Rahael

Rahael
BAB 111. HATI RAHAEL


__ADS_3

Tak terasa perjalanan waktu cepat berlalu


sudah kini sudah hampir setahun mereka di kota S kadang mereka yang pulang waktu liburan sekedar melepas rindu mereka


Hubungan Rahan dan Ais aman aman saja


sedangkan Rayhan dengan sejuta jurus mautnya akhirnya Naya luluh juga mereka juga menjalin hubungan dengan serius


Melihat seperti ini akhirnya aku teringat akan amplop yang di berikan silvi dan eyang panji


" Mas... liburan nanti jemput anak anak ucapku saat itu


Mas Galang hanya melihatku , " kok sepertinya serius Ra , ada apa ?


" Rasanya aku kok seperti punya beban jika belum menyerahkan amplop itu pada anak anak sampai mereka sebesar ini dan akan menuju rumah tangga


Perkataan Rahael seperti ada benarnya juga pikirku


" Ya , nanti mereka ku jemput Ra


sekalian Ais biar kenalan sama eyang panji ucapku lagi


" Apa Rin dan No bakalan ngijini mas tanyaku


" Kita maksudnya baik kok Ra dan bukan untuk apa apa


" Gini saja setelah Ais dari sini kita antar pulang dan kita minta pada Rin dan No sekalian , gimana


Aku terdiam sejenak nanti kita bicarakan sama ibu mas


Melihat anak anak tumbuh kembang dengan cepat kadang membuat aku sedikit termenung serasa baru kemarin mereka manja manja dan selalu jail satu dengan lainnya


Melihat twin Al tumbuh semakin dewasa membuatku bersyukur jalan yang di ambilnya mondok , rasa was was dengan kejadian yang ku alami lambat laun terkikis perlahan


Begitu juga dengan Rahan anak paling besar dengan panggilan kakak meskipun dengan Rayhan hanya selisih sepuluh menit


Bertemu dengan Ais yang kalem dan agamis sedikit banyak bisa merubah sifatnya yang seratus persen milik Mawan jadi lebih tenang


Toko yang dalam pengawasannya pun tidak berubah dan mungkin kini lebih maju


Sama halnya dengan Rayhan yang sibuk dengan kuliahnya mengurus toko yang ada di sini dan yang membuatku sedikit risau


Ya...pacaran pun juga nomor satu cowok yang terlihat tenang tapi menimbulkan rasa was was tersendiri bagiku , toh aku percaya hingga kini mereka aman aman saja


Tak terasa waktu liburan datang juga masih pagi saat mas Galang berangkat menjemput mereka , " Ra...mungkin masih besok pagi mas balik kesini


Aku hanya mengangguk , " hati hati mas ucapku


saat memasuki mobil di urungkan lagi niatnya


" E....ada yang ketinggalan menarik tubuhku untuk mendekat cup , cup biar gak kangen nanti ucapnya sembari memasuki mobil


" ih....kebiasaan ucapku


Melihat mobil mas Galang semakin menjauh

__ADS_1


dan aku kembali masuk


" Hm...ternyata bapak itu gak tau malu ucap Rayhan yang ada di depan ku


" Sudah Ray diam , ucapku sembari memukul lengan Rayhan


" Ray , besok kalau bapak sudah datang bawa Naya kesini biar kenalan dengan Ais ucap ibu


Mendengar itu Rayhan tersenyum , " beres bu


pasti Ray ajak kemari


Langsung meraih tanganku , " mau kemana tanyaku


" Toko bu lagian kuliah juga libur


" Jangan pacaran di toko ucap ibu


Mendengar itu aku sedikit terkejut , " Nah ketauhan kan kalau sering ngajak Naya pacaran di toko


Aku hanya mengalihkan pandanganku


" Jangan macam macam Ray ingat pesan bapakmu


Mendengar ucapan ku Rayhan terdiam


" Maaf ucapnya seketika


" ih...jadi pingin ku jadikan mantu juga ni Naya ucap ibu sembari berlalu


kalau aku yang nikah dulu bisa kalah pamor sama kak Rahan ni ucap Rayhan dalam hati


Aku bergegas melajukan mobilku ke toko


Rasa penasaran akan ucapan ibu akhirnya aku memeriksa cctv toko


Seketika aku terkejut ternyata apapun yang terjadi di toko langsung bisa di lihat oleh ibu dan bapak , mati aku umpatku saat itu


Buih...mau taruh mana wajahku ini di depan ibu dan bapak ucap batinku


Seharian di toko tidak membuatku tenang "ah....toh yang ku lakukan hanya dalam batas wajar tidak melakukan hal yang aneh aneh andaikan bapak sudah melihatnya toh pasti sudah marah ucap batinku


Pagi menjelang setelah semalam mas Galang sudah menghubungiku bahwa Ais ikut serta ke kota ini


Rayhan yang sedari kemarin berusaha menghindari tatapanku tak kunjung keluar kamar hingga ketukan ketiga kalinya baru membuka pintu


" Ray...tumben , buruan mandi bapak mungkin pukul tiga sore sudah datang hubungi Naya Ray


" Sudah mandi Ray sembari kudorong tubuhnya masuk kamar , jangan di fikirkan ucapan ibu kemarin itu hanya sedikit kecemasan orang tua ke anaknya kemudian mengusap kepalaku dengan lembut


" Mandi ibu juga minta maaf bila perkataan ibu melukaimu sembari memelukku


" Memangnya se serius apa hubunganmu dengan Naya dan jika kalian sudah mantap beritahu bapak nak


"Ibu gak keberatan jika kalian halalkan dari pada nanti timbul fitnah , meskipun kau tak melakukan apa apa

__ADS_1


" Ibu tunggu kabar baiknya Ray ucap ibu


Mendengar ucapan ibu hatiku sedikit lega biar ku lupakan saja taruhanku dengan mas Rahan toh ....ucapan ibu yang paling benar saat ini


Menuju kamar mandi dengan sedikit lega mengguyur tubuh dengan air dingin membuat hatiku tenang kembali


tersenyum mengingat ucapan ibu


memang ibu yang terbaik ucap batinku


Pukul dua tiga puluh menit mobil bapak sudah di garasi saat aku datang bersama Naya


Memasuki rumah sudah terdengar suara twin Al yang ribut dan mas Rahan yang hanya


tersenyum melihat keributan itu


Assalammualaikum ucapku lantang sembari menggeret Naya ke ruang tengah


menyalimi para eyang serta ibu dan bapak


" Nih yang di tunggu tunggu sudah datang ucap ibu


" Nay ....ini Ais calon mas Rahan dan itu


hay ....Nay ucap twin bersamaan dan itu


hay...Nay akhirnya jadian juga sama Ray


ucap Rahan menggoda


" Mas....jangan di goda kasian Nay gak pernah ketemu juga ucap ibu saat itu


Ku lirik kak Ais duduk sedikit menjauh dari kak Rahan


" Hay twin cantiknya adek ku


" Nay sini ucap Ais sembari menarik tangannya , twin ayo ajak Ais


Mengajaknya menuju dapur di mana ibu dan bi Nina sedang sibuk


" Eh....anak anak perempuan ibu ayo sini bantu sembari memberikan beberapa sayur untuk di petik


Bapak , Rahan dan Rayhan hanya tersenyum


melihat kehebohan mereka di dapur


" Rumah tambah rame ya pak , kedatangan dua perempuan ucap Rayhan


Bapak langsung merangkul mereka jaga baik baik mereka bisa menemukan wanita baik seperti mereka sangatlah sulit dan ingat jangan pernah membuat hatinya sakit dan terluka jika itu sampai terjadi mereka akan terus mengingatnya meskipun mereka memaafkan


Tak berapa lama mereka sudah ramai di meja makan dengan gelak tawa mereka


Eyang uti dan eyang Rahayu hanya bisa menggelengkan kepala


Makan siang telah tersedia meski sedikit terlambat

__ADS_1


ya , meja makan kini di isi dengan sebelas orang beserta bi Nani


__ADS_2