Rahael

Rahael
BAB 71 . MAWAN TERAKHIR


__ADS_3

Pagi ini sangat cerah menurutku , aku tersenyum lebar ketika orang yang semalam menyatakan cinta dengan sedikit paksaan


melihatnya sudah menyinsir rambutnya yang sedikit basah membuat aku ingin menggodanya ,belum juga niatku terlaksana di sofa ku lihat twin sudah duduk dengan tenangnya sembari memakan cemilan khusus balita .


Saat melihatku Rahael tersenyum , mendekati twin lalu berbisik , tak berapa lama twin sudah berlarian kearahku , naik ke ranjang dan keduannya naik di atas perutku


selang ....selang sembari mengoyang goyangkan tubuhnya .


" Hahaha....tawa Rahael terdengar puas


melihatnya tertawa puas ku turunkan twin satu persatu , ku bisikkan sesuatu ke twin


beberapa saat terdiam .


" ku hampiri Rahael saat senyum nya kembali mengembang , " mas.....itu sangkuriangmu tutup dulu dengan boxer mas....


" Aku langsung menunduk dan meraih selimut


" ih....mas Galang , cepet mandi biar twin tak halangi pandangannya , sembari memukul


lenganku , " kebiasaan ucapnya .


Tak berapa lama aku keluar dari kamar mandi , ku lihat twin dan Rahael sudah tidak ada di kamar , kudengar canda mereka di ruang tengah .


Keluar kamar dan menuju ruang tengah ku lihat twin sedang berlari lari kecil sembari memakai baju dengan dengan topi berkepala singa .


Ku lihat bapak tengah menggodanya sambil mengeram pelan , twin dengan spontan langsung merinukan , di sofa sebelah duo nenek tersenyum melihat tingkah kakek .

__ADS_1


Ku pindai ruang tengah tak melihat sosok Rahael


sebelum aku bertanya " Mana Rahael bu ?


di teras belakang sepertinya sedang menerima telfon .


Aku bergegas menyusulnya kulihat dia sedang berbicara serius dengan seseorang


begitu dia melihatku langsung tersenyum sembari merangkul lenganku , sesaat kemudian menekan tombol spiker .


Aku hanya duduk mendengarkan setiap percakapan mereka hingga


" Sudah sil....aku tutup teleponnya nanti kita sambung lagi ucapnya .


kemudian menekan tombol merah .


Cukup lama kita berdua duduk seperti itu hingga suara ibu mengejutkanku


" Masih pagi sudah masuk kamar lagi celetuk ibu sekenannya , aku dan Rahael hanya menggaruk kepala bersamaan .


" Gak pingin sarapan toh , ayo sudah di tunggu yang lainnya , kami bergegas masuk keruang makan .


Seperti biasa twin masih duduk di bangku khusus untuk belajar makan yang tingginya bisa di sesuaikan .


" Masak apa bi hari ini ? bibi masak rawon tempe goreng ,mendol ,sambel sama empal pak .


Melihat Rahael mengambilkan nasi dan teman temannya kemudian beralih ke twin

__ADS_1


duo nenek dan kakek sudah mulai menyantap makanan dengan santai .


" Bi Nina ,bi Narmi ayo sarapan juga pinta Rahael , sini bi sambil menepuk kursi di samping twin , selanjutnya dia baru mengisi piringnya .


Tak berapa lama kudengar bel berbunyi


" biar bibi yang buka pak ucap bi Narmi yang memang sudah selesai sarapan .


Tak berapa lama bibi sudah kembali lagi


" siapa bi ? " pak panji eyang menyahuti pertanyaan ibu mertua .


" Suruh masuk bi sekalian sarapan .


Bi Narmi bergegas ke depan tak berapa lama mereka sudah berada di ruang makan bapak ibu dan mertuaku berdiri menyambut mereka .


" wah....kebetulan ni kami juga belum sarapan beruntung sekali kita ya, ma menjawil isterinya , yang di jawil tersenyum sedangkan Mawan sudah sibuk dengan twin Rahael melirikku , "jangan di goda dulu wan biar habis dulu makannya .


" Ayo wan , sil duduk pak ,buk ucapku lagi


Bi Narmi dan bi nina sibuk melayani mereka


sarapan dengan perbincangan kecil dan tergelak saat twin melakukan hal hal yang di anggap lucu .


ku lirik sesekali Mawan melihat ke Rahael


melihat seperti itu Rahael langsung merapatkan duduknya semakin mendekat padaku .

__ADS_1


__ADS_2