Rahael

Rahael
BAB 117 .


__ADS_3

Setelah sibuk menyiapkan lamaran Rayhan


kini Rahael menyiapkan lamaran untuk Rahan


berbagai persiapan telah di lakukan


Setelah menghias hantaran dan yang lainnya


Di pagi hari mereka sudah sibuk perkiraan berangkat pagi kini molor hampir satu jam menunggu eyang panji dan keluarga Naya


" pak belum beli kue hantarannya di sana saja lagian takut basi ucapnya lagi


Kini Galang mengangguk tanda setuju


" Tolong di periksa semua hantarannya lengkap cincinya pak ?


" Serahkan saja langsung sama eyang panji ucap Rahael


setelah semua di rasa beres akhirnya mereka berangkat , " Bi Nina apa sudah di kunci semua kompor air dan yang lainnya karena kita sedikit lama di sana ucap Rahael lagi


" Twin Ra , twin Al koper kalian Ais juga


Kini para eyang duduk jadi satu dengan eyang panji bersama Rahan dan Ais sedang Rayhan bersama Naya dan twin Al , aku dan mas Galang bersama hantaran dan koper koper dan bawaan lainnya


Perjalanan dari kota M menuju kota S cukup lama hampir lima jam lebih berhenti beberapa kali di rumah makan dan pom bensin untuk makan ataupun toilet


Sudah memasuki kota S hati kami sedikit lega terutama para eyang dengan membawa keluarga besar akhirnya kami memilih untuk tidur di hotel yang dekat dengan ruko kami


Eyang uti dan eyang Rahayu menolak ingin tidur di ruko saja sedang bi Nina ikut dengan kami anak anak dengan lainnya tidur di hotel


Setelah semuanya sudah mrndapatkan kamar kami menuju ruko eyang uti dan eyang Rahayu tersenyum melihat ruko


" Gede tenan Lang rukone ucap eyang uti


Kemudian mengajaknya turun , ruko dalam keadaan rame , para karyawan sedang sibuk


Mengajak para eyang masuk Rahan yang lebih dulu masuk meminta tolong untuk mengangkat koper mereka ke para karyawan


Sedangkan Ais langsung ke meja kasir menemui ibu nya


" Assalammualaikum bu , ucapnya


" Eh....kok gak nilpun to Ais kalau mau datang


" Bapak mana bu tanya Ais


" Bapak di rumah lagi beres beres


" Tante saat Rahan salim


" Di cari ibu ada perlu ucapnya


Setelah menyerahkan kasir pada yang lainnya Rin naik keatas


" Di mana suamimu Rin tanya Galang di rumah pak lagi beres beres


" Oh ,ya kenalkan ini eyengnya anak anak dan twin Al di hotel dengan yang lainnya


" Bi....sini , Rin ini bi Nani ucap Rahael


Setelah saling berjabat tangan , " aduh bu kok ginep di hotel di rumah ada banyak kamar meski rumah kami sederhana ucap

__ADS_1


Rini


" Gak papa Rin nanti ngerepotin kamu ucap Rahael


" Rin besok jam sepuluh pagi kami akan ke rumah mu , maaf kami membawa rombongan


" Ra....tolong panggilan untuk calon besanmu di rubah jangan begitu , mbak kek , dek atau yang lainnya gak sopan Ra , ucap eyang Rahayu


Hari ini mereka istirahat untuk tenaga esok hari , menjamu mereka di ruko dengan masakan duo bibi sementara Rin dan Ais di ijinkan pulang kerumah untuk persiapan esok hari


Pagi menjelang , masih pagi saat Rahael membangunkan Galang


" Mas....anter Ra ke pasar atau kemana gih nyari kue buat hantaran


" pesen online aja Ra ini waktunya sudah mepet sekalian minta di hias jadi tinggal beres Ra


" ya sudah gitu aja , mas tolong hubungi yang di hotel suruh siap siap


Rahael langsung mengoprek hpnya dan beberapa menit kemudian mereka bergegas sarapan


" Bi...masak apa tanya Rahael


" Ini bu sama bapak di pesan masak ala prasmanan karena ada tamu


" kok sudah siap bi ? , " semalam bapak pesannya bu jadi jam segini sudah siap


" Ibu mau sarapan ?


" Bapak mana bi ! sepertinya di toko bu ucap bi Narmi


" Hm....ayo bi sarapan setelah itu siap siap


" Tolong eyangnya di ajak sarapan juga bi


" Bibi dulu dan eyang saya masih nunggu sesuatu


" Kenapa ibu Nin , biasanya gak seperti ini


Melihat suaminya masih sibuk dengan Rahan


" Loh kok belum siap siap ucap Rahael


" Sebentar ni ngasih tau Rahan dulu ucapnya


sembari sibuk dengan gawenya


" Pak kasian Rahan biar siap siap ucapku


" Bu....sebenarnya aku gemeter mangkannya aku cari kerjaan supaya gak grogi ucap Rahan


" hhhh ...gitu kok ngeledek adekmu Rahan


" Pak anak anak mana tanyanya, " tuh di gudang sekalian kita ajak biar bantu No sekalian ucapnya


Tak lama ada mobil masuk Rayhan , twin Al orang tua Naya dan Naya serta eyang widia dan eyang panji


" Masuk yang Ucap Rayhan


" Waduh pak mereka sudah siap ayo mandi mandi sekalian ajak sarapan dan anak anak yang di gudang juga ucap Rahael


setelah semuanya keatas tinggal Rahael yang di bawah di temani Rayhan

__ADS_1


" Nunggu apa bu


Terdengar suara mobil masuk , " nah ini yang di tunggu ibu


" Ray langsung masukkan ke mobil saja dan periksa sesuai notanya , sudah ibu transfer pembayarannya


Setelah di rasa semua pas dan cocok akhirnya Rayhan keatas langsung ikut sarapan


Suasana ramai terdengar gelak twin dan yang lainnya ibu segera bergegas bersiap sementara Rahan juga sudah siap


Coba llihat baju kita sama semua pakai seragam celetuk twin Al


Setelah semua siap , duo bibi juga ikut bu tanya Rahan , ibu hanya mengangguk


" Pak hantaran perhiasannya ada di kamar tolong dibawa sekalian ucap ibu sembari keluar kamar


" Ray....lamaranku tak kalah heboh ternyata semua ikut


" Biar nanti pas hari h aku akan mengajak mereka semua di tambah dua toko kota M


dan anak panti sembari tersenyum


" Masih saja beradu padahal udah pada mau nikah , kini Rahael menjewer telinga keduanya


" ih...ibu kok di jewer ?


" Bapakmu dulu jika keliru eyang kakung selalu menjewer meski sudah punya anak empat


Sontak Rahan dan Rayhan tersenyum


"Maafkan kami bu sembari merangkul ibunya bersamaan


" E.....yang di tunggu kok belum muncul


ucap bapak saat itu


seperti posisi awal berangkat , rumah No yang ternyata cukup jauh dari ruko kami


hingga akhirnya kami melihat No nunggu di pinggir gang masuk


Mengikuti sepedanya menuju rumahnya


Masih suasana pedesaan , rumah dengan bangunan sederhana tapi dengan halaman yang cukup luas


" Ada terop mas , ucap twin Al


Aku langsung melongokkan kepala ku di jendela mobil


" Lho , kok pakai terop bu ucap bapak


" Nggak tau pak mungkin tradisinya seperti ini


Begitu sepeda berhenti kami pun ikut berhenti


Tetangga kanan kiri sudah nampak ikut hadir


Menyalami kami satu persatu , eyang panji dan bu Widia tersenyum melihat pemandangan ini


" Pa...cincinya gak lupa kan ? " ini ma sembari menunjuk sakunya


Di persilahkan masuk dengan pemilik rumah kami mulai masuk satu persatu

__ADS_1


Ruangan di bagi menjadi dua khusus untuk para orang tua dan ruangan yang satu khusus untuk anak anak meski tak di beri sekat


__ADS_2