melihat ke tiganya tersenyum berjalan mendekati istrinya, "capek, ayo kita cari duduk yang nyaman. Bi, tolong Eyang Jum," ucap Galang berpindah tempat ke tempat yang agak sepi.


Eyang Panji masih berdiri mendampingi Rayhan karena acara di resepsi di laksanakan sekalian untuk menghemat waktu, memandang dari kejauhan seketika senyum Rahael terkembang sembari mengusap perutnya.

__ADS_1


__ADS_2