
"Sudah malam," ucap Galang saat melihat Rahael dan Twin beserta Bi Narmi di ujung jalan.
"Mas, kok ninggal Rahael. Rahael kan juga pingin lihat Ibu," protes Rahel.
Mendengar ini Galang hanya mengangguk saja. Bi Narmi tersenyum melihat Galang dan Rahael
"Sabar Pak," ucap Bi Narmi.
"Sini Bi ! Biar Rahan sama saya sembari merengkuhnya dari gendongan Bi Narmi.
"Kok nggak nelfon Bi?" tanya Galang sembari berjalan.
"Sama Ibu nggak boleh Pak, maaf Pak," jawab Bi Narmi.
"Mmm ... hanya ini yang Bi Narmi dengar, kemudian. Terima kasih Bi," ucap Galang.
"Sudah nggak rewel lagi! Pingin ketemu sama nenek ya?"tanya Galang pada Rahan sembari mencium pipi Rahan. Sesaat Galang tersenyum saat mendengar jawaban Rahan hanya. "Pa, pa mburrr ... "
Galang terkekeh geli sambil berjalan Galang mengusap wajahnya yang kena semburan Rahan.
Rahael yang nggak sabar terus saja menerobos masuk kamar.
"Bu ... panggil Rahael dan berhambur ke ranjang Ibu, kemudian melihat ke sisi lainnya lagi.
"Maafkan Rahael Bu," ucap Rahael sembari mencium mereka bergantian.
Bapak yang melihat itu ikut nyletuk. "Bapak juga mau Rahael."
"Ih ... Bapak enggak ah!" semua langsung tertawa saat Rahael menolak.
Sekilas Bapak melihat Rahan dan Rayhan.
"Sini cucu kakek sun dulu, nah! yang ini pasti mau jawab Kakek."
Meski keadaan tak baik-baik saja mereka tidak berusaha untuk menunjukkannya.
Duduk di tengah-tengah dua ibu membuat Rayhan yang sedang tertidur bangun.
Bi Narmi yang melihat ini bergegas mengambil Rayhan.
"Sini Bu, biar Rayhan sama saya saja," ucap Galang sembari mengambil Rayhan.
__ADS_1
Beruntung ketiga orang tua kami bisa di tempatkan di satu ruangan, hati Galang sedikit lega melihat mereka meski keadaanya tak baik-baik saja.
Sudah malam, Rahael menolak untuk pulang, akhirnya terpaksa kami meminta kasur tambahan agar Twin dapat istirahat.
Galang dan Rahael bergantian berjaga sedang Bi Narmi mengawasi Twin.
Melihat Twin perasaan Galang menjadi tenang, tak rewel lagi. Galang dan Rahael tak terasa tertidur di sofa.
Terbangun pagi hari saat mendengar adzan subuh, bergantian dengan Rahael menunaikan shalat dan Bi Narmi tetep dapat jatah terakhir.
Setelah semuanya selasai. "Rahael, sebaiknya pulang dulu! Mas usahakan jika memang tak ada yang serius kita minta rawat di rumah saja, kita panggil perawat. Kasian kamu dan Twin kalo bolak balik ke sini," ucap Galang.
Rahael hanya mengangguk setuju. "Bi tolong ibu dan anak-anak, ya?" pinta Galang.
Berpamitan kepada ketiga orang tua, tampak Rahael sedikit cemberut tetapi mematuhi juga ucapan Galang, itu membuat Galang semakin ingin mengodannya.
"Jangan cemberut nanti Mas gigit," bisik Galang pelan.
"Ish!" ucap Rahael sambil berlalu.
"Rahael, pulang dulu!"
Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi masuk tiga perawat. "Maaf Pak, kami akan periksa dan membersihkan Ibu dan Bapak dulu," ucap salah satu Suster.
Mendengar ini Galang hanya mengangguk dan setelahnya tak berapa lama.
"Maaf, Sus. Kira-kira jam berapa Dokter yang menangani Bapak dan kedua Ibu saya datang."
Suster behenti sejenak, melihat buku yang di bawanya kemudian terlihat membolak balik catatan.
"Sebenarnya, maaf dengan Pak Galang?"
"Ya, sus dengan saya sendiri, nanti jam sepuluh Dokter Soni datang, nanti silakan hubungi di ruang perawat di ujung sana," jawab Suster.
"Terima kasih sus," jawab Galang seketika.
Saat berbalik Galang melihat Bapak melambaikan tangannya, melihat ini Galang mendekat dan begitu mendekat.
"Lungguh kene Lang! Piye Lang nek kowe
ro Rahael bali neng kene Lang?"
__ADS_1
( Duduk, sini Lang, bagaimana jika kamu dan Rahael pulang ke sini, Lang?" )
"Mesakke ibu ro mertuomu."
( Kasihan Ibu dan mertua kamu )
Sesaat Galang menatap mereka tengah bercakap sembari tersenyum.
Galang masih diam. "Piye?" tanya Bapak lagi.
"Geh mangke kulo rembakan kalian Rahael rumiyin Pak," Jawab Galang.
( ya, nanti saya bicara dulu dengan Rahael dulu Pak," jawab Galang )
Tak berapa lama suster menghampiri.
"Maaf, Pak. sudah di tunggu Dokter Soni di ruangan," ucap Suster.
Galang hanya mengangguk.
"Pak! Galang medal rumiyin."
( Pak, Galang keluar dahulu." )
Bapak kemudian mengangguk .
Setibanya di ruangan dokter suster langsung menyuruh Galang masuk.
"Silakan duduk Pak, kenalkan saya Dokter Soni dan ... "
"Saya Galang dan maaf jika saya baru bisa bertemu," ucap Galang.
"Menjelaskan semua secara detail dan semua baik-baik saja, hanya Bu Rahayu yang perlu penangan yang agak serius karena mengalami patah tulang di tangan kirinya."
"Bagaimana Dok, apa Ibu dan Bapak saya bisa di rawat di rumah mengingat kami mempunyai balita yang perlu kami jaga juga."
"Bisa Pak! tapi ingat Bu Rahayu harus kontrol dan obatnya juga harus di minum."
"Siap Pak, akan saya urus administrasi nya," ucap Galang kemudian berpamitan.
Bergegas ke kamar Galang melihat Bi Nina sudah datang. "Bi, tolong bantu beberes Ibu dan Bapak sudah boleh pulang," ucap Galang.
__ADS_1