
Bab 100. Pulang Yuk
Aal yang mendengar Bapak tertawa keras akhirnya menghentikan ketukannya.
Melangkah mundur teratur, Twin Ra dan Al bingung melihat tingkah Aal. Al dan Twin Ra saling menatap, bukan suara yang keluar tetapi gerak tubuh mereka mengatakan tidak tahu sembari mengedikkan bahunya.
Sudah jam dua belas siang, mereka telah melewatkan sarapan dan hanya makan makanan ringan saja dan masing-masing makan semangkuk mie rebus.
Dengan terpaksa Aal mengetuk pintu kamar ibunya, tetapi dengan cemberut Aal kembali berkumpul bersama ketiga saudaranya karena tak mendapatkan jawaban.
Rahan menjawil Aal, "kenapa?" tanya Rahan heran. "Ibu, Aal panggil tak menjawab, Aal, berulangkali mengetuk pintu kamar Ibu, tetapi Ibu tak kunjung keluar, padahal Aal kan lapar Kak," tutur Aal jengkel.
Mendengar cerita Aal, ketiga saudaranya langsung menatap Aal. "Keluar yuk! Kita cari makan di luar," ajak Aal.
Rahan segera menyahuti ucapan Aal.
"Aal, Aal. Dua hari di sini, kita itu lho, enggak keluar-keluar, bukanya takut nyasar, tetapi ...."
"Tapi, apa kak?" tanya Aal.
Belum sempat Rahan menjawab terdengar pintu terbuka dengan tersenyum Ibu keluar dari kamar.
"Aduh, Ibu minta maaf ya? Sudah sarapan?" tanya Rahaek sembari menuju dapur tetapi langkah Rahael terhenti saat Aal bertanya.
"Aal laper Bu! Ibu kok enggak keluar-keluar dari kamar? Mana Bapak, Bu?" tanya Aal.
"Bapak mandi cantik," jawab Rahael dan membuat ketiga anaknya saling bertatapan.
Merasa di perhatikan anaknya, akhirnya Rahael menuju dapur sembari berkata, "ya, sudah. Siap-siap, kita makan di luar sekalian perjalanan pulang," ujar Rahael malu.
Mendengar kata pulang Twin Ra langsung tersenyum gembira, "Bu! Sepulang dari sini Rahan ingin menginap di rumah Eyang Panji, boleh kan?" tanya Rahan.
"Boleh, tetapi pamit Bapak dulu," ujar Rahael.
Tak berapa lama terlihat Mas Galang keluar dari kamar, "Twin mana Ibu?"
__ADS_1
Twin Ra, langsung mendekat, "katanya perang dingin Pak?" tanya Rahan.
Mendengar pertanyaan anaknya Galang langsung membekap mulut mereka serta
menyentil dahi mereka, " keliru kamu," jawab Galang.
Twin Al hanya terbengong melihat adegan ini
sembari membereskan tasnya.
"Bu, kami sudah siap. Pulang yuk!" ujar Twin Al.
Rahael yang dari tadi bersembunyi di dapur akhirnya keluar juga, "Mas, ayo pulang! Sekalian makan, kashian anak-anak," ucap Rahael.
Setelah melakukan pembayaran menyewa Vila, Galang menuju parkiran mobil di mana
isteri dan anak anaknya sudah menunggu.
"Kita makan dulu habis itu jalan-jalan," ujar Galang pelan.
Panji?
"Boleh !" jawab Galang cepat.
"Pak Aal dan Al juga pingin ikut, boleh kan?" tanya Twin Al.
"Boleh, asal Twin Al enggak boleh menginap."
"A ... Bapak enggak asik, boleh ya? Boleh kan?"
"Enggak, boleh! Enggak. mau ya, sudah biar kedua kakakmu saja yang berangkat," ucap Bapak.
Galang menatap Twin yang nampak cemberut, Galang hanya tersenyum saat melihat anak gadisnya marah.
"Hiya, Aal dan Al akan pulang malemnya," jawab Al mengalah.
__ADS_1
"Enggak, malem. Sore hari, sore, titik," ujar Galang.
Rahael hanya tersenyum menanggapinya
"Pak makan di situ yuk! kayaknya enak."
Mekihat benner yang menempel, bagaimana
anak-anak makan di sini.
"Bebek goreng tulang lunak kayaknya enak Bu," ucap Rayhan yang dari tadi diam.
Memutar haluan untuk mencari parkir terdekat karena tempatnya yang rame
Dari kejauhan aroma wanginya sudah tercium Aal yang dari tadi sudah lapar langsung menyerobot masuk saja dan menabrak seorang gadis dan gadis itu jatuh di depan Rayhan.
Pelan pelan Aal sembari menolong gadis itu
dan meminta maaf."
Gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum
Aal yang merasa bersalah, "maaf. Mbak saya tidak tahu sembari mengulurkan tangan.
Gadis itu membalas uluran tangan Aal,
"Oh ..ya , saya Naya dan kamu, saya Aal
dan ini Al adek dan yang tadi itu Twin Rahan dan Rayhan itu ibu dan bapakku
sekali lagi maaf , ucapku
Kulihat Naya melirik sebentar ke arah kak Rayhan
Bapak dan ibu sudah mengambil tempat duduk dan dua kakakku pun sudah mulai meminum jusnya
__ADS_1
Aku duduk bergabung saat makanan sudah datang