Rahael

Rahael
Bab 93. Hari Kedua Kejutan


__ADS_3

Bab 93. Hari kedua kejutan


Teriakan Rayhan terdengar sampai atas,


Mas Galang yang akan menyendok nasi seketika mengurungkan niatnya, "tumben Ray , berteriak seperti itu? Memang ada apa Ray, Aal?" tanya Mas


"Eh, enggak apa-apa Pak, maaf tante, om," ucap kak Rayhan malu.


Sesaat Mas Rayhan melihat kearah Aal, seketika Aal tertawa lirih, Mas Rayhan yang masih marah dengan ledekan Aal langsung mengepalkan tangannya.


"Lekas sarapan Aal, Rayhan," tutur Bapak saat melihat kami sedang beradu pandang.


Melihat Aal menahan senyum Bapak sedikit menyerngitkan kening nya. Akhirnya setelah teriakan Kak Rayhan kami sarapan dengan tenang setelah beberes kami pun turun untuk membuka Toko.


Saat pintu di buka seketika Om Nono terkejut "Maaf ada yang bisa saya bantu?" tanya Om Nono.


Wanita muda itu hanya tersenyum, sembari melihat ke dalam Toko, "bisa bertemu dengan Mas Galang?"


Mendengar itu Aal langsung keluar, "siapa om?" tanya Aal. "Enggak, tahu Non, katanya mencari Bapak." Mendengar jawaban Om Nono, Aal langsung memindai wanita yang berdiri di depannya, dari atas sampi ke bawah, "cantik tapi lebih cantik ibu," pikir Aal.


"Oh. Ya, sebentar Tante," ucap Aal asal.


Wanita yang Aal panggil Tante langsung sedikit cemberut.


Melihat Bapak sedang berdiri mengawasi

__ADS_1


karyawan yang mengeser barang, Aal segera


menjawil lengannya, Pak ada yang mencari, Tante nya cantik, tetapi masih cantik Ibu," ucap Aal.


"Di mana?" tanya Bapak bingung.


"Itu, di depan Toko," ujar Aal.


Bapak segera menuju depan diam-diam, Aal melihat Ibu melirik tingkah Bapak dan kemudian mengikuti dari belakang, Aal yang sedari tadi penasaran dan ingin tahu juga ikut mengekor langkah Ibu.


Melihat Bapak sedang berbicara sambil sesekali tertawa lepas, membuat Ibu yang melihat itu sedikit cemberut, cukup lama Ibu berdiri memperhatikan dan mencuri dengar percakapan Bapak.


Entah apa yang sedang di pikirkan ibu,


tetapi setelahnya ibu kembali ke meja kasir


Hampir satu jam Aal melihat Bapak bercakap-cakap, "kenapa Bapak tak mengenalkan pada kami, paling tidak pada Ibu," pikir Aal.


Semua pikiran hilang begitu saja saat pengunjung Toko berdatangan dan di sibukkan dengan pekerjaan di Toko.


Hingga sore menjelang ibu masih bersikap seperti biasa saja, tetapi begitu selepas isya Ibu langsung masuk ke kamar kami, Twin Al dan tertidur di samping berdampingan dengan kami.


Tak banyak yang di ucapkan Ibu pada kami,


Bapak juga tumben-tumbenan diam saja melihat Ibu tidur di kamar kami.

__ADS_1


Aal dan Al hanya diam tak berani bertanya juga pada Ibu, "urusan orang dewasa," begitu Al mengatakan hingga pagi menjelang kami melihat Ibu masih tidur.


Aal dan Al segera keluar kamar melihat Bapak sudah berdiri di depan pintu kamar seperti menunggu Ibu, "ibu masih tidur Pak, biar kasihan," ucap Aal memberi tahu.


"Ya Sudah. Bapak turun, itu sarapannya sengaja Bapak beli tadi."


Mendengar ucapan Bapak, Aal dan Al hanya diam saja, Sementara Ibu yang begitu melihat Bapak turun, Ibu bergegas bangun dan berpindah kamar.


"Kalian mandi, setelah itu turun ke Toko."


"Oh. Ya, Ibu di kamar kalian untuk dua hari besok kita pulang, jadi selesai dari Toko nanti kita beres-beres," ucap Ibu memberitahu.


Setelah mandi Aal bergegas turun ke Toko, "ternyata Tante cantik itu sudah ada di Toko dan kini cara berpakaiannya semakin seksi saja," batin Aal.


Aal dan Al langsung mendekat, "eh, ini kan anak yang memanggil Tante kemarin?" tanya wanita ini.


Bapak yang tadi tersenyum langsung terdiam


melihat dan menatap tajam, kemudian Bapak hanya menundukkan kepalannya.


Dengan lancangnya Aal langsung memperkenalkan diri, "kenalkan Tante aku Aal dan ini adikku Al, tak sampai di situ Aal langsung memanggil kak Rahan dan Rayhan


begitu mereka datang, "ini kakakku Rahan dan Rayhan," tutur Aal percaya diri.


Mendengar itu Tante cantik seperti kaget, apalagi melihat Ibu sudah ada di belakang pintu.

__ADS_1


"Jadi ini anak nya Mawan yang kau bilang itu?" tanya wanita ini tiba-tiba. Mendengar ucapan wanita ini seketika Bapak membekap mulut Tante cantik. Aku dan kakak langsung terkejut begitu juga dengan ibu.


Ibu langsung menyeret kami masuk, "kemasi barang kalian kita pulang," ucap ibu marah dan seketika itu juga tanpa menoleh ke arah Bapak. "Rahan. Rayhan. Ayo!" pekik Ibu keras.


__ADS_2